Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EKSISTENSI BUDAYA MARITIM KELOMPOK NELAYAN KELURAHAN MALALAYANG DUA, KOTA MANADO, PROVINSI SULAWESI UTARA Kambey, Melinda A.; Aling, Djuwita R.R.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28979

Abstract

AbstractThis research was conducted to find out the forms of maritime culture in the Aurora Fishermen group, and the reasons for maintaining maritime culture which was considered as material for the formulation of local government policy on maritime. This is done using the census method to obtain primary and secondary data. Data analysis was performed descriptively qualitatively, based on Adaptation, Goal Attention, Integration, and Latency (AGIL). The results were obtained that the maritime activities of the Aurora fishing group were influenced by the ethnic origin culture of the members of the fishing group, the Sangihe. Thus it can be concluded that the maritime culture of the Aurora fishermen group is a culture of culture before going to sea originating from the ancestors of members of the fishing group, and forms of art culture that must be preserved as ancestral heritage, namely cultural arts such as Tulude, Masamper, and Ampa Wayer which are performed once in a year.Keywords: Maritime Culture; Fishing group; Tulude; Masamper; Ampa wayer. AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk-bentuk budaya maritim pada kelompok Nelayan Aurora, dan  alasan  mempertahankan budaya maritim yang dipertimbangkan sebagai bahan penyusunan kebijakan pemerintah daerah tentang kemaritiman.  Hal ini dilakukan menggunakan cara sensus untuk mendapatkan data primer maupun data sekunder.  Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, berdasarkan   Adaptation, Goal attainment, Integration, dan Latency (AGIL). Diperoleh hasil bahwa kegiatan kemaritiman kelompok nelayan Aurora dipengaruhi oleh budaya asal suku dari anggota kelompok nelayan yaitu suku Sangihe. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa budaya maritim kelompok nelayan Aurora adalah budaya kebiasaan sebelum melaut yang berasal dari suku nenek moyang anggota kelompok nelayan,  dan bentuk budaya kesenian  yang harus dipertahankan sebagai warisan nenek moyang yaitu budaya kesenian seperti Tulude, Masamper, dan Ampa Wayer yang dilakukan sekali dalam setahun.Kata Kunci : Budaya Maritim;  Kelompok nelayan; Tulude; Masamper; Ampa wayer