Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Voice of HAMI

Iman Kristen dan Problema Sosial Aritonang, Arthur
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2 (2021): Februari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.796 KB) | DOI: 10.59830/voh.v3i2.24

Abstract

Buku ini berisikan sebuah pidato Abraham Kuyper yang berjudul Iman Kristen dan Problema Sosial yang disampaikan pada pembukaan First Christian Social Congress (1891). Pidato tersebut menuai respons positif dari yang mendengar akan pidatonya. Sejak saat itu Kuyper dikenal sebagai seorang tokoh Kristen yang berjuang untuk mengintegrasikan wawasan Iman Kristen ke dalam kehidupan sosial. Pidato Kuyper disampaikan ketika ia menjabat sebagai Perdana Menteri Belanda seabad yang lalu. Meskipun demikian isi pidato tersebut masih tetap relevan bagi gereja di abad ke-21. Untuk itulah tujuan isi pidato itu dibukukan agar dapat menginspirasi, membangkitkan semangat dari gereja-gereja dimasa kini agar turut mengambil bagi dalam upaya mengatasi berbagai problema sosial yang terjadi di masyarakat.
ATEISME SIGMUND FREUD KETEGANGAN RADIKAL PSIKOLOGI DAN SPIRITUAL Aritonang, Arthur
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 8, No 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v8i1.130

Abstract

Hans Kung dalam karyanya meneliti pemikiran dari Sigmund Freud tentang agama. Publik mengenal Freud sebagai ahli psikolog abad ke-20. Di era modern Freud mempertanyakan mengapa mayoritas manusia memeluk agama. Pertanyaan ini hendak didekati Freud dengan dengan pendekatan psikologi. Freud melihat agama itu lahir dari sebuah pengalaman ingatan manusia di masa kanak-kanak yang mendapatkan perlindungan dari ayahnya. Ia melihat agama dan Tuhan adalah sebuah ilusi yang diciptakan dalam pikiran manusia untuk kebutuhan manusia seperti rasa aman dan perlindungan sebab eksistensi Tuhan tidak bisa dibuktikan dengan pendekatan saintifik. Atas dasar itu, ia berkesimpulan bahwa orang beragama seperti orang yang sakit jiwa (neurosis). Sebagai seorang ateis, Kung memperhatikan bahwa pemikiran Freud dipengaruhi oleh pemikir ateis sebelumnya semisal Karl Marx, Ludwig Feuerbach, dan Friedrich Nietzsche. Selain itu juga, dipengaruhi oleh literatur ilmu sejarah asal-usul agama yang ia pernah pelajari, tentang kisah mitologi Yunani Oedipus maupun totemisme. Menurut Freud, orang beragama seperti demikian: (a) orang yang secara psikologi tidak dewasa atau seperti kekanak-kanakan, karena masih adanya perasaan ketergantungan kepada Tuhan (b) dengan agama manusia berusaha untuk mengatasi rasa bersalah dalam dirinya (c) manusia berusaha mengatasi hal-hal yang terjadi di luar kendali manusia, dan (d) dengan agama manusia mencoba memecahkan teka-teki dunia dan membebaskan manusia dari semua penderitaan. Untuk itu Freud menganjurkan bahwa manusia harus mampu mengatasi perasaan bersalah, manusia harus membebaskan dirinya dari rasa bergantungnya terhadap agama dan Tuhan. Freud juga menaruh harapannya pada sains bukan kepada agama. Kung memiliki pandangan yang berbeda dari Freud. Ia memandang kehadiran agama bagi manusia itu secara positif (1) Menurutnya, agama berasal dari pengalaman individu seseorang bukan hasil dari ilusi pikiran manusia (2) Freud terlalu mereduksi agama sebatas kebutuhan perlindungan maupun keamanan, bagi Kung agama memiliki muatan yang kompleks dan mendalam dimana terdapat dimensi spiritualitas, teologis, histroika, ritual, maupun memiliki dimensi transendetal. Meskipun demikian kung tetap memberikan apresiasi atas pemikiran kritisnya terhadap agama.
Sejarah Ringkas Pemikiran Kristen Aritonang, Arthur
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 1 (2021): Agustus 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.426 KB) | DOI: 10.59830/voh.v4i1.33

Abstract

Buku yang ditulis oleh Linwood Urban yang berjudul sejarah ringkas pemikiran Kristen bagi pelapor buku ini berhasil menguraikan dengan sistemastis dan bermuatan nilai sejarah dari setiap tema-tema yang diulas dari buku ini dan karenanya sangat tepat untuk dipelajari dan di dalami lebih lanjut dikalangan akademisi/mahasiswa teologi yang ingin mendapatkan wawasan tentang sejarah ringkas pemikiran Kekristenan. Selain itu, buku ini sangat menolong pembaca untuk melihat jejak akar doktrin Kristiani yang bersumber pada Alkitab sebagai peletakan dasar pengembangan pemikiran Kristen. Tema-tema yang dibicarakan dalam buku ini antara lain: sumber-sumber kitab Injil dalam Alkitab, sejarah Allah dalam PL, misteri inkarnasi (doktrin Kritologi), doktrin trinitas, dosa asal dan perdamaian, wahyu, sakramen (versi Gereja Katolik Roma dan Gereja Reformasi), gereja, pelayanan, hubungan Kekristenan dan Yudaisme, hubungan Kekristenan dengan agama-agama lain dan gerakan untuk hak-hak perempuan. Linwood Urban ingin mengatakan dalam buku ini bahwa dokrin-dokrin Kristen klasik sangat masuk akal dan relevan bagi gereja.
Gerakan Pembaruan Muhammadiyah dan Asas Pancasila Aritonang, Arthur
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2 (2023): Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v5i2.71

