Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ARAHAN PENGEMBANGAN PELAYANAN ANGKUTAN UMUM TERMINAL DAHLIA DI KOTA PONTIANAK Saputra, Tryadi Hermawan; Syafarudin, -; Putra, M.Fathaanuur S
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk daerah perkotaan, transportasi memagang peranan yang cukup penting untuk melakukan aktivitas di suatu perkotaan, jika disuatu perkotaan sistem transportasi umum tidak berjalan dengan efesien akan terjadinya peningkatan volume kendaraan saat berlalu lintas. Di Kota Pontianak, sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat, angkutan kota merupakan salah satu sarana yang menunjang aktivitas kegiatan di suatu perkotaan. Pada saat ini sistem transportasi umum kota Pontianak belum berjalan dengan efesien maka dari itu diperlukan lah arahan pengembangan sistem transportasi di Kota Pontianak.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif. Adapun teknik analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis yang dilakukan yaitu berupa analisis potensi dan permasalahan terminal,analisis pola perjalanan, analisis pendapatan ekonomi, analisis maksud perjalanan dan rencana untuk pengembangan pelayanan angkutan umum terminal di Kota Pontianak.             Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapatlah disimpulkan bahwa terminal Dahlia cocok untuk dijadikan sebagai terminal persinggahan yang dapat menghubungkan ke semua terminal di Kota Pontianak karena letaknya berada dipusat kota, jaringan pelayanan angkutan kota di Kota Pontianak belum memenuhi permintaan semua yang ada. Banyaknya permasalahan yang ada terminal di Kota Pontianak menjadikan terminal belum dapat berfungsi dengan efesien maka dari itu perlunya meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di terminal untuk menunjang kegiatan atau aktivitas diterminal saat beroperasi.  Kata Kunci : Pengembangan, Peningkatan, Terminal, Kota Pontianak
UJI GESER ADHESI DI LABORATORIUM UNTUK MEMPREDIKSI NILAI FRICTION BEBERAPA JENIS MATERIAL PONDASI TIANG PANCANG PADA TANAH LUNAK PONTIANAK Syafarudin, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.077 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i2.40786

Abstract

Kota Pontianak dan sekitarnya berada pada delta Kapuas, dengan kontur yang relatif datar dan sebagian besar lapisan tanahnya pada elevasi ± 0.00 s/d -14.00 D.P.L. merupakan lapisan tanah dengan konsistensi sangat lunak Dari data gradasi dan konsistensi tanah masuk klasifikasi ML (lunak kelempungan pasir sangat halus sedikit plastis) dan dari nilai kuat geser kohesi masuk golongan non kohesi. Menurut Tomlinsin (1981) dan Shermann Nottingham (1975), pada tanah berpasir atau non kohesi untuk di luar kota Pontianak kuat geser (friction) adhesi, dari material kayu lebih baik dibanding material beton dan baja.Hasil pengamatan uji kuat geser adhesi antara tanah lunak Pontianak versus material kayu, beton dan baja dengan uji geser langsung standar BM : PB "“ 0116 "“ 76 yang dimodifikasi pada kondisi terkonsolidasi "“ undrainase (CU) dengan derajat konsolidasi diatas 95% dan dengan kecepatan perpindahan horizontal (Vg) =1/mm/mt, dari 2 x pengulangan, trend menunjukkan pada nilai adhesi (a) dari material baja lebih baik dari material beton dan kayu. Namun nilai sudut geser adhesi (δ) untuk material kayu diatas material beton dan baja. Secara umum berdasarkan teori Couloumb didapat persamaan bidang gelincir adhesi berturut-turut untuk kayu   vs tanah lunak, Ï„ = 0.148 + σN. tan 17.4o, untuk beton vs tanah lunak Ï„ = 0.166 + σN. tan 12.3o dan untuk baja vs tanah lunak Ï„ = 0.171 + σN. tan 9.3o. Selain itu pola regangan bidang untuk semua material tiang terhadap tanah lunak menunjukkan pola regangan plastis (keruntuhan getas) dengan titik koordinat regangan leleh (εyield), yaitu pada rentang tegangan geser = 0.2 "“ 0.40 kg/cm2   dan regangan = 1 "“ 3%                  Kata kunci: uji geser adhesi di laboratorium; beberapa jenis materil tiang pancang pada tanah lunak