AbstrakCerebral Palsy Tipe Spastic ditandai dengan terjadinya kekakuan pada sistem otot karena terjadi peningkatan pada tonus otot, sehingga mengakibatkan otot terus berkontraksi sehingga menimbulkan kekakuan pada anggota tubuh. Penyandang Cerebral Palsy Tipe Spastic mengalami gangguan pada sindrom extra piramidal karena perubahan pada ganglia basal dari otak yang disebut leukoaraiosis (hypoxic-ischemic insult) yang menyebabkan lesi pada periventrikular pada basal ganglia sehingga mengakibatkan anak cerebral palsy tipe spastic mengalami kekakuan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan olahraga dengan menggunakan model latihan meremas bola tenis spons. Penelilian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan meremas bola tenis spons untuk meningkatkan kemampuan otot tangan pada anak cerebral palsy tipe spastic. Desain penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan rancangan penelitian menggunakan single subject research (SSR), dengan model desain A-B dan menggunakan alat ukur hand grip dynamometer. Subjek penelitian ini ialah anak cerebral palsy tipe spastic di YPAC Kota Malang. Analisis yang digunakan ialah analisis visual dalam kondisi dan analisis visual antar kondisi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap latihan meremas bola tenis spons terhadap peningkatan kemampuan otot tangan. Skor pada kondisi baseline pada tangan kanan dan kiri persentase = 0%. Sedangkan pada kondisi intervensi setelah mendapatkan perlakuan sebanyak 16 kali pertemuan mengalami peningkatan pada tangan kanan persentase sebesar dan tangan kiri sebesar dan persentase overlap 0%. Hasil penelitian ini menunjukkan ada peningkatan kemampuan otot tangan pada anak cerebral palsy tipe spastic setelah mendapatkan perlakuan. Peneliti menyarankan kepada anak yang memliki kemampuan otot tangan yang lemah agar melalukan metode latihan meremas bola tenis spons. Kata kuncitunadaksa cerebral palsy tipe spastic, meremas bola tenis spons, kemampuan otot tangan.