Basundoro, Alfin Febrian
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANG PROKSI KONTEMPORER ARAB SAUDI-IRAN SEBAGAI BENTUK TURBULENSI TIMUR TENGAH: SEBUAH ANALISIS GEOPOLITIK Basundoro, Alfin Febrian
Jurnal Penelitian Politik Vol 17, No 1 (2020): Perang dan Damai : Situasi Politik Internasional di Era Ketidakpastian
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jpp.v17i1.847

Abstract

Kondisi Timur Tengah pada dasawarsa terakhir diwarnai dengan aneka konflik bersenjata. Ratusan ribu warga sipil menjadi korban, sementara belum ada tanda-tanda konflik mencapai fase akhir. Berbagai usaha perdamaian pun majal, menjadi indikasi adanya adu kepentingan yang telah mengakar kuat di kawasan ini. Arab Saudi dan Iran menjadi dua aktor kunci dalam turbulensi di Timur Tengah dalam dasawarsa terakhir. Keduanya berada dalam posisi permainan kekuatan demi memenuhi kepentingan masing-masing di kawasan, dengan melakukan perang proksi. Kondisi ini ditengarai menjadi casus belli sejumlah konflik di Timur Tengah—yang dalam perkembangannya juga melibatkan negara-negara sekutu masing-masing. Meskipun begitu, pada hakikatnya, persaingan politik antara Arab Saudi dan Iran telah berlangsung sejak lebih dari tiga dasawarsa, yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan. Tulisan ini berusaha untuk menganalisis perang proksi tersebut dengan sudut pandang studi geopolitik dan geostrategi. Fokus dari tulisan ini adalah strategi masing-masing negara dalam mempertahankan kepentingan masing-masing di kawasan sekaligus menjadi penyebab turbulensi di Timur Tengah. Tulisan ini pula percaya bahwa kedua belah pihak menjadi aktor utama perimbangan kekuatan (balance of power) dalam rangka mencapai hegemoni regional.Kata kunci: Arab Saudi, Iran, hegemoni regional, perang proksi
The Positive Impact of US-China Trade War on Global South's Position in the Global Value Chain Basundoro, Alfin Febrian; Abrar, Muhammad Irsyad; Sanjaya, Trystanto
Journal of World Trade Studies Vol 7 No 2 (2022): Journal of World Trade Studies
Publisher : Journal of World Trade Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jwts.v7i2.6625

Abstract

Amid the US-China trade war, several US companies have relocated back to the US, while China turned its industry inward to become more self-sufficient. This unpleasant development created a risk for Global South’s position in the Global Value Chain (GVC), especially in countries with manufacturing industries that can only assemble products. However, throughout the last decade, the position of the Global South within the GVC has been strengthening. In 2016, the Global South produced more than 47% of global manufacturing exports. However, the US-China trade war has threatened the delicate process and connection of the GVC. The interference of American and Chinese governments in international trade has forced many companies in taking measures to reduce their exposure to political risk. Additionally, an increasing number of American companies are reconsidering their decision to invest in the Chinese market and diversifying their investment to the Global South. This paper argues that the trade war could provide opportunities for Global South countries, particularly Southeast and South Asian countries represented by India. These opportunities include broader employment access for the youth, robust industrial-based innovation, and rapid economic growth, leading to a higher national income and life quality improvements.