Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Nilai Luber Jurdil dalam Pemilu dengan Model Noken di Papua Anggraini, Rooza Meilia
At-Tasyri': Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 02 (2023)
Publisher : Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Riyadlatul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tasyri.v4i2.441

Abstract

Banyaknya gugatan sengketa pemilu yang dilayangkan ke Mahkamah Konstitusi pada Pemilu Serentak 2019 dari Wilayah Indonesia bagian timur merupakan sebuah fenomana yang perlu dikaji. Papua merupaka provinsi terluas di Indonesia yang beberapa wilayahnya masih menerapkan sistem Pemilihan dengan Noken. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penerapan konsep Luber Jurdil dalam Pemilu yang menggunakan sistem Noken di Papua. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, jenis penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kepustakaan (Library Research) yang terkait dengan hukum normatif, karena dalam penelitian tersebut menggunakan bahan-bahan kepustakaan sebagai sumber data penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwasannya luber jurdil tidak lagi menjadi asas utama dalam pelaksanaan pemilu di wilayah ini, tetapi mereka menggunakan asas Lubet Jurdil (langsung, umum, bebas, dan terbuka, jujur dan adil). Asas ini telah mendapatkan legalitas dari MK yakni dengan dikeluarkannya Putusan MK No. 47-81/PHPU-A-VII/2009 sistem noken menjadi sistem yang dianggap legal yang mana putusannya bersifat final, langsung memperoleh kekuatan hukum sejak diucapkan dan tidak ada upaya hukum yang dapat ditempuh. Kata kunci: Sistem Noken, luber jurdil, putusan Mahkamah Konstitusi
Developing Halal Tourism in Ngebel Lake Ponorogo: An Analysis of DSN MUI Fatwa Number 108/DSN-MUI/X/2016 Sodiq, Auliya Ja'far; Anggraini, Rooza Meilia
Invest Journal of Sharia & Economic Law Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/invest.v4i1.8977

Abstract

This research aims to determine how to develop a Halal Tourism Area in Ngebel Lake Ponorogo in terms of DSN MUI Fatwa Number 108/DSN-MUI/X/2016. There are two discussions, namely: 1) How to implement halal tourism development in Ngebel Lake Ponorogo based on DSN-MUI Fatwa Number 108/DSN-MUI/X/2016 Guidelines for Organizing Tourism Based on Sharia Principles. 2) What is the inhibiting and supporting factors in the development of the Ngebel Lake Ponorogo tourism area based on the DSN-MUI Fatwa Number 108/DSN-MUI/X/2016 Guidelines for Organizing Tourism Based on Sharia Principles? The type of research carried out by the researchers is field research using qualitative methods. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The data analysis method used by researchers is inductive. The research results show that, first, the implementation of development based on DSN-MUI Fatwa Number 108/DSN-MUI/X/2016 has not been fully carried out in accordance with the guidelines for implementing halal tourism, even though it has fulfilled several development aspects as stated in the fatwa, namely, related to the provision of tourist-friendly Muslim facilities and services. Second, the fulfillment of implementation factors in accordance with DSN-MUI Fatwa Number 108/DSN-MUI/X/2016 influenced the success factors in supporting halal tourism activities at Ngebel Lake Ponorogo. However, the non-implementation of some of the supporting factors has created an obstacle in developing halal tourism in the Ngebel Lake Ponorogo area because it has not been implemented, as stated in the implementation guidelines according to Fatwa.
Analisis Hukum Islam Terhadap Transaksi Shopee PayLater Mahasiswa IAIN Ponorogo Maksum, Muh.; Saputri, Aurila Hardila; Anggraini, Rooza Meilia
Journal of Sharia Economic Law Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jshel.v1i2.4373

Abstract

Shopee PayLater adalah solusi pinjaman instan yang memberikan kemudahan. Praktik jual beli Shopee PayLater terdapat terdapat bunga minimal 2,95%. Selain adanya bunga, Shopee PayLater juga mengenakan denda keterlambatan sebesar 5% per bulan Shopee PayLater masih menjadi problem terkait hukumnya karena besaran bunga tidak disebutkan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan empiris. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Dari penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa mekanisme akad praktik jual beli menggunakan Shopee PayLater sudah memenuhi beberapa syarat dan rukun akad jual beli dan bai’ taqsith. Namun ada syarat yang tidak terpenuhi yaitu ketidakjelasan akad dimana tidak disebutkan besaran bunga, sehingga dapat menimbulkan unsur penipuan (gharar). Kedua, Transaksi Shopee PayLater yang dilakukan mahasiswa IAIN Ponorogo memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah memberikan kemudahan para penggunanya dalam melakukan transaksi, karena prosesnya yang cepat dan mudah. Hal ini sesuai dengan tujuan maqasid al-syariah yaitu untuk kemaslahatan atau memberikan manfaat yang baik. Sedangkan dampak negatif penggunaan Shopee PayLater adalah menjadikan para pengguna berperilaku konsumtif dan keinginan untuk terus menerus berutang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga hal tersebut bertentangan dengan maqasid syariah yaitu hifz al-aql (menjaga akal), hifz mal (menjaga harta), dan hifz al-din (menjaga agama).
Perspektif HAM Dan Maqashid Syari’ah Dalam Meninjau Kebijakan Hukuman Mati Dalam Undang Undang No. 1 Tahun 2023 Tentang KUHP Anggraini, Rooza Meilia; Maksum, Muh.; Dewi, Arlinta Prasetian
El-Dusturie Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/eldusturie.v3i2.9908

