Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI HUTAN DESA WAHAI KAMPUNG BATU KAPIRA KECAMATAN SERAM UTARA KABUPATEN MALUKU TENGAH PROPINSI MALUKU Katayane, Ona Marse; Latupapua, Lesly; Tuhumury, Andri
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.17602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung serta struktur dan komposisi habitatnya di Hutan Desa Wahai, Kampung Batu Kapira, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Pengambilan data burung dilakukan pada bulan Februari–Maret 2025 menggunakan metode point count dengan empat blok pengamatan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) serta analisis vegetasi pada tingkat pohon untuk mengetahui komposisi habitat yang mendukung keberadaan burung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 23 jenis burung dari 15 famili dengan jumlah total 101 individu. Nilai indeks keanekaragaman burung sebesar H’ = 2,79, yang menunjukkan bahwa tingkat keanekaragaman jenis burung di lokasi penelitian tergolong sedang, dengan struktur komunitas yang relatif stabil. Tercatat 10 jenis burung dilindungi, antara lain Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus), Mambruk Ubiaat (Goura spp.), Kasturi Tengkuk Ungu (Lorius domicella), dan Kakatua Seram (Cacatua moluccensis), yang merupakan spesies endemik dan memiliki nilai konservasi penting. Jenis pohon dominan pada habitat penelitian adalah nibong (Oncosperma tigillarium) dan pala hutan (Myristica argentea), yang berperan penting dalam menyediakan sumber pakan dan tempat hidup bagi burung. Keberadaan spesies burung yang dilindungi serta nilai keanekaragaman yang cukup baik mengindikasikan bahwa kawasan hutan Desa Wahai memiliki fungsi ekologis yang penting sebagai habitat satwa liar dan perlu dikelola secara berkelanjutan untuk mempertahankan kelestarian keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.