Ani Hastuti Arthasari
Universitas Amikom Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KINERJA HIJAU MELALUI RETROFITTING STUDI KASUS : PEKERJAAN PENGUBAHSUAIAN BANGUNAN PIP2B DIY Arthasari, Ani Hastuti
MODUL Vol 20, No 01 (2020): MODUL vol 20 nomor 1 tahun 2020 (10 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.652 KB) | DOI: 10.14710/mdl.20.01.2020.57-65

Abstract

Permasalahan yang terjadi di hampir semua negara adalah kemiskinan, kesenjangan sosial dan lingkungan. Di sisi lain, pembangunan terus dilakukan untuk mendukung semua kegiatan kehidupan manusia. Arsitektur sebagai ilmu perancangan dapat berperan dalam mengarahkan pembangunan agar dalam proses perancangan dan pelaksanaannya dapat menciptakan harmonisasi ekonomi, sosial dan lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan juga didukung oleh pemerintah pada level kebijakan berupa Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 02/PRT/M/2015 Tentang Bangunan Gedung Hijau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan konsep bangunan hijau pada kegiatan pengubahsuaian (retrofitting) Bangunan Kantor Pusat Informasi Pengembangan Pemukiman dan Bangunan yang dinilai dengan tolok ukur dan kriteria Permen PU No 2 Tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif induktif dengan pendekatan deskriptif. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi pada ilmu pengetahuan arsitektur terutama mengenai konsep dan pemeringkatan bangunan hijau. Hasil yang didapatkan adalah gambaran upaya yang bisa dilakukan untuk menaikkan nilai peringkat bangunan pra hijau menjadi bangunan hijau
Peningkatan Identitas Tempat Pasar Telo Karangkajen Yogyakarta Ani Hastuti Arthasari; Muhammad Deni Iskandar; Yusril Akhmad Hudhanto; Listia Nisa Ayu
MODUL Vol 22, No 2 (2022): MODUL vol 22 nomor 2 tahun 2022 (7 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.22.2.2022.109-118