Abstract

The death penalty is a form of punishment whose existence is a topic of debate. Death penalty regulations in Indonesia experienced dynamics, until the enactment of Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code. In this latest law, the death penalty sanction can be changed to life imprisonment if the convict shows good behavior for 10 years. The aim of this research is to understand how the principles of human rights and maqashid sharia are applied in the death penalty policy regulated in Law no. 1 of 2023. This research is included in literature research with a legislative approach to question the existence of the latest regulations regarding the death penalty, whether they are in line with or contrary to human rights principles and maqashid sharia. The research results show that the change in the status of the death penalty is not in line with human rights. This happens because humans basically have the same rights to own their lives. The right to life must not be taken away by anyone, so those who have taken the lives of others without justifiable reasons, at the same time have ignored other universally respected human rights. Meanwhile, if viewed from the perspective of maqashid sharia, changes in provisions regarding the death penalty are not relevant to the objectives of sharia in terms of preserving the soul (hifdz an nafs), where there is no guarantee that the convict will not repeat the same act in the future. The results of this research should be able to evaluate the social impact and how the policy affects society and the legal system in Indonesia.
Developing Halal Tourism in Ngebel Lake Ponorogo: An Analysis of DSN MUI Fatwa Number 108/DSN-MUI/X/2016 Sodiq, Auliya Ja'far; Anggraini, Rooza Meilia
Invest Journal of Sharia & Economic Law Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/invest.v4i1.8977

Abstract

This research aims to determine how to develop a Halal Tourism Area in Ngebel Lake Ponorogo in terms of DSN MUI Fatwa Number 108/DSN-MUI/X/2016. There are two discussions, namely: 1) How to implement halal tourism development in Ngebel Lake Ponorogo based on DSN-MUI Fatwa Number 108/DSN-MUI/X/2016 Guidelines for Organizing Tourism Based on Sharia Principles. 2) What is the inhibiting and supporting factors in the development of the Ngebel Lake Ponorogo tourism area based on the DSN-MUI Fatwa Number 108/DSN-MUI/X/2016 Guidelines for Organizing Tourism Based on Sharia Principles? The type of research carried out by the researchers is field research using qualitative methods. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The data analysis method used by researchers is inductive. The research results show that, first, the implementation of development based on DSN-MUI Fatwa Number 108/DSN-MUI/X/2016 has not been fully carried out in accordance with the guidelines for implementing halal tourism, even though it has fulfilled several development aspects as stated in the fatwa, namely, related to the provision of tourist-friendly Muslim facilities and services. Second, the fulfillment of implementation factors in accordance with DSN-MUI Fatwa Number 108/DSN-MUI/X/2016 influenced the success factors in supporting halal tourism activities at Ngebel Lake Ponorogo. However, the non-implementation of some of the supporting factors has created an obstacle in developing halal tourism in the Ngebel Lake Ponorogo area because it has not been implemented, as stated in the implementation guidelines according to Fatwa.
Analisis Hukum Islam Terhadap Transaksi Shopee PayLater Mahasiswa IAIN Ponorogo: Analisis Hukum Islam Terhadap Transaksi Shopee PayLater Mahasiswa IAIN Ponorogo Maksum, Muh.; Saputri, Aurila Hardila; Anggraini, Rooza Meilia
Journal of Sharia Economic Law Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jshel.v1i2.4373

Abstract

Shopee PayLater adalah solusi pinjaman instan yang memberikan kemudahan. Praktik jual beli Shopee PayLater terdapat terdapat bunga minimal 2,95%. Selain adanya bunga, Shopee PayLater juga mengenakan denda keterlambatan sebesar 5% per bulan Shopee PayLater masih menjadi problem terkait hukumnya karena besaran bunga tidak disebutkan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan empiris. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Dari penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa mekanisme akad praktik jual beli menggunakan Shopee PayLater sudah memenuhi beberapa syarat dan rukun akad jual beli dan bai’ taqsith. Namun ada syarat yang tidak terpenuhi yaitu ketidakjelasan akad dimana tidak disebutkan besaran bunga, sehingga dapat menimbulkan unsur penipuan (gharar). Kedua, Transaksi Shopee PayLater yang dilakukan mahasiswa IAIN Ponorogo memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah memberikan kemudahan para penggunanya dalam melakukan transaksi, karena prosesnya yang cepat dan mudah. Hal ini sesuai dengan tujuan maqasid al-syariah yaitu untuk kemaslahatan atau memberikan manfaat yang baik. Sedangkan dampak negatif penggunaan Shopee PayLater adalah menjadikan para pengguna berperilaku konsumtif dan keinginan untuk terus menerus berutang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga hal tersebut bertentangan dengan maqasid syariah yaitu hifz al-aql (menjaga akal), hifz mal (menjaga harta), dan hifz al-din (menjaga agama).