Paat, Cornelius J.
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KEARIFAN LOKAL ADAT ‘TUTUP BAILEO’ DI DESA ALLANG KECAMATAN LEIHITU BARAT KABUPATEN MALUKU TENGAH Patty, William G.; Zakarias, Jhon D.; Paat, Cornelius
HOLISTIK, Journal Of Social and Culture Vol. 14 No. 2 / April - Juni 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Local wisdom is part of a society's culture that cannot be separated from the language of the community itself. Local wisdom is usually passed down through generations through word of mouth. Local wisdom itself contains very important knowledge about cultured life so that local wisdom is used as an asset of the nation's culture.Maluku is an archipelago province in eastern Indonesia that has cultural diversity from various sub-ethnic. Diversity is meant to show self-identity, various identity of one of them is traditional house. Various forms of construction and building materials have meaning according to the perspective of various sub-ethnic.Traditional houses are used for a variety of traditional and kinship activities, ranging from the life cycle from birth to adulthood to marriage even to death. Baileo is a physical building, but in Baileo there is actually a social space that gathers all the public interest so that historical and cultural facts have different meanings in each indigenous environment, including indigenous peoples in The Land of Allang. In Allang State, the clans Siwalette and Sabandar can only occupy the social layout of Baileo. On that basis, Baileo remained sanctity, seen as sacred in the practice of indigenous life. This kind of living system is only possible in community groups whose principle of life is guided by cultural references.Keywords: Local wisdom, traditional house, culture
Dampak Pembangunan PLTU Terhadap Perubahan Mata Pencarian Masyarakat Desa Binjeita II Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara Pontoh, Siti Nurhalisa; Mokalu, Benedicta; Paat, Cornelius J
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan listrik nasional terus meningkat, Kementerian ESDM memproyeksikan konsumsi listrik nasional tahun 2020 mencapai 1.142 kWh/kapita. Pemerintah melalui PLN mengeksplorasi sumber daya angin, sumber daya air dan gas bumi serta batu bara. Kebutuhan listrik juga dialami Propinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo. Pembangunan PLTU di Desa Binjeitan II Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Propinsui Sulawesi Utara berkapasitas 2×50 MW untuk memenuhi kebutuhan listrik wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo melalui sisi garduk induk Boroko. Pembangunan PLTU ini masih dalam tahapan penyelesaian.        Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskripsi Kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Sebagai bahan pendalaman penelitian menggunakan Teori Perubahan Sosial Evolusioner (Teori Tiga Tahap Perkenmbangan)Auguste Comte di antaranya: 1. Tahap Teologis (theological stage). 2. Tahap Metafisik (methaphysical stage). 3. Tahap Positif atau Ilmiah (positive stage).Hasil penelitian menemukan masyarakat Desa Binjeita II profesi petani 110 orang dan nelayan 35 orang. Semenjak pembangunan PLTU 60 orang petani atau 66% dan 18 nelayan atau 58% beralih profesi sebagai karyawan PLTU. Pembangunan PLTU berjalan beriringan dengan dampak positif juga dampak negative. Dampak positif berupa terjadi pembauran lintas agama dan budaya, perubahan etos kerja, masyarakat lebih terbuka, semangat kerja berkualitas, desa terang terus sehingga permudah control social. Dari aspek ekonomi di mana sebagian masyarakat alih profesi sebagai karyawan PLTU dengan gaji kisaran Rp.3.000.000 – Rp.4.500.000/bulan, bertumbuh usaha mikro seperti warung makan, kios, kos-kosan, dll. Namun beriringan dengan dampak negative berupa kesehatan lingkugan terganggu dengan bertebaran debu, bising, becek dan banjir kala hujan deras, ikan semakin langka serta kebun kurang penggarap. Kata Kunci: PLTU, Kontrol Sosial, Perubahan Ekonomi 
Jarak Sosial Masyarakat Dengan Kelompok Lesbian Gay Biseksual Dan Trangender (LGBT) Desa Salilama Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo Provinsi Gotontalo Marhaba, Meity; Paat, Cornelius; Zakarias, John
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpangan seksual saat ini banyak sekali terjadi di tengah masyarakat. Fenomena ini secara otomatis sangat mengkhawatirkan berbagai pihak karena penyimpangan seksual akan membawa dampak buruk bagi pelakunya. Fenomena Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) menjadi perdebatan yang panas di kalangan masyarakat Indonesia. Desain penelitian ini adalah peneletian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah 20 masyarakat . Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa metode pengumpulan data yaitu berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari 20 informan yang di wawancarai ada 13 informan yang menolak adanya  LGBT secara pribadi tapi tidak dengan keberadaan mereka selagi mereka tidak menganggu masyarakat lainnya.  Tapi 5 diantaranya sama sekali  tidak menerima LGBT adanya LGBT ini dilingkungan baik dari teman, tentangga, tamu, ataupun kelurga dalam perkawinan alasan merupakan perilaku menyimpang dan melanggar norma agama, dengan kata lain lain masyarakat memiliki jarak social  dengan Kelompok  LGBT ini artinya masyarakat masih memiliki prasangka terhadap LGBT. Sedangkan 7 informan menerima keberdaan LGBT dalam lingkungan tempat tinggalnya ataupun dalam dunia pekerjaan selagi mereka tidak menganggu keluarga ataupun masyarakat lainnya. Hasil kesimpulan bahwa Jarak Sosial Masyarakat Dengan Kelompok LGBT Desa Salilama Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo. Menunujukkan bahwa masyarakat menerima keberdaan LGBT dilingkungannya.  Kata Kunci: Jarak Sosial, Masyarakat, LGBT
Dampak Covid-19 Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Kelurahan Karombasan Utara Kecamatan Wanea Kota Manado Kogoya, Miskin; Tumengkol, Selvie; Paat, Cornelius
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status adalah kedudukan seseorang dalam satu kelompok dan hubungannya dengananggota lain dalam kelompok itu, atau kedudukkan sesuatu kelompok berbading dengankelompok lain yang lebih banyak jumlahnya oleh karena kedudukan seseorang dalam satukelompok itu berkaitan dengan apa yang dilakukanya atau yang diharapkan dilakukanmaka adalah berkaitan erat dengan peranan dalam sebuah keluarga peranan seorang iburumah tangga sangat penting dalam rangka meningatkan status sosial keluarga pernahtersebut yang biasanya dilakukan oleh kepala rumah tangga, namun dengan segalahketerbatasan menyebabkan ibu rumah tangga turun tangan membantu para suami, haltersebut merupakan fenomena umum tidak terkecuali untuk para ibu rumah tangga yang ada di Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif untuk peranan dari ibu rumah tangga dalam meningatkan status sosial keluarga dengan menggunakan 4 informan menyesuaikan dengan kondisi yang ada pada masa pembatasan sosial dengan menggunakan beberapa instrumen seperti telepongenggaman aplikasi pendukung lain penelitian ini berfokus pada peran ibu rumah tanggadalam meningkatkan status sosial dengan berkaca pada teori dari Joseph Roucek dan Roland Waren (1984:81) mengatakan bahwa faktor utama penentuan kelas sosial adalah jenis kegiatan ekonomi jumlah pendapatan, jenis dan jumlah pendidikan formal, keanggotaan dalam berbagaisatuan. Dari hasil penelitian-penelitian menyimpulkan dari keempat aspek yang dibahas tentang status sosial maka hanya aspek dalam berbagai persatuan yang dianggap belum terlalu penting, para infoman mengedepankan kebutuhan primer untuk meningkatkan status sosial keluarganya. Kata Kunci : Ibu Rumah Tangga, Status Sosial, Keluarga