Kedisiplinan terhadap peraturan sebuah organisasi akan memengaruhi produktivitas seorang pegawai. Ketika seorang pegawai sudah menegakkan kedisiplinan maka akan membentuk suatu rutinitas yang baik dan seorang pegawai dapat menyelesaikan suatu pekerjaan sesuai target. Salah satu tindakan disiplin dari seorang pegawai adalah mematuhi jam kerja yang sudah ditetapkan oleh suatu organisasi. Dengan adanya permasalahan terkait kedisiplinan, penelitian ini memanfaatkan metode WiFi probe untuk mengetahui bagaimana tingkat kedisiplinan dan produktivitas seorang pegawai. Penentuan tingkat produktivitas diukur dengan mengetahui waktu siklus seorang pegawai dalam melakukan penyelesaian ticket. Waktu siklus nantinya dikalkulasi dengan faktor kelonggaran agar waktu yang dihasilkan lebih akurat. Sehingga didapatkan waktu standar seorang pegawai dalam menyelesaikan suatu ticket. Total waktu kerja ditentukan mulai dari perangkat seorang pegawai tersebut terdeteksi pertama kali dan terdeteksi terakhir kali di wilayah kerjanya. Total waktu kerja yang tercatat di WiFi probe dibagi dengan waktu standar untuk menentukan standar minimal ticket yang harus diselesaikan seorang pegawai setiap harinya. Namun jika seorang pegawai terdeteksi keluar dari wilayah kerjanya, ini akan mengurangi total waktu kerja yang ada. Hasil perbandingan dari standar produktivitas dan ticket yang diselesaikan, semua staf tergolong produktif. Walaupun satu dari tiga staf memiliki standar produktivitas yang berbeda dan lebih kecil. Hal ini diakibatkan oleh pola mobilitas atau masalah dalam pencatatan penyelesaian ticket.