Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Titik Imaji

KAJIAN VISUAL BUKU OH! SIBURUNG HANTU DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN MATA BAYI Yunisa Fitri Andriani
Jurnal Titik Imaji Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Titik Imaji
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/.v1i2.1410

Abstract

Bayi baru lahir belum dapat melihat dengan jelas. Jarak pandangnya hanya sekitar 20 hingga 30cm. Di 1 bulan awal hidupnya, pandangan bayi masih kabur dan hanya dapat mengenali cahaya, bentuk, serta gerakan di sekitarnya. Ia juga belum dapat membedakan warna, selain akromatik seperti hitam dan putih. Menginjak usia 1 hingga 3 bulan, ketika bayi mulai dapat membedakan warna, tetapi bayi belum dapat membedakan warna yang serupa seperti merah dan jingga. Meskipun sudah dapat membedakan warna, bayi masih lebih tertarik dengan hitam dan putih. Kemampuan mata bayi dari lahir hingga 3 bulan masih sangat terbatas, tapi orang dewasa di sekitarnya dapat membantu menstimulasi kemampuan tersebut agar berkembang dengan baik. Bentuk stimulasi yang dapat membantu perkembangan mata bayi adalah dengan membacakannya buku. Oh! Si Burung Hantu merupakan buku cerita yang diperuntukkan untuk bayi baru lahir dan untuk membantu para orang tua untuk menstimulasi perkembangan mata bayi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa warna serta pola sederhana yang diaplikasikan sang penulis buku Oh! Si Burung Hantu apakah sesuai untuk mata bayi yang memiliki keterbatasan pandangan dari segi warna dan jarak. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan analisis konten yang memetakan teori warna dan bahasa rupa pada buku cerita bergambar Oh! Si Burung Hantu. Kata kunci: mata bayi, buku cerita bayi, teori warna, bahasa rupa, perancangan
KAJIAN KODE DI BALIK RITUAL PERNIKAHAN ADAT SUNDA DAN PERGESERANNYA DI MASA KINI (STUDI KASUS: PERNIKAHAN DI BANDUNG DAN CIAMIS) Yunisa Fitri Andriani
Jurnal Titik Imaji Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Titik Imaji
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/titik imaji.v3i1.2116

Abstract

All sorts of values that are behind a series of traditional Sundanese wedding traditions rituals provide a good moral message for the bridal couple are also parents and family of the bride and groom. Indigenous traditional Sundanese wedding ceremony with all the rituals contained in it is also one of Indonesia's culture deserves to be preserved. However, over the times, appeared outside the present culture and local cultural shift. Beyond the practical culture began to dominate in terms of marriage, affecting people not to use the tradition-laden of meaning and message.