Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

TANGGAPAN TEOLOGIS TERHADAP PEMILIHAN KEPALA DAERAH DKI JAKARTA 2017-2022: SEBUAH REFLEKSI Aritonang, Arthur
Pute Waya : Sociology of Religion Journal Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/pwjsa.v1i2.352

Abstract

Artikel ini merefeksikan kembali peristiwa ketika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maju kembali dalam kontestasi pada Pilkada DKI Jakarta beberapa tahun yang lalu. Persoalan Pilkada DKI Jakarta ini menjadi semakin sukar bermula ketika Pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 diedit dan diunggah oleh Buni Yani ke media sosial. Pidato Ahok kemudian mengundang reaksi dari kalangan masyarakat Islam di Indonesia menuntut akan keadilan hukum di Indonesia. Ahok dianggap sebagai penista agama meskipun di kalangan Islam ada yang berpendapat berbeda bahwa ucapan Ahok tidak ada unsur menistakan agama Islam. Isu penistaan agama ini kemudian dipolitisasi oleh pihak lawan Ahok-Djarot baik melalui media sosial, ceramah yang dilakukan di masjid-masjid maupun dengan melakukan mobilisasi massa yang dengan tujuan yang sama yaitu membangun narasi politik untuk tidak memilih Ahok yang adalah orang ‘kafir’ (Kristen) dan juga keturunan etnis Tionghoa yang dianggap non-pribumi. Keberadaan Ahok ini merepresentasikan dari identitas pluralisme di Indonesia. Maka serangan politik identitas ini bertujuan untuk mengalahkan lawan politiknya tetapi secara langsung merupakan gerakan anti pluralisme. Melalui artikel ini penulis hendak menganalisis, memberikan tanggapan teologis dengan mengunakan pendekatan literatur kepustakaan maupun hasil wawancara. Temuan dari penelitian ini ialah, agar di masa mendatang jalannya pesta demokrasi dapat lebih beradab dan menempatkan agama pada porsi yang tepat yaitu membina karakter dan membangun spritualitas anak bangsa bukan malah sebaliknya masuk ke dalam ruang politik praktis yang nantinya dapat merusak martabat dari agama itu sendiri sekaligus menumpulkan kepekaan hati nurani anak bangsa dalam memilih calon pemimpin politik yang ingin mengabadikan dirinya bagi kepentingan orang banyak.
Book Review: Roh Kudus, Doa, dan Kebangunan Aritonang, Arthur
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58700/theologiainsani.v4i1.87

Abstract

 This study aims to highlight the doctrine of the Spirit language and its practices in one of the Protestant church’s denominations. The Spirit language (Greek: Glossolalia) shown to the congregation is an obscure language, repeatedly spoken in the same words, disorderly, emphasizing the wild emotional side and it has long been believed by Christians to be a manifestation of the tongue. For ST understanding such a tongue does not fit the Bible as first, the church provides the absolute standard that the characteristic of a Christian having the Holy Spirit is to have the gift of speaking a tongue or spirit. Second, a person with a holy spirit can be seen from outward expressions such as falling back, unconscious, rolling on the ground, and praying all his body trembles. ST does not believe in the language of spirit, because in the Bible the disciples and Paul speak in the spirit language. But it is worth understanding that the gift of spirit speaking is one of the nine gifts of the Holy Spirit 1 Corinthians 12. 
BOOK REVIEW:: AKAR KONFLIK ISRAEL-PALESTINA: TINJAUAN DEMOGRAFI, SEJARAH, GEOPOLITIK, DAN AGAMA Aritonang, Arthur
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku ini ditulis oleh Teguh Wangsa Gandhi. Ketertarikan Gandhi dalam menulis topik akar konflik Israel dan Palestina bermula pada peristiwa akhir tahun 2008 dan awal 2009 di mana publik dunia kembali terhenyak oleh meletusnya perang di Palestina. Penelitian ini ingin menjelaskan pertama, sejarah dan duduk persoalan konflik Israel dan Palestina secara lebih jernih dan objektif. Kedua, mengetahui lahirnya organisasi politik HAMAS. Ketiga, potret geopolitik akibat konflik Israel dan Palestina beserta posisi negara Indonesia di tengah konflik Israel Palestina. Oleh sebab itu melalui resensi buku ini pembaca mendapatkan gambaran dari isi buku ini dengan lebih ringkas sehingga dapat dengan mudah dipahami. Bagi pelapor buku ini masih tetap relevan sampai saat ini oleh karena itu sangat dianjurkan dibaca oleh kalangan masyarakat Indonesia sebab buku ini menyajikan informasi yang objektif terkait duduk perkara konflik Israel dan Palestina
Book Review: Theologi Penginjilan Aritonang, Arthur
PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 21 No 1 (2025): PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46494/psc.v21i1.406

