Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS BREAK EVEN SEBAGAI ALAT PERENCANA LABA: KASUS PADA TOKO PUTRA PASTI MANDIRI CIKAMPEK KARAWANG Hari Sandi, Santi Pertiwi pertiwi
Jurnal Manajemen dan Bisnis Kreatif Vol 2 No 1 (2016): JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS KREATIF
Publisher : LPPM Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/manajemen.v2i1.182

Abstract

Abstrak Tujuan sebuah perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan atau laba yang dapat di pergunakan untuk kelangsungan hidup. Mendapatkan keuntungan atau laba dan besar kecilnya laba sering menjadi ukuran kesuksesan suatu manajemen. Hal tersebut didukung oleh kemampuan manajemen di dalam melihat kemungkinan dan kesempatan dimasa yang akan datang. Cikampek terdapat perkampungan yang penduduknya merupakan pengrajin boneka, Kampung boneka tersebut terletak di Cikampek utara tepatnya di Desa Mekar sari dan lebih dikenal sebagai Kampung baru (Kamba). Lokasi kampung boneka ini tidak jauh dari Stasiun Cikampek, Di kampung tersebut terdapat kurang lebih 50 rumah yang memproduksi boneka dan setiap rumah rata-rata terdapat 5 hingga 10 pekerja yang membuat boneka. (Kompasiana, 21/11/2011). Usaha ini dimulai dari taun 1980. Berkembang pesatnya industri boneka mendukung berkembangnya usaha dalam pemenuhan bahan baku pembuatan usaha tersebut, salah satu usaha yang menjalani pemenuhan bahan baku pembuatan boneka, topi dan lain-lain adalah Usaha dangang Putra Pasti Mandiri (PPM). Usaha ini merupakan usaha keluarga yang di dirikan pada tahun 1998, berikut merupakan laba yang diperoleh selama tiga tahun terakhir. Volume penjualan di mana penghasilannya (revenue) tepat sama besarnya dengan biaya totalnya, sehingga perusahaan tidak mendapatkan keuntungan atau menderita kerugian dinamakan Break Even Point (Bambang Riyanto, 2010 : 360). Rumusan untuk menghitung BEP = titik impas Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keseluruhan Break Even toko PPM melalui biaya tetap, biaya variable, dan volume penjulan, sehingga bisa menetukan penjulan minimum agar tidak mengalami kerugian dan menentukan perencanaan laba yang akan di capai oleh pemilik Toko. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan expost facto karena variabel yang diteliti tidak dikenai suatu tindakan, perlakuan atau manipulasi, melainkan hanya meneliti dan mengungkapkan faktor-faktor yang diteliti berdasarkan keadaan yang sudah ada. Kata Kunci : Break Even, total fixes cost, total variable cost, sales, perencana laba