This Author published in this journals
All Journal Megasains
Putra, I Dewa Gede Arya
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

VARIASI SUHU UDARA, SUHU TITIK EMBUN, DAN TEKANAN UDARA TERHADAP GAYA ANGKAT PESAWAT DI BANDARA SUPADIO PONTIANAK TAHUN 2016 Putra, I Dewa Gede Arya
Megasains Vol 11 No 01 (2020): Megasains Vol 11 No.01 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cuaca memiliki peran sangat penting terhadap efisiensi penerbangan. Kerapatan udara rendah membuat pesawat membutuhkan landasan pacu yang panjang ketika lepas landas. Hal tersebut dapat meningkatkan beban kerja mesin untuk menambah kecepatannya di runway. Kondisi atmosfer selalu dinamis dan tidak dapat dikendalikan. Pesawat harus mendapatkan gaya angkat maksimal dengan memperhitungkan kondisi tertentu. Operator penerbangan hanya dapat menyesuaikan dengan kondisi meteorologi tersebut untuk memperhitungkan efisiensi penerbangan. Penelitian ini dilakukan di Bandara Supadio Pontianak menggunakan data observasi Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak tahun 2016. Data yang digunakan meliputi meliputi suhu udara, suhu titik embun, dan tekanan udara. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan bahwa suhu udara memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap gaya angkat pesawat. Gaya angkat maksimum harian terjadi sekitar pukul 05.00 ? 06.00 WIB dan gaya angkat minimum terjadi sekitar pukul 13.00 ? 14.00 WIB. Gaya angkat terbesar bulanan terjadi pada bulan Januari dan terkecil pada bulan Agustus.   Kata kunci: Gaya angkat, kerapatan udara, lepas landas.
VARIASI SUHU UDARA, SUHU TITIK EMBUN, DAN TEKANAN UDARA TERHADAP GAYA ANGKAT PESAWAT DI BANDARA SUPADIO PONTIANAK TAHUN 2016 Putra, I Dewa Gede Arya
Megasains Vol 11 No 01 (2020): Megasains Vol 11 No.01 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.597 KB) | DOI: 10.46824/megasains.v11i01.6

Abstract

Cuaca memiliki peran sangat penting terhadap efisiensi penerbangan. Kerapatan udara rendah membuat pesawat membutuhkan landasan pacu yang panjang ketika lepas landas. Hal tersebut dapat meningkatkan beban kerja mesin untuk menambah kecepatannya di runway. Kondisi atmosfer selalu dinamis dan tidak dapat dikendalikan. Pesawat harus mendapatkan gaya angkat maksimal dengan memperhitungkan kondisi tertentu. Operator penerbangan hanya dapat menyesuaikan dengan kondisi meteorologi tersebut untuk memperhitungkan efisiensi penerbangan. Penelitian ini dilakukan di Bandara Supadio Pontianak menggunakan data observasi Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak tahun 2016. Data yang digunakan meliputi meliputi suhu udara, suhu titik embun, dan tekanan udara. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan bahwa suhu udara memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap gaya angkat pesawat. Gaya angkat maksimum harian terjadi sekitar pukul 05.00 ? 06.00 WIB dan gaya angkat minimum terjadi sekitar pukul 13.00 ? 14.00 WIB. Gaya angkat terbesar bulanan terjadi pada bulan Januari dan terkecil pada bulan Agustus.   Kata kunci: Gaya angkat, kerapatan udara, lepas landas.
VARIASI SUHU UDARA, SUHU TITIK EMBUN, DAN TEKANAN UDARA TERHADAP GAYA ANGKAT PESAWAT DI BANDARA SUPADIO PONTIANAK TAHUN 2016 Putra, I Dewa Gede Arya
Megasains Vol 11 No 01 (2020): Megasains Vol 11 No.01 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.597 KB) | DOI: 10.46824/megasains.v11i01.6

Abstract

Cuaca memiliki peran sangat penting terhadap efisiensi penerbangan. Kerapatan udara rendah membuat pesawat membutuhkan landasan pacu yang panjang ketika lepas landas. Hal tersebut dapat meningkatkan beban kerja mesin untuk menambah kecepatannya di runway. Kondisi atmosfer selalu dinamis dan tidak dapat dikendalikan. Pesawat harus mendapatkan gaya angkat maksimal dengan memperhitungkan kondisi tertentu. Operator penerbangan hanya dapat menyesuaikan dengan kondisi meteorologi tersebut untuk memperhitungkan efisiensi penerbangan. Penelitian ini dilakukan di Bandara Supadio Pontianak menggunakan data observasi Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak tahun 2016. Data yang digunakan meliputi meliputi suhu udara, suhu titik embun, dan tekanan udara. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan bahwa suhu udara memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap gaya angkat pesawat. Gaya angkat maksimum harian terjadi sekitar pukul 05.00 ? 06.00 WIB dan gaya angkat minimum terjadi sekitar pukul 13.00 ? 14.00 WIB. Gaya angkat terbesar bulanan terjadi pada bulan Januari dan terkecil pada bulan Agustus.   Kata kunci: Gaya angkat, kerapatan udara, lepas landas.
Variasi Suhu Udara, Suhu Titik Embun, dan Tekanan Udara Terhadap Gaya Angkat Pesawat di Bandara Supadio Pontianak Tahun 2016 Putra, I Dewa Gede Arya
Megasains Vol 11 No 1 (2020): Megasains Vol. 11 No.1 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46824/megasains.v11i01.6

Abstract

Cuaca memiliki peran sangat penting terhadap efisiensi penerbangan. Kerapatan udara rendah membuat pesawat membutuhkan landasan pacu yang panjang ketika lepas landas. Hal tersebut dapat meningkatkan beban kerja mesin untuk menambah kecepatannya di runway. Kondisi atmosfer selalu dinamis dan tidak dapat dikendalikan. Pesawat harus mendapatkan gaya angkat maksimal dengan memperhitungkan kondisi tertentu. Operator penerbangan hanya dapat menyesuaikan dengan kondisi meteorologi tersebut untuk memperhitungkan efisiensi penerbangan. Penelitian ini dilakukan di Bandara Supadio Pontianak menggunakan data observasi Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak tahun 2016. Data yang digunakan meliputi meliputi suhu udara, suhu titik embun, dan tekanan udara. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan bahwa suhu udara memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap gaya angkat pesawat. Gaya angkat maksimum harian terjadi sekitar pukul 05.00 – 06.00 WIB dan gaya angkat minimum terjadi sekitar pukul 13.00 – 14.00 WIB. Gaya angkat terbesar bulanan terjadi pada bulan Januari dan terkecil pada bulan Agustus. Kata kunci: Gaya angkat, kerapatan udara, lepas landas.