Abstract

This book review discusses the results of Stephen Tong's research on the theology of evangelism, hereafter referred to as ST. The research is motivated by the phenomenon that Christian communities often find themselves trapped between two extremes. On one hand, there are churches that tend to be rational and focus on worldly aspects, human organization, economics, administration, and tradition, thereby neglecting the spiritual concerns of the congregation. On the other hand, there are churches that prioritize liturgy, emotional satisfaction, and individual experiences, but abandon rigorous theological thinking and biblical teaching. From these two extremes, ST finds a third way, namely, a church that seriously studies biblical truth while carrying out the Great Commission of Jesus Christ. This evangelistic effort must combine theology and evangelism, which is referred to as the reformed evangelical movement. This book is presented to provide the Christian congregation with a correct understanding of the theology of evangelism. The fundamental questions posed by ST are: what is evangelism? Who is eligible to go evangelizing? The conclusions of this research are: (1) Evangelism is the proclamation of the good news of Christ's redemption as the core of Christian faith to all humanity. (2) Those who have experienced salvation from God in Jesus Christ and are eager to share what they know with others, have a strong commitment to learn about the theology of evangelism, and are willing to go evangelizing.
Telaah Kristis Atas Injil Barnabas Asal-Usul, Historitas dan Isinya: Telaah Kritis atas Injil Barnabas: Asal Usul, Historitas, & Isinya Aritonang, Arthur
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 4 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58700/theologiainsani.v4i2.101

Abstract

Buku ini ditulis oleh Noorsena untuk meresponi telah beredarnya secara meluas Injil Barnabas di masyarakat. Tulisan ini berusaha untuk menyajikan pemikiran kritis atas seluruh isi dari Injil Barnabas. Apakah Injil Barnabas memiliki kewibawaan sebagai Injil yang sejati? Noorsena menyimpulkan bahwa Kitab Injil Barnabas tidak mencerminkan Injil yang sejati karena berisikan propaganda anti-kekristenan sehingga tidak dapat dipercaya sebagai Injil yang sejati. Secara garis besar beberapa bukti diantaranya: Penulis Injil Barnabas ini adalah seorang muslim yang dipaksa memeluk agama katolik yang bernama Fra Marino alias Mustafa de Aranda yang berhasil merampungkan karangannya sebagai seorang biarawan Katolik, Injil ini diperkirakan ditulis pada abad ke-13 hingga ke-16 dengan menggunakan bahasa Italia, sedangkan kanon Alkitab resmi diputuskan abad ke-4, dan Bahasa asli dari kitab suci tersebut ialah Bahasa Ibrani dan Yunani,  isi dari Injil Barnabas bertentangan dengan Injil kanonik bahkan tidak bekas manuskrip Injil ini sebelum munculnya agama Islam.
Iman Kristen dan Problema Sosial Aritonang, Arthur
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2 (2021): Februari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.796 KB) | DOI: 10.59830/voh.v3i2.24

Abstract

Buku ini berisikan sebuah pidato Abraham Kuyper yang berjudul Iman Kristen dan Problema Sosial yang disampaikan pada pembukaan First Christian Social Congress (1891). Pidato tersebut menuai respons positif dari yang mendengar akan pidatonya. Sejak saat itu Kuyper dikenal sebagai seorang tokoh Kristen yang berjuang untuk mengintegrasikan wawasan Iman Kristen ke dalam kehidupan sosial. Pidato Kuyper disampaikan ketika ia menjabat sebagai Perdana Menteri Belanda seabad yang lalu. Meskipun demikian isi pidato tersebut masih tetap relevan bagi gereja di abad ke-21. Untuk itulah tujuan isi pidato itu dibukukan agar dapat menginspirasi, membangkitkan semangat dari gereja-gereja dimasa kini agar turut mengambil bagi dalam upaya mengatasi berbagai problema sosial yang terjadi di masyarakat.
ATEISME SIGMUND FREUD KETEGANGAN RADIKAL PSIKOLOGI DAN SPIRITUAL Aritonang, Arthur
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 8, No 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v8i1.130