Abstract

Buku ini merupakan penelitian yang ditulis oleh Pdt. Weinata Sairin dalam rangka memperoleh gelar M.Th di STT/STFT Jakarta. Dengan diterbitkannya buku ini disambut baik oleh Prof. Dr. Abdul Mukti (Sekretaris Umum Muhammadiyah) dalam sebuah kata pengantar. Ia mengatakan bahwa Pdt. Weinata Sairin adalah seorang yang dekat dengan Islam baik secara keilmuan maupun pribadi sehingga dengan hadirnya buku ini di masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dari komunitas Kristen tentang Muhammadiyah. Selain itu tujuan dari buku ini hendak menyoroti gerakan pembaharuan yang dilakukan oleh Muhammadiyah dalam hal penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal. Adapun Tesis dari penelitian ini adalah bahwa sejak awal Muhammadiyah selalu menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas segalanya sebagai bentuk memelihara keanekaragaman agama, budaya dan suku yang ada di Indonesia. Abstract This book is a research written by Rev. Weinata Sairin in order to obtain an M.Th degree at STT/STFT Jakarta. The publication of this book was welcomed by Prof. Dr. Abdul Mukti (General Secretary of Muhammadiyah) in a foreword. He said that Rev. Weinata Sairin is someone who is close to Islam both scientifically and personally so that the presence of this book in society is expected to increase the understanding of the Christian community about Muhammadiyah. In addition, the purpose of this book is to highlight the renewal movement carried out by Muhammadiyah in terms of accepting Pancasila as a single principle. The thesis of this research is that since the beginning Muhammadiyah has always placed the interests of the nation and state above all as a form of maintaining the diversity of religions, cultures and tribes in Indonesia.
Agama dan Masyarakat Suatu Pengantar Sosiologi Agama Aritonang, Arthur
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1 (2023): Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v6i1.91

Abstract

Buku ini ditulis oleh Prof. Elizabeth K. Nottingham seorang ahli dibidang sejarah dan sosiologi. Sebagai pengantar awal dari buku ini Nottingham menjelaskan bahwa sosiologi agama bukanlah ilmu yang bertujuan untuk membuktikan keberadaan Tuhan sebab itu adalah tugas dari ilmu teologi sedangkan sosiologi agama melihat bagaimana pengaruh agama bagi masyarakat. Maka adapun tujuan dari penelitian ini hendak mengamati beberapa hal sebagai berikut: pertama, bagaimana peran agama dalam membentuk sikap dan perilaku masyarakat. kedua, bagaimana masyarakat mempengaruhi kehidupan keagamaan di ruang publik. ketiga, bagaimana perkembangan masyarakat di dalam menyingkapi keberadaan agama di ruang publik. keempat, menjelaskan pokok pemikiran Nottingham tentang relasi agama dan masyarakat seperti: mengapa manusia beragama, sejauh mana agama dapat menolong manusia di tengah krisis, bagaimana peran sains dan agama bagi masyarakat apakah belawanan atau saling melengkapi dan pertanyaan lainnya. Hasil temuan dari penelitian ini sebagai berikut: pertama, agama tetap memainkan peran penting bagi manusia karena manusia menyadari tidak mampu menghadapi beragam peristiwa yang berada diluar kendali manusia. Oleh karenanya, manusia membutuhkan agama sebagai sandaran hidupnya. kedua, agama maupun iptek bukan untuk dipertentangkan melainkan saling melengkapi untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan di bumi.
GERAKAN MODERN ISLAM DI INDONESIA 1900-1942 Aritonang, Arthur
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.56 KB) | DOI: 10.59830/voh.v5i1.42

Abstract

Buku ini ditulis oleh Deliar Noer yang merupakan seorang sejarawan dan pemikir Islam. Isi buku merupakan disertasi doktoralnya yang berhasil dipertahankan di Oxford University dan di kemudian hari diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Buku ini merupakan salah satu buku bacaan sejarah yang direkomendasi oleh pembaca untuk dibaca oleh kalangan akademisi atau peneliti, masyarakat sipil termasuk pemuka agama di Indonesia. Mengkaji mengenai Indonesia tidak terlepas dari peran serta umat Islam sebagai agama yang paling banyak pemeluknya di Indonesia bahkan di dunia. Dengan demikian setiap kali kita ingin melakukan penelitian mengenai hubungan Islam dan Kristen dalam dinamika perpolitikan di Indonesia masa kini, ada baiknya lebih dulu membaca buku ini yang membahas potret sejarah gerakan pembaharuan Islam dalam bidang pendidikan, sosial dan politik sebelum kemerdekaan Indonesia.
Iman, Rasio dan Kebenaran Aritonang, Arthur
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 2 (2024): Februari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v6i2.100

