Pembelajaran matematika sering menghadapi tantangan karena dianggap menakutkan dan sulit oleh banyak siswa, yang berakibat pada prestasi belajar yang lebih rendah dibandingkan mata pelajaran lain. Sebagian besar siswa merasa kesulitan memahami konsep-konsep matematika, yang dianggap rumit dan kurang menarik. Penelitian oleh I Nyoman Darma dan rekan-rekannya mengonfirmasi bahwa banyak siswa masih kesulitan memahami konsep-konsep dasar matematika. Penelitian ini mengeksplorasi hambatan yang dihadapi oleh siswa kelas VIII di MTs Al-Musyawarah Lembang dalam memahami konsep dasar matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan subjek penelitian 32 siswa kelas VIII. Para siswa dikategorikan ke dalam tiga kelompok: rendah, sedang, dan tinggi berdasarkan tes awal. Selanjutnya, tes diagnostik diberikan dan masing-masing dua siswa dari setiap kategori diwawancarai. Instrumen yang digunakan mencakup tes awal, tes diagnostik, dan wawancara. Data dianalisis melalui reduksi data, pemaparan data, analisis tujuan penelitian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan pemahaman konsep matematika siswa dapat dikelompokkan menjadi empat tipe: kesulitan memahami fakta, operasi dan proses perhitungan, prinsip, dan konsep secara keseluruhan. Kesulitan pemahaman konsep matematika menduduki tingkat tertinggi dengan presentase 78%. Faktor-faktor penyebab kesulitan ini meliputi faktor internal (intelektual, kesehatan, emosional, minat, dan konsentrasi belajar) dan faktor eksternal (metode mengajar guru, suasana pembelajaran, interaksi siswa, dan kondisi ekonomi orang tua). Penelitian ini mengindikasikan perlunya pengembangan model, metode, atau teknik pembelajaran yang lebih efektif oleh guru untuk membantu siswa memahami konsep matematika dengan lebih baik.