Abstract

Hans Kung dalam karyanya meneliti pemikiran dari Sigmund Freud tentang agama. Publik mengenal Freud sebagai ahli psikolog abad ke-20. Di era modern Freud mempertanyakan mengapa mayoritas manusia memeluk agama. Pertanyaan ini hendak didekati Freud dengan dengan pendekatan psikologi. Freud melihat agama itu lahir dari sebuah pengalaman ingatan manusia di masa kanak-kanak yang mendapatkan perlindungan dari ayahnya. Ia melihat agama dan Tuhan adalah sebuah ilusi yang diciptakan dalam pikiran manusia untuk kebutuhan manusia seperti rasa aman dan perlindungan sebab eksistensi Tuhan tidak bisa dibuktikan dengan pendekatan saintifik. Atas dasar itu, ia berkesimpulan bahwa orang beragama seperti orang yang sakit jiwa (neurosis). Sebagai seorang ateis, Kung memperhatikan bahwa pemikiran Freud dipengaruhi oleh pemikir ateis sebelumnya semisal Karl Marx, Ludwig Feuerbach, dan Friedrich Nietzsche. Selain itu juga, dipengaruhi oleh literatur ilmu sejarah asal-usul agama yang ia pernah pelajari, tentang kisah mitologi Yunani Oedipus maupun totemisme. Menurut Freud, orang beragama seperti demikian: (a) orang yang secara psikologi tidak dewasa atau seperti kekanak-kanakan, karena masih adanya perasaan ketergantungan kepada Tuhan (b) dengan agama manusia berusaha untuk mengatasi rasa bersalah dalam dirinya (c) manusia berusaha mengatasi hal-hal yang terjadi di luar kendali manusia, dan (d) dengan agama manusia mencoba memecahkan teka-teki dunia dan membebaskan manusia dari semua penderitaan. Untuk itu Freud menganjurkan bahwa manusia harus mampu mengatasi perasaan bersalah, manusia harus membebaskan dirinya dari rasa bergantungnya terhadap agama dan Tuhan. Freud juga menaruh harapannya pada sains bukan kepada agama. Kung memiliki pandangan yang berbeda dari Freud. Ia memandang kehadiran agama bagi manusia itu secara positif (1) Menurutnya, agama berasal dari pengalaman individu seseorang bukan hasil dari ilusi pikiran manusia (2) Freud terlalu mereduksi agama sebatas kebutuhan perlindungan maupun keamanan, bagi Kung agama memiliki muatan yang kompleks dan mendalam dimana terdapat dimensi spiritualitas, teologis, histroika, ritual, maupun memiliki dimensi transendetal. Meskipun demikian kung tetap memberikan apresiasi atas pemikiran kritisnya terhadap agama.
Sejarah Ringkas Pemikiran Kristen Aritonang, Arthur
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 1 (2021): Agustus 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.426 KB) | DOI: 10.59830/voh.v4i1.33

Abstract

Buku yang ditulis oleh Linwood Urban yang berjudul sejarah ringkas pemikiran Kristen bagi pelapor buku ini berhasil menguraikan dengan sistemastis dan bermuatan nilai sejarah dari setiap tema-tema yang diulas dari buku ini dan karenanya sangat tepat untuk dipelajari dan di dalami lebih lanjut dikalangan akademisi/mahasiswa teologi yang ingin mendapatkan wawasan tentang sejarah ringkas pemikiran Kekristenan. Selain itu, buku ini sangat menolong pembaca untuk melihat jejak akar doktrin Kristiani yang bersumber pada Alkitab sebagai peletakan dasar pengembangan pemikiran Kristen. Tema-tema yang dibicarakan dalam buku ini antara lain: sumber-sumber kitab Injil dalam Alkitab, sejarah Allah dalam PL, misteri inkarnasi (doktrin Kritologi), doktrin trinitas, dosa asal dan perdamaian, wahyu, sakramen (versi Gereja Katolik Roma dan Gereja Reformasi), gereja, pelayanan, hubungan Kekristenan dan Yudaisme, hubungan Kekristenan dengan agama-agama lain dan gerakan untuk hak-hak perempuan. Linwood Urban ingin mengatakan dalam buku ini bahwa dokrin-dokrin Kristen klasik sangat masuk akal dan relevan bagi gereja.
Gerakan Pembaruan Muhammadiyah dan Asas Pancasila Aritonang, Arthur
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2 (2023): Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v5i2.71

