Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRAKTIK HEGEMONI DALAM NOVEL ORANG-ORANG PROYEK KARYA AHMAD TOHARI (KAJIAN HEGEMONI GRAMSCI) AHMAD MAHADI, MAULANA
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel orang-orang proyek karya Ahmad Tohari merupakan sebuah yang di dalamnya menceritakan kehidupan para pekerja proyek untuk membangun jembatan desa Cibawor berhak untuk menyuruh para pekerja lantaran mempunyai tanggung jawab besar dalam membangun proyek yang di dalangi oleh Dalkijo yang ,merupakan bendahara GLM (Golongan Lestari menang. Tujuan dalam penelitian ini (1) Mendeskripsikan Praktik hegemoni melalui kebudayaan dalam sebuah novel Orang-Orang Proyek (2) Mendeskripsikan praktik hegemoni melalui kebudayaan dalam sebuah novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari. (3) Mendeskripsikan praktik hegemoni melalui ideologi dalam sebuah novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad tohari. (4) Mendeskripsikan praktik hegemoni melalui kaum intelektual dalam sebuah novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari. (5) Mendeskripsikan praktik hegemoni melalui kepercayaan populer dalam sebuah novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari.(6) Mendeskripsikan praktik hegemoni melalui hegemoni dalam sebuah novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan mimetik. Kemudian teknik pengumpulan data yang digunakan data dalam penelitian ini adalah baca catat.teknik analisis data menggunakan analisis deskripsi. Sumber data penelitian ini ialah novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari. Teori yang digunakan pada penelitian ini ialah teori hegemoni Gramsci. Teori tersebut digunakan untuk mengetahui praktik hegemoni melalui negara, praktik hegemoni melalui kebudayaan, praktik hegemoni melalui ideologi, dan praktik hegemoni melaluli kaum intelektual. Hegemoni melalui hegemoni, hegemoni melalui kepercayaan populer. Praktik hegemoni melalui negara adanya kekuasaan antara pihak penguasa politik GLM untuk membangun sebuah jembatan. Praktik hegemoni melalui kebudayaan yakni terdapat aksi dan reaksi dan tercipta sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh Kabul kepada para pekerja proyek. Praktik hegemoni melalui ideologi kabuki para pekerja terpengaruhi melalui bahasa, common sensei dan kepercyaan populer. Praktik hgemeoni melalui kaum intelektual. Sebagai insiyur lulusan teknik bisa menggorganisasikan para pekerjanya untuk membangunjembatan proyek agar cepat selesai. Praktik hegemoni melalui hegemoni yang dilakukan oleh partai GLM kepada para pekerja proyek baik dari kalangan atas sampai kalangan bawah. Praktik hegemoni melalui kepercayaan populer. Masyarakat para pekerja yang terdiri dari insinyur Kabul para pekerja dan mempercayai pembangunan proyek adanya korupsi untuk mendapatkan keuntungan Kata Kunci: Jembatan, Novel, Hegemoni Gramsci.
ANALISIS KELEMBAGAAN DESA DALAM SISTEM KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA Ahmad Maula Hadi
Khazanah Multidisiplin Vol 1, No 1 (2020): Khazanah Multidisiplin
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/km.v1i1.9698

Abstract

Era reformasi menuntut lembaga-lembaga dalam struktur ketatanegaraan di Indonesia untuk terus berkembang dengan harapan kebutuhan masyarakat terhadap demokrasi terpenuhi. Tidak sedikit lembaga yang bermunculan pasca reformasi, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah, namun tidak sedikit pula lembaga-lembaga yang bermunculan ini menimbulkan banyak persoalan baru. Sebagaimana lembaga pemerintah Desa yang secara kelembagaan semakin dikuatkan dengan adanya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Semangat penguatan Desa secara kelembagaan diharapkan dapat muncul kemandirian Desa dalam menyejahterakan masyarakatnya. Akan tetapi, secara struktur kelembagaan, penguatan lembaga pemerintah Desa, baik secara kedudukan, maupun kewenangannya, justru memunculkan ketidakjelasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami gambaran Desa secara struktur kelembagaan berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa dengan fokus penelitian kepada status hukum, fungsi hukum, kedudukan hukum, dan peranan lembaga tersebut dalam konstruksi hukum tata negara.Hasil yang diperoleh dari makalah ini adalah 1)/ Desa yang merupakan lingkup organisasi atau susunan pemerintahan terkecil dan lebih dekat dengan masyarakat, mempunyai peran penting dalam menjalankan otonomi yang diamanatkan oleh konstitusi sebagai jalan menuju rakyat yang sejahtera. Penting juga karena desa merupakan satuan terkecil dari bangsa ini yang menunjukkan keragaman Indonesia. Selama ini terbukti keragaman tersebut telah menjadi kekuatan penyokong bagi tegak dan eksisnya bangsa. Sehingga penguatan Desa secara status dan kedudukannya tidak dapat ditawar lagi. 2) Penguatan lembaga pemerintah Desa menimbulkan dampak yang tidak sedikit. Apabila dilihat dari penguatan kewenangannya, maka potensi menciptakan Desa yang otonom tidak dapat terhindarkan. Akan tetapi, potensi ke arah otonomi Desa tidak akan berjalan apabila pemerintah Desa dan masyarakatnya tidak menunjukkan kemandirian. Kata Kunci: Lembaga Daerah, Desa, dan Pemerintahan Desa.