Julita B Manuhutu
Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Pattimura

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PENYERAPAN LOGAM TIMBAL (Pb) OLEH TANAMAN LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata) Lifia Meiliza Wiyono; Nazudin Nazudin; Julita B Manuhutu
Molluca Journal of Chemistry Education (MJoCE) Vol 12 No 2 (2022): MJoCE
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/MJoCEvol12iss2pp119-127

Abstract

Fitoremediasi adalah penggunaan tanaman untuk pembersihan tanah yang terkontaminasi, sedimen, atau air. Tanaman yang digunakan adalah Sansevieria trifasciata. Dalam penelitian ini, digunakan pupuk organik untuk mempercepat proses penyerapan logam berat ke jaringan tanaman sehingga kandungan logam berat dalam tanah dapat berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Pb yang diserap oleh S. trifasciata, pengaruh penambahan pupuk organik terhadap penyerapan Pb oleh S. trifasciata, dan nilai BCF dan TF. Penelitian ini dilakukan dengan menambahkan 60 gr dan 80 gr pupuk kandang kotoran ayam pada tanah yang telah di tanami S. trifasciata selama 1 minggu setelah itu disirami larutan timbal 400 ppm dan dibiarkan selama 31 hari. Kemudian dianalisis menggunakan spektroskopi serapan atom (SSA). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar Pb pada akar dan daun P1 yaitu 49,83 ppm dan 3,81 ppm; pada akar dan daun P2 yaitu 69,76 ppm dan 10,69 ppm; sedangkan pada akar dan daun P3 yaitu 206,92 ppm dan 8,33 ppm. Pengaruh dari penambahan pupuk organik yaitu dapat meningkatkan penyerapan Pb dari tanah ke tanaman. Nilai BCF dan TF berturut-turut adalah pada P1 : 0,89 dan 0,08; P2 : 1,56 dan 0,15 dan P3 : 4,18 dan 0,04. Kata Kunci : Fitoremediasi, Pupuk Organik, Logam Timbal, Sansevieria Trifasciata.
EFISIENSI DAN KAPASITAS ADSORPSI KARBON AKTIF DARI KULIT JAGUNG UNTUK MENURUNKAN KADAR LOGAM Fe Sahania, Ria Resti; Utubira, Yeslia; Manuhutu, Julita B.
Molluca Journal of Chemistry Education (MJoCE) Vol 14 No 1 (2024): MJoCE
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Pattimura (Chemistry Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Educational Sciences, Pattimura University)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/MJoCEvol14iss1pp60-69

Abstract

Kelimpahan kulit jagung dari hasil panen belum dimanfaatkan dengan maksimal sehingga masih menjadi limbah. Salah satu upaya untuk memaksimalkan pemanfaatan limbah kulit jagung adalah sebagai adsorben karbon aktif. Kulit jagung dikarbonisasi pada suhu 320oC selama 2 jam, dan diaktivasi menggunakan KOH selama 24 jam. Berdasarkan hasil analisis dengan Surface Area Analyzer (SAA) diperoleh luas permukaan karbon aktif 1.35896 m2/g, volume pori total 3.0099 cm3/g dan diameter pori rata-rata 4.4297 nm, yang menunjukkan bahwa pori karbon aktif kulit jagung berukuran mesopori. Kulit jagung memiliki kemampuan sebagai adsorben yang dapat mengikat adsorbat yaitu logam Fe. Pengukuran kadar logam Fe sebelum dan sesudah pengontakan menggunakan analisa Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Variasi waktu kontak yang dilakukan yaitu 15, 30, 45, 60, 90 dan 120 menit terhadap larutan Fe 20 ppm. Diperoleh hasil kemampuan penyerapan logam Fe berturut-turut sebesar 0.4366 mg/L, 1.0515 mg/L, 0.4499 mg/L, 0.5527 mg/L, 0.4781 mg/L dan 0.5272 mg/L. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa efisiensi dan kapasitas adsorpsi yang optimum terdapat pada waktu kontak 30 menit dengan massa adsorben 0.5 gram, masing-masing adalah 26,288% dan 1.0515 mg/g. Keywords: Kulit Jagung, Karbon Aktif, Adsorben, Logam Fe, efisiensi dan kapasitas adsorpsi
Bioaccumulated Mercury by Several Types of Plants in Ex-Traditional Gold Processing Area, Gogorea Village, Buru Island Mariwy, Abraham; Manuhutu, Julita B.; Frans, Defany
Indonesian Journal of Chemical Research Vol 9 No 2 (2021): Edition for September 2021
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ijcr.2021.9-abr

Abstract

This study examines the accumulation of metallic mercury by several types of plants in the traditional gold processing area in the village of Gogore, Buru district. The plants that were sampled in this study were guava, lempuyang gajah, and harendong bulu. These three plant species were chosen because they dominate the vegetation in the gold processing area. The analysis results showed that the lempuyang gajah was the plant that accumulated the highest mercury metal, namely in the roots of 16.79 ppm and the leaves of 15.03 ppm. Guava plants accumulated metal mercury in the roots and leaves of 11.73 ppm and 9.90 ppm, respectively. Meanwhile, harendong plants accumulated mercury in the roots and leaves of 2.59 ppm and 10.39 ppm, respectively. The BCF values ​​of guava, lempuyang gajah, and harendong bulu plants were 1.58, 0.41, and 0.39, respectively. Meanwhile, the TF values ​​of the three plants were 0.84, 0.89, and 4.01, respectively. From these results, it can be concluded that the three plants can accumulate mercury in high enough concentrations, so these three types of plants are categorized as hyper tolerant plants and accumulators.
Evaluation of Lead (Pb) Bioaccumulation Levels by sea grass (Enhalus acoroides) at Tulehu Village Port Mariwy, Abraham; Manuhutu, Julita B.; Tuhalauruw, Debby E.
Indonesian Journal of Chemical Research Vol 13 No 1 (2025): Edition for May 2025
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ijcr.2025.13-mar

Abstract

This research aims to study the level of heavy metal Pb bioaccumulation by sea grass (Enhalus acoroides) in the waters of Tulehu Village, Central Maluku Regency, where the type of particles and Pb content in sediment, roots and leaves are important variables for studying the accumulation and translocation of Pb metal ions by sea grass. Lead (Pb) content in sediment, roots and leaves of sea grass was measured using an atomic absorption spectrophotometer. The ability to accumulate and translocate lead (Pb) in sea grass (Enhalus acoroides) is known from the BCF (bioconcentration factor) and TF (translocation factor) values. The results of the study showed that the type of sediment particle grains at point I was 2.92% gravel, 86.67% sand, 26.67% mud, the size of sediment grains at point II was 16.67% gravel, 82.94% sand, 2.35% mud, and the size of sediment grains at point III was 19.77%, 64.58% sand, 1.04% mud. The Pb metal content produced at point I ranged from 4.80 mg/kg, point II ranged from 4.85 mg/kg and point III ranged from 4.44 mg/kg. The BCF values obtained at points I, II, and III were respectively 0.55; 2.20; 2.12.