Abstract

Buku ini merupakan penelitian yang ditulis oleh Pdt. Weinata Sairin dalam rangka memperoleh gelar M.Th di STT/STFT Jakarta. Dengan diterbitkannya buku ini disambut baik oleh Prof. Dr. Abdul Mukti (Sekretaris Umum Muhammadiyah) dalam sebuah kata pengantar. Ia mengatakan bahwa Pdt. Weinata Sairin adalah seorang yang dekat dengan Islam baik secara keilmuan maupun pribadi sehingga dengan hadirnya buku ini di masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dari komunitas Kristen tentang Muhammadiyah. Selain itu tujuan dari buku ini hendak menyoroti gerakan pembaharuan yang dilakukan oleh Muhammadiyah dalam hal penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal. Adapun Tesis dari penelitian ini adalah bahwa sejak awal Muhammadiyah selalu menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas segalanya sebagai bentuk memelihara keanekaragaman agama, budaya dan suku yang ada di Indonesia. Abstract This book is a research written by Rev. Weinata Sairin in order to obtain an M.Th degree at STT/STFT Jakarta. The publication of this book was welcomed by Prof. Dr. Abdul Mukti (General Secretary of Muhammadiyah) in a foreword. He said that Rev. Weinata Sairin is someone who is close to Islam both scientifically and personally so that the presence of this book in society is expected to increase the understanding of the Christian community about Muhammadiyah. In addition, the purpose of this book is to highlight the renewal movement carried out by Muhammadiyah in terms of accepting Pancasila as a single principle. The thesis of this research is that since the beginning Muhammadiyah has always placed the interests of the nation and state above all as a form of maintaining the diversity of religions, cultures and tribes in Indonesia.
Agama dan Masyarakat Suatu Pengantar Sosiologi Agama Aritonang, Arthur
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1 (2023): Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v6i1.91

Abstract

Buku ini ditulis oleh Prof. Elizabeth K. Nottingham seorang ahli dibidang sejarah dan sosiologi. Sebagai pengantar awal dari buku ini Nottingham menjelaskan bahwa sosiologi agama bukanlah ilmu yang bertujuan untuk membuktikan keberadaan Tuhan sebab itu adalah tugas dari ilmu teologi sedangkan sosiologi agama melihat bagaimana pengaruh agama bagi masyarakat. Maka adapun tujuan dari penelitian ini hendak mengamati beberapa hal sebagai berikut: pertama, bagaimana peran agama dalam membentuk sikap dan perilaku masyarakat. kedua, bagaimana masyarakat mempengaruhi kehidupan keagamaan di ruang publik. ketiga, bagaimana perkembangan masyarakat di dalam menyingkapi keberadaan agama di ruang publik. keempat, menjelaskan pokok pemikiran Nottingham tentang relasi agama dan masyarakat seperti: mengapa manusia beragama, sejauh mana agama dapat menolong manusia di tengah krisis, bagaimana peran sains dan agama bagi masyarakat apakah belawanan atau saling melengkapi dan pertanyaan lainnya. Hasil temuan dari penelitian ini sebagai berikut: pertama, agama tetap memainkan peran penting bagi manusia karena manusia menyadari tidak mampu menghadapi beragam peristiwa yang berada diluar kendali manusia. Oleh karenanya, manusia membutuhkan agama sebagai sandaran hidupnya. kedua, agama maupun iptek bukan untuk dipertentangkan melainkan saling melengkapi untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan di bumi.