Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EVALUASI PROGRAM WAJIB BACA TULIS HITUNG KELAS AWAL (CALISTUNG) (Studi Kasus Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Biak Numfor Tahun 2017) Ismar
Gema Kampus IISIP YAPIS Biak Vol 12 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Administrasi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : IISIP YAPIS BIak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52049/gemakampus.v12i2.41

Abstract

CALISTUNG adalah singkatan dari membaca, menulis, dan berhitung. Calistung adalah tahapan dasar orang bisa mengenal huruf dan angka. Banyak pakar menganggap penting calistung untuk mempermudah komunikasi dalam bentuk bahasa tulis dan angka. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, sedangkan penelitian dilakukan di dinas pendidikan Kabupaten Biak Numfor. Sementara Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisa penelitian ini yaitu mendeskripsikan program calistung menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini, 1) Pada aspek konteks menunjukan bahwa pemerintah harus serius untuk melakukan pemantaun dan mengkaji ulang regulasi mengenai program yang dicanangkan sehingga masalah yang terjadi karena buta aksara tidak terjadi lagi. Sementara mengenai tujuan program calistung sudah tercapai tapi perlu dicanangkan secara permanen sehingga tidak ada lagi siswa yang tidak bisa membaca. Secara umum dampak program calistung yaitu mengurangi buta aksara di Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Biak pada khususnya.2) Pada aspek input menunjukan bahwa, sarana pra sarana dan sumber dana sudah sesuai dengan ketentuan namun kedepannya perlu ditingkatkan lagi sehingga lebih baik.3) Pada aspek proses, menunjukan bahwa program Calistung sudah berjalan sesuai dengan target pemerintah dan belum ada hambatan karena ada kerja sama yang dilaukan oleh semua pihak baik sekolah,orang tua dan pemerintah. 4) Pada aspek produk Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan bahwa program Calistung sudah berjalan sesuai dengan target dari pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Biak
FUNGSI BADAN MUSYAWARAH KAMPUNG (BAMUSKAM) TERHADAP PENYELENGGARAAN PEMERINTAH KAMPUNG WAROI DISTRIK YENDIDORI KABUPATEN BIAK NUMFOR Ismar
Gema Kampus IISIP YAPIS Biak Vol 13 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Administrasi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : IISIP YAPIS BIak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52049/gemakampus.v13i2.66

Abstract

Badan Musyawarah Kampung atau disebut dengan nama lain (BAMUSKAM) adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Fungsi Badan Musyawarah Kampung (BAMUSKAM) Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Kampung di Kampung Waroi Distrik Yendidori Kabupaten Biak Numfor. Teknik pengumpulan data yang digunakan seperti; observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi dalam pembuatan regulasi lebih terlaksana dan terealisasi, berbeda dengan fungsi dalam menampung aspirasi masyarakat dan melakukan pengawasan kinerja Kepala kampung yang belum maksimal dalam pelaksanaannya dikarenakan kurangnya pemahaman anggota BAAMUSKAM terhadap tugas dan fungsinya berdasarkan peraturan yang berlaku.
Navigating Surgical Strategies for Symptomatic Tarlov Cysts: A Case Report of Successful Microsurgical Excision and Imbrication Arip Heru Tripana; Tondi Maspian Tjili; Afdal; Ismar; Eko Setiawan
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 9 No. 10 (2025): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v9i10.1413

Abstract

Background: Symptomatic Tarlov (perineural) cysts are a rare but debilitating cause of chronic radicular pain, arising from cerebrospinal fluid (CSF) accumulation within the nerve root sheath. The diagnostic journey is often complex, requiring a definitive link between the lesion and the patient's symptoms, and the optimal surgical strategy remains a subject of considerable debate. Case presentation: A 56-year-old male presented with a six-month history of intractable right S2 radiculopathy (VAS 8/10) and severe functional impairment (Oswestry Disability Index 78%), which had failed a comprehensive trial of conservative management. Magnetic resonance imaging revealed a large cystic lesion at the right S2 level, with features characteristic of a Tarlov cyst, causing severe nerve root compression. Following a thorough discussion of the risks and benefits, the patient underwent an S2 laminectomy with microsurgical partial cyst excision and wall imbrication. Postoperative histopathology confirmed the diagnosis of a perineural cyst, identifying nerve fibers within the fibroconnective tissue of the cyst wall. Conclusion: The patient experienced immediate and sustained resolution of his radicular pain (VAS 0/10) and a profound improvement in functional status (ODI 12%) at one-year follow-up, with radiological confirmation of successful cyst obliteration. This case highlights the potential of a direct microsurgical approach, guided by a strong clinical-radiological correlation and confirmed by histopathology, to provide a durable and life-altering cure for patients disabled by symptomatic Tarlov cysts.
Navigating Surgical Strategies for Symptomatic Tarlov Cysts: A Case Report of Successful Microsurgical Excision and Imbrication Arip Heru Tripana; Tondi Maspian Tjili; Afdal; Ismar; Eko Setiawan
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 9 No. 10 (2025): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v9i10.1413

Abstract

Background: Symptomatic Tarlov (perineural) cysts are a rare but debilitating cause of chronic radicular pain, arising from cerebrospinal fluid (CSF) accumulation within the nerve root sheath. The diagnostic journey is often complex, requiring a definitive link between the lesion and the patient's symptoms, and the optimal surgical strategy remains a subject of considerable debate. Case presentation: A 56-year-old male presented with a six-month history of intractable right S2 radiculopathy (VAS 8/10) and severe functional impairment (Oswestry Disability Index 78%), which had failed a comprehensive trial of conservative management. Magnetic resonance imaging revealed a large cystic lesion at the right S2 level, with features characteristic of a Tarlov cyst, causing severe nerve root compression. Following a thorough discussion of the risks and benefits, the patient underwent an S2 laminectomy with microsurgical partial cyst excision and wall imbrication. Postoperative histopathology confirmed the diagnosis of a perineural cyst, identifying nerve fibers within the fibroconnective tissue of the cyst wall. Conclusion: The patient experienced immediate and sustained resolution of his radicular pain (VAS 0/10) and a profound improvement in functional status (ODI 12%) at one-year follow-up, with radiological confirmation of successful cyst obliteration. This case highlights the potential of a direct microsurgical approach, guided by a strong clinical-radiological correlation and confirmed by histopathology, to provide a durable and life-altering cure for patients disabled by symptomatic Tarlov cysts.