Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN LAUT MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2014 TENTANG KELAUTAN Lambonan, Jestika Erika
LEX ET SOCIETATIS Vol 8, No 2 (2020): Lex Et Societatis
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana terjadinya pencemaran lingkungan laut di wilayah perairan Indonesia  dan bagaimana penanggulangan pencemaran lingkungan laut menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 Tentang Kelautan. Dengan menggunakan metode peneltian yuridis normatif, disimpulkan: 1. Terjadinya pencemaran lingkungan laut di wilayah perairan Indonesia disebabkan oleh pencemaran yang berasal dari daratan, kegiatan di laut dan kegiatan dari udara.  Pencemaran laut dapat terjadi:  di wilayah perairan atau wilayah yurisdiksi atau dari luar wilayah perairan atau dari luar wilayah yurisdiksi Indonesia. Bencana Kelautan dapat terjadi disebabkan oleh pencemaran lingkungan; dan/atau pemanasan global.  Proses penyelesaian sengketa dan penerapan sanksi pencemaran laut dilaksanakan berdasarkan prinsip pencemar membayar dan prinsip kehati-hatian. 2. Penanggulangan pencemaran lingkungan laut menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 Tentang Kelautan dilaksanakan oleh pemerintah dengan menetapkan kebijakan penanggulangan dampak pencemaran laut dan bencana Kelautan melalui: pengembangan sistem mitigasi bencana dan pengembangan sistem peringatan dini (early warning system) serta pengembangan perencanaan nasional tanggap darurat tumpahan minyak di Laut dan pengembangan sistem pengendalian pencemaran Laut dan kerusakan ekosistem Laut termasuk pengendalian dampak sisa-sisa bangunan di Laut dan aktivitas di Laut.Kata kunci: Penanggulangan,  Pencemaran,  Lingkungan Laut
Heirs Lose Legal Protection When Land is Planned for Road Development in Indonesia Lambonan, Jestika Erika; Rasji, Rasji
Academia Open Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.12984

Abstract

General Background: Public infrastructure planning in Indonesia frequently triggers conflict between state development interests and private inheritance rights. Specific Background: The designation of inherited land for road development often occurs before heirs complete formal registration processes, creating uncertainty in their legal standing. Knowledge Gap: Despite clear expropriation requirements under the Basic Agrarian Law and the Land Acquisition Act, limited research examines how planning designations are misinterpreted to extinguish heirs’ rights without compensation. Aim: This study analyzes the extent of legal protection available to heirs when inherited land is included in a road-planning area, using a normative juridical approach and the Jakarta High Court Decision No. 225/PDT/2019 as a case study. Results: Findings show that planning documents are sometimes treated as automatically converting inherited land into state land, contrary to statutory due-process requirements, thereby depriving heirs of compensation and recognition. Novelty: The article exposes a critical doctrinal inconsistency in judicial reasoning and compares it with foreign eminent-domain standards that more robustly protect succession-based property rights. Implications: Strengthening heir verification, clarifying administrative procedures, and reforming land-acquisition governance are imperative to uphold constitutional property guarantees and prevent substantive injustice. Highlights: Highlights how road development planning can erode heirs’ legal protection before formal expropriation and compensation. Critically analyzes a Jakarta High Court decision that treats planned-road designation as automatically converting inherited land into state land. Proposes reforms such as mandatory heir verification and clearer procedures to align land acquisition with constitutional property guarantees. Keywords: Legal Protection, Heirs’ Rights, Land Acquisition, Road Development, State Land