Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Integrated Lab Journal

ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU KULIT JENIS SHEEP CABRETTA LEATHER DAN SHEEP BATTING LEATHER DENGAN METODE EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY) DI PT. ADI SATRIA ABADI Trio Yonathan Teja Kusuma; Dhea Ayuliya
Integrated Lab Journal Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.373 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2016.%x

Abstract

Adanya persaingan antar perusahaan menyebabkan perusahaan harus mampu meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan dan menjaga agar proses produksinya tetap berjalan dengan lancar sehingga dapat memenuhi kebutuhan pelanggannya. Untuk dapat memenuhi permintaan pelanggan dan memperlancar kegiatan proses produksi, maka perusahaan perlu menetapkan pengendalian persediaan bahan baku agar bahan baku tetap terjaga ketersediaannya. Salah satu teknik yang digunakan dalam melakukan pengendalian persediaan bahan baku adalah dengan menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity). PT. Adi Satria Abadi merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri penyamakan kulit yang menghasilkan produk Sheep Cabretta Leather dan Sheep Batting Leather. Setelah dilakukan perhitungan, diperoleh bahwa jumlah bahan baku minimal (safety stock) selama proses pemesanan dilakukan untuk kulit domba jenis Sheep Cabretta Leather sebesar 4.545,30 sf, sedangkan untuk kulit domba jenis Sheep Batting Leather sebesar 794,24 sf. Untuk menjaga agar proses produksi tetap berlangsung dan tidak terjadi stock out, maka perusahaan harus melakukan pemesanan kembali untuk kulit domba jenis Sheep Cabretta Leather pada saat stok di gudang tersisa 13.454,09 sf, sedangkan untuk kulit domba jenis Sheep Batting Leather baru dilakukan pemesanan kembali saat stok digudang tersisa 2.350,94 sf. Dari pengolahan data yang telah dilakukan, diperoleh nilai total biaya persediaan untuk kulit domba jenis Sheep Cabretta Leather sebesar Rp. 344.477.987,00 per tahun, dan nilai total biaya persediaan untuk kulit domba jenis Sheep Batting Leather sebesar Rp. 143.997.462,00 per tahun.
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI PADA PAVABAKERY DENGAN MENGGUNAKAN METODE SCHEDULING Trio Yonathan Teja Kusuma
Integrated Lab Journal Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.962 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2018.%x

Abstract

Roti yang sempurna adalah roti yang melalui proses produksi secara terstruktur, dalam artian memenuhi standar. Dalam proses produksi terdapat bahan – bahan yang baik pula untuk menjaga kualitas roti tersebut, dalam hal ini operator juga berperan penting karena kemampuan operator dalam pembuatan roti juga menentukan kualitas output dari roti tersebut. Penelitian dilakukan pada perusahaan PAVABakery. Tujuan penelitian ini adalah untuk mnyelesaikan masalah penjadwalan pada proses produksi yang ada pada perusahaan PAVABakery dengan objek penelitian tertentu dan dengan menggunakan data yang telah didapatkan pada proses observasi tersebut dengan menggunakan metode scheduling.Penelitian ini akan melakukan perbandingan metode yaitu Shortest Processing Time, FCFS (First Come First Serve), Slack, Early Due Date, Moore, Longest Processing Time, dan Critical Ratio.Pengolahan data  menggunakan aplikasi POM for Windows sebagai alternatif guna membantu pengambilan keputusan. Setelah dilakukan proses pengolahan data dan analisis hasil yang didapatkan adalah dengan menggunakan metode Shortest Pocessing Time (SPT) pada scheduling didapatkan hasil yang paling optimal dari metode scheduling lainnya dengan data sebagai berikut total flow timenya adalah 39068.34 dengan total waktu produksi adalah 13938.31, total job work (processing) time since start adalah 39068,34, completing time nya adalah 39068,34 dan average nya adalah 7813,67, jumlah total late nya adalah 0 dan average nya adalah 0. Dan nilai average # job in system (since strat) adalah 2,8 dan nilai utilization (since start) nya adalah 0,36. urutan pekerjaan yaitu Roti kecil, Semis Spesial, Roti Sobek Biasa, Roti Sobek Spesial, dan Pisang Cokelat. Setelah ditemukan metode yang paling optimal berdasarkan data yang ada, diharapkan penelitian ini dapat membantu untuk meningkatkan produktifitas roti dan menjaga kualitas dari roti tersebut.
PENENTUAN JUMLAH TENAGA KERJA OPTIMAL UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIFITAS KERJA (STUDI KASUS : UD.REKAYASA WANGDI W) Trio Yonathan Teja Kusuma; Muhammad Farid Salafudin Firdaus
Integrated Lab Journal Vol. 7 No. 2 (2019): Integrated Lab Journal
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.419 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2019.20197203

Abstract

UD. Rekayasa Wangdi W adalah salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai mesin dengan inovasi-inovasi yang dikembangkan sendiri. Berbagai mesin dengan tingkat kerumitan berbeda-beda dikerjakan dengan 49 orang pegawai. 49 orang pegawai tersebut teridiri dari 34 orang pada bagian produksi dan 15 orang pada bagian administrasi dan pemasaran. Permasalahan yang terjadi adalah UD. Rekayasa Wangdi W tidak mampu memenuhi semua permintaan di setiap tahunnya. Terhitung rata-rata permintaan per tahun adalah 176 unit mesin dan yang dapat diselesaikan hanya 136 unit. Dari hasil observasi yang dilakukan, didapat bahwa salah satu penyebab terjadinya masalah tersebut adalah semakin kompleksnya mesin-mesin yang dipesan oleh konsumen. Kompleksitas mesin tersebut menyebabkan waktu proses menjadi lebih lama, sehingga dengan jumlah karyawan yang ada saat ini tidak mampu untuk menyelesaikan proses produksi secara tepat waktu. Dari permasalahan tersebut maka diperlukan perhitungan untuk menentukan jumlah karyawan yang optimal, agar dapat memenuhi permintaan. Perhitungan diawali dengan membagi tipe mesin dibagi kedalam 4 level, yaitu level Rumit Besar, Rumit Kecil, Tidak Rumit Besar, dan Tidak Rumit Kecil. Penentuan jumlah karyawan dilakukan dengan jalan menentukan waktu siklus, waktu normal , waktu standar dalam proses pembuatan mesin. Dari hasil perhitungan waktu standar selanjutnya ditentukan jumlah karyawan yang optimal. Jumlah karyawan yang optimal didapatkan sebesar 49 orang, sedangkan UD Rekayasa Wangdi W baru memiliki 34 orang. Oleh karena itu maka perlu ada penambahan sebanyak 15 orang. Dengan penambahan sejumlah 15 orang , diharapkan UD Rekayasa Wangdi W mampu meningkatkan produktifitas dan mampu memenuhi pesanan.