Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR Widiani, Santy
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 4 No. 1 (2018): Vol. 4, No. 1, Juni 2018
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.402 KB) | DOI: 10.36989/didaktik.v4i1.64

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif merupakan hal yang sangat penting dan perlu ditingkatkan dalam pembelajaran matematika. Namun, kemampuan bepikir kritis dan kreatif matematik di tingkat pendidikan dasar belum tertangani dengan baik akibatnya kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif siswa rendah. Oleh karena itu, guru harus menentukan pembelajaran yang tepat sehingga dapat mempermudah siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain yang digunakan adalah ?Nonequivalent Control Group Design?. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, dari tiga sekolah yang masing-masing berlevel tinggi, sedang, dan rendah sebanyak enam kelas dengan tiga kelas kelompok eksperimen dan tiga kelas kelompok kontrol. Data diperoleh dari tes kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa, lembar observasi, wawancara, dan angket untuk mengetahui respon siswa mengenai pembelajaran berbasis masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif matematik siswa sekolah dasar. Pembelajaran matematika dengan pembelajaran berbasis masalah secara signifikan lebih baik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa sekolah dasar dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi konvensional ditinjau dari level sekolah dan faktor pembelajaran. Selain itu, sebagian besar siswa menunjukkan respon yang positif terhadap pembelajaran yang telah dilakukan serta ditemukan adanya korelasi antara skor tes siswa dengan skala sikap siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka pembelajaran matematika dengan pembelajaran berbasis masalah dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa khususnya kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa.
The Implementation of Contextual Teaching and Learning (CTL) to Improve Student Learning Outcomes and Activities on Social Studies Subjects in Class IV SDN Gambarsari II Heni Rahmawati; Santy Widiani
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 2 No. 5 (2023): May, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v2i5.3859

Abstract

By Applying the CTL learning model, classroom action research offers benefits that allow students to produce content according to their understanding so that they can relate it to everyday life. The low student learning outcomes in the social studies class in class IV SD Negeri Gambarsari II are the first problem articulation, and the lack of student involvement in the IPS class in class IV SD Negeri Gambarsari II is the second. The research method used is classroom action research with a qualitative approach, which presents research data descriptively in the form of a presentation of the data studied. The results showed that 64.28% of students had acquired knowledge during the first cycle and 89.28% in cycle II. In other words, the CTL learning paradigm improves the ability of fourth-grade students in public elementary schools in the Gambarsari II social studies subject.
Improving Elementary School Students' Mathematical Literacy and Character through Ethnomathematics and Deep Learning in the Era of the Industrial Revolution 4.0 Santy Widiani
RUKASI: Jurnal Ilmiah Perkembangan Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 04 (2026): RUKASI Edisi Juli
Publisher : Ruang Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70294/j15hyr87

Abstract

Technological developments in the Industrial Revolution 4.0 era demand learning innovations that focus not only on knowledge but also on character building and digital literacy. This study aims to develop and test the effectiveness of an integrative learning model based on ethno-mathematics and deep learning to improve the mathematical literacy and character of elementary school students. A mixed methods quasi-experimental design was used in two classrooms in Bandung City, using a mathematical literacy test, character observation, and interviews as instruments. The results showed a significant increase in mathematical literacy in the experimental class compared to the control class (p < 0.05) with an effect size of 1.12. Qualitative findings indicated that students were better able to relate mathematical concepts to local cultural contexts. In conclusion, this integrative learning model effectively strengthens conceptual understanding, personalized learning, and student character, and provides theoretical and practical contributions to the development of culture- and technology-based mathematics learning in line with 21st-century demands.