Abstract

Buku ini merupakan karya tulis dari Pdt. Dr. Stephen Tong, DLCE (Untuk selanjutnya akan disingkat ST). Ia adalah seorang cendekiawan Kristen dan pendiri gerakan Reformed Injili Indonesia. Tulisan ini dilatarbelakangi dimana lebih dari dua puluh lima tahun ST memikirkan tentang fungsi rasio dalam diri orang beriman. Apakah orang beriman tidak berpikir? Apakah orang yang berpikir tidak dapat beragama? Bagaimana kedudukan rasio di dalam terang Iman Kristen? Kesimpulan dari penelitian ini adalah iman bukanlah hanya sebatas perasaan (emosi) keagamaan yang Tuhan berikan ada di dalam diri manusia itu sendiri (Kejadian 2:7). Melainkan setiap umat kristen harus mengerti apa yang ia yakini supaya dapat mempertanggungjawabkan iman kristen kepada publik sebab dalam iman kristen sangat menganjurkan peran rasio difungsikan di dalam memahami keyakinan iman kristen (Matius 22:37b), tetapi tidak untuk memperilah rasio. Rasio harus tunduk dan dipimpin oleh kebenaran. Sebab kebenaran itu adalah Allah. Kebenaran memiliki kedudukan yang lebih besar atau lebih tinggi dari rasio manusia yang diciptakan Tuhan. Rasio yang dipimpin kebenaran akan mencerahkan pikiran kita inilah yang disebut dengan iman.
RINGKASAN SEJARAH FILSAFAT Aritonang, Arthur
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 8, No 2 (2026): Februari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v8i2.152

Abstract

Dr. Kees Bertens dalam bukunya hendak menguraikan sejarah perjalanan filsafat yang sudah melewati berbagai zaman, mulai dari Era Klasik Yunani-Romawi, Abad Pertengahan yang disebut dengan Era Keagamaan, Era Pencerahan (Renaisans), dan Era Modern. Tentunya dalam buku ini, Bertens mengakui bahwa keterbatasan untuk menjelaskan detail-detail informasi mengenai sejarah, tokoh-tokoh penting beserta dengan pemikirannya yang disajikan dalam buku ini. Namun demikian, Bertens tetap berusaha untuk menyajikan secara lebih sederhana, dengan memberikan garis-garis besarnya saja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pertama, pemikiran Klasik Yunani seperti Socrates, Plato, maupun Aristoteles bisa dikatakan sangat mempengaruhi perkembangan pemikiran filsafat barat. Kedua, pada abad pertengahan akal mengalami perjumpaan dengan teologi di abad pertengahan era ini disebut Era Skolastik. Di masa ini akal digunakan untuk memahami kebenaran agama (kekristenan). Ketiga, sejak berakhir abad pertengahan (abad pencerahan) para filsuf mulai melepaskan filsafat dari teologi. Di Era ini rasio mendapatkan tempat penting bahwa pengetahuan sejati berasal dari rasio manusia. Sementara dipihak yang lain, munculnya filsafat empirisme yaitu pengetahuan berasal dari pengalaman manusia, sebab tanpa pengalaman rasio manusia itu lembaran kertas kosong. Sementara Immanuel Kant mendamaikan filsafat rasio dan filsafat empirisme bahwa ada pengetahuan yang berasal dari pengalaman dan ada juga pengetahuan yang berasal sebelum pengalaman itu ada. Keempat, pada transisi abad ke-18 menuju 19 filsafat hegel dengan metode dialektika, tesis, antitesis dan sintesis. Filsafat ini ingin menjelaskan sebuah perkembangan dan kemajuan itu berasal dari sebuah proses pertentangan ide dan gagasan. Kelima, masih pada abad yang sama lahirnya Filsafat positivisme yaitu pengetahuan yang benar harus berdasarkan sebuah fakta-fakta yang bisa yang dapat diverifikasi. Sementara itu, filsafat materialisme segala sesuatu diciptakan melalui benda/materi. Aliran filsafat ini menolak Tuhan, sebab keberadaan Tuhan tidak bisa dibuktikan. Keenam, filsafat eksistensialisme. Filsafat ini lahir sebagai reaksi atas corak filsafat sebelumnya yang menekankan sistem berpikir yang ketat dan logis dengan tokoh Søren Kierkegaard. Filsafat ini menekankan pada pengalaman dan kebebasan manusia. Pada perkembangan berikutnya, filsafat eksistensialisme tidak jarang beraliran atheis, seperti tokohnya Friedrich Nietzsche. Ateisme ini muncul apabila filsafat eksistensialisme bertemu dengan cara manusia menghayati dan memandang eksistensi agama.