Abstract

Penelitian tentang identitas tempat (place identity) banyak dilakukan dengan dilatarbelakangi pada kondisi hilangnya kekhasan (distinctiveness) yang menjadi pembeda antara satu tempat dengan tempat lainnya, sehingga diperlukan upaya-upaya untuk memunculkan atau mengembalikan kekhasan tempat-tempat tersebut. Pasar Telo Kararangkajen merupakan pasar tradisional yang menjual singkong dan ubi, berlokasi di Jalan Sisingamangaraja Karangkajen Yogyakarta. Pasar ini merupakan satu-satunya pasar khusus yang memperdagangkan singkong dan ubi, sehingga dikategorikan ke dalam jenis pasar tradisional khusus. Secara kegiatan perdagangan sudah ada kekhasan (distinctiveness) di lokasi ini, yaitu pada komoditas dagangannya. Namun tidak demikian halnya pada wujud bangunannya. Berangkat dari hal tersebut, lokasi Pasar Telo dianggap memiliki keunikan aktivitas pengguna dimana aktivitas adalah salah satu faktor yang memiliki pengaruh kuat pada sebuah identitas tempat. Dengan penekanan pada penelitian keruangan arsitektural maka penelitian ini berfokus pada identifikasi fisik lingkungan pasar, aktivitas (termasuk interaksi, konektivitas dan kohesi) yang khas dari pengguna, dan upaya meningkatkan identitas tempat secara fisik melalui usulan perancangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui identifikasi fisik lingkungan pasar, aktivitas (termasuk interaksi, konektivitas dan kohesi) yang khas dari pengguna, serta upaya meningkatkan identitas tempat secara fisik melalui usulan perancangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif induktif. Dalam pembahasannya menggunakan pendekatan metode deskriptif. Tahap penelitian yang dilakukan pertama kali adalah membuat analisa fisik arsitektural yang ada di Pasar Telo Karangkajen. Kemudian melihat pola aktivitas pengguna pasar menggunakan pemetaan perilaku (behaviour mapping) serta mendefinisikan kekhasan yang muncul dalam perilaku pengguna. Sehingga didapatkan identitas eksisting Pasar Telo Karangkajen. Tahapan terakhir adalah melakukan upaya peningkatan identitas yang ada melalui rancangan fisik arsitektural, termasuk pada penataan muka bangunan, street furniture, dan penanda (signage). Luaran yang diharapkan adalah publikasi jurnal nasional dan penerbitan HaKi. Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan perluasan studi kasus atas peminatan topik place identity, serta untuk memberikan informasi mengenai hal-hal apa saja yang dapat diterapkan pada desain Pasar Telo Karangkajen untuk memperkuat kekhasan lokal setempat. Kondisi fisik arsitektural dapat ditangkap oleh panca indera (overt) mempengaruhi pengguna di Pasar Telo, hal ini juga didukung oleh adanya aktivitas sebagai hal yang tak nampak (covert) namun bisa dirasakan sebagai suatu kekhasan yang dapat meningkatkan identitas Pasar Telo Karangkajen.
PENATAAN KAWASAN BANTARAN SUNGAI WINONGO DI PRINGGOKUSUMAN DAN TEGALREJO DENGAN PENDEKATAN ECO-SETTLEMENT Fadluloh, Mutasim; Arthasari, Ani Hastuti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Winongo River is one of the rivers in Yogyakarta City which has slum areas on its banks. Slum and crowded settlements, inappropriate infrastructures, and lack of public awareness of environmental sustainability, are the most existing conditions we could find in this area. The design problem which would be solved by this research is how to plan and design The Winongo riverbanks using the eco-settlement design approach. The aim of this research is to gain some design proposals of the Winongo Riverbanks area, specially at its settlements area. Methods of this research is analyzing the existing condition using its primary and secondary data to make some design concepts and design using eco-settlement approach. This research sets the eco-settlement aspects, which consists of ecological, social, and economical aspects.  These aspects conduct the design form. The design on ecological aspects consist of spatial zoning, design of livable house, infrastructure, and neighborhood greenery. The design on social aspects consist of making some social space design in accordance with the spatial theme. The design on economical aspects consist of accessibility facilities and spaces for economic development for the inhabitans, such as urban farming area, communal animal husbandry, and trash bank.  Abstrak: Sungai Winongo adalah salah satu sungai di Kota Yogyakarta dengan wilayah kumuh di bantarannya. Kondisi yang ditemui pada kawasan adalah permukiman kumuh padat penduduk dengan sarana prasarana dasar yang tidak memadai, serta minimnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. Permasalahan perancangan yang akan diselesaikan melalui penelitian ini adalah bagaimana menata kawasan bantaran Sungai Winongo di Kelurahan Pringgokusuman dan Kelurahan Tegalrejo dengan pendekatan eco-settlement, sebagai bentuk upaya menciptakan pemukiman ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan usulan rancangan penataan kawasan Bantaran Sungai Winongo utamanya di kawasan pemukimannya. Metode penelitian menggunakan data primer dan sekunder untuk dasar analisis eksisting yang akan menjadi acuan utama dalam perencanaan dan perancangan penataan kawasan bantaran Sungai Winongo di Pringgokusuman dan Tegalrejo. Hasil analisis tersebut dirumuskan menjadi konsep desain dengan pendekatan eco-settlement, dan diwujudkan dalam rancangan. Penelitian ini menetapkan aspek-aspek eco-settlement yang digunakan sebagai dasar konsep perancangan dan diterapkan dalam rancangan, yaitu terdiri dari aspek ekologi, sosial, dan ekonomi. Pada aspek ekologi berupa penataan zonasi, perancangan model rumah layak huni, sarana prasarana dasar, dan penghijauan. Pada aspek sosial berupa perancangan ruang-ruang sosial sesuai tema kawasan. Pada aspek ekonomi berupa sarana aksebilitas ekonomi dan ruang pengembangan ekonomi berupa area perkebunan urban, peternakan komunal, dan bank sampah.