Yusriza Yusriza
Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Hikmah Aceh Barat, Aceh, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGEMBANGAN PENDEKATAN BELAJAR TUNTAS (MASTERY LEARNING) DENGAN POLA KELOMPOK REMEDIAL UNTUK MENINGKATKAN KETUNTASAN DAN MOTIVASI BELAJAR FISIKA PADA SISWA SMPN 2 SAKTI KABUPATEN PIDIE Bustami Bustami; Yusriza Yusriza; Adlim Adlim
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.749 KB)

Abstract

Bias Perilaku dalam Keputusan Keuangan: Perspektif Ekonomi Perilaku Modern Yusriza Yusriza; Irhamna Irhamna; Evi Rahayu
Economia: Journal of Economics and Management Vol 4 No 2 (2025): Economia: Journal of Economics and Management
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of behavioral biases in the process of financial decision-making by employing the perspective of modern behavioral economics. In classical economic theory, individuals are assumed to be rational and capable of consistently maximizing utility. However, various findings in behavioral economics indicate that financial decisions are often influenced by psychological factors, cognitive limitations, and emotions. This article examines several common forms of behavioral biases, such as overconfidence bias, loss aversion, anchoring, and herd behavior, along with their implications for investment decisions, risk management, and financial planning. Through a conceptual analysis based on a review of the literature, this study explains how deviations from rationality can affect the quality of decisions and potentially generate market inefficiencies. In addition, the discussion highlights the relevance of integrating psychological and economic approaches to better understand the dynamics of individual financial behavior. The findings suggest that understanding behavioral biases is essential for improving financial literacy and enhancing the quality of decision-making, both at the individual and institutional levels. Therefore, the modern behavioral economics perspective makes a significant contribution to enriching contemporary financial analysis. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bias perilaku dalam proses pengambilan keputusan keuangan dengan menggunakan perspektif ekonomi perilaku modern. Dalam teori ekonomi klasik, individu diasumsikan rasional dan mampu memaksimalkan utilitas secara konsisten. Namun, berbagai temuan dalam ekonomi perilaku menunjukkan bahwa keputusan keuangan sering kali dipengaruhi oleh faktor psikologis, keterbatasan kognitif, serta emosi. Artikel ini mengkaji berbagai bentuk bias perilaku yang umum terjadi, seperti overconfidence bias, loss aversion, anchoring, dan herd behavior, serta implikasinya terhadap keputusan investasi, pengelolaan risiko, dan perencanaan keuangan. Melalui pendekatan analisis konseptual berbasis literatur, studi ini menjelaskan bagaimana penyimpangan dari rasionalitas dapat memengaruhi kualitas keputusan dan berpotensi menimbulkan inefisiensi pasar. Selain itu, pembahasan juga menyoroti relevansi integrasi pendekatan psikologi dan ekonomi dalam memahami dinamika perilaku keuangan individu. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap bias perilaku menjadi penting dalam meningkatkan literasi keuangan dan kualitas pengambilan keputusan, baik pada level individu maupun institusi. Oleh karena itu, perspektif ekonomi perilaku modern memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya analisis keuangan kontemporer.
Analisis Perilaku Konsumsi Mahasiswa dalam Perspektif Ekonomi Perilaku pada Era Digital Yusriza, Yusriza; Afhdal, Khairul; Syarifah Wilda, Naura; Amin, Muhammad
Economia: Journal of Economics and Management Vol 4 No 1 (2025): Economia: Journal of Economics and Management
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of the digital era has transformed students’ consumption patterns, which are increasingly influenced by easy access to technology and exposure to promotions. The emerging issue is that consumption behavior is not always rational and tends to be shaped by psychological factors. This study aims to analyze students’ consumption behavior from a behavioral economics perspective in the digital era. This research employs a qualitative approach using a literature review method through the analysis of relevant scholarly sources. The findings indicate that students’ consumption behavior is influenced by cognitive biases such as present bias, loss aversion, and impulsive buying. The digital environment reinforces these tendencies through promotions, algorithms, and convenient payment systems. In conclusion, behavioral economics provides a more relevant framework for explaining students’ consumption dynamics in the digital era. Therefore, improving financial literacy is essential to encourage more rational consumption decisions. Abstrak Perkembangan era digital telah mengubah pola konsumsi mahasiswa yang semakin dipengaruhi oleh kemudahan akses teknologi dan paparan promosi. Permasalahan yang muncul adalah perilaku konsumsi yang tidak selalu rasional dan cenderung dipengaruhi faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku konsumsi mahasiswa dalam perspektif ekonomi perilaku pada era digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka melalui analisis literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumsi mahasiswa dipengaruhi oleh bias kognitif seperti present bias, loss aversion, dan pembelian impulsif. Lingkungan digital memperkuat kecenderungan tersebut melalui promosi, algoritma, dan kemudahan pembayaran. Artikel ini berkesimpulan, ekonomi perilaku lebih mampu menjelaskan dinamika konsumsi mahasiswa di era digital. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi keuangan agar keputusan konsumsi lebih rasional.
Keadilan Distribusi dalam Ekonomi Syariah Perspektif Baqir al-Shadr Yusriza, Yusriza; Ida Irawan, Riska; Nadia, Nadia
Economia: Journal of Economics and Management Vol 3 No 2 (2024): Economia: Journal of Economics and Management
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the concept of distributive justice in Islamic economics with a focus on the thought of Muhammad Baqir al-Sadr. The background of this research is based on the increasing inequality in wealth distribution within modern economic systems, which have not been able to achieve optimal social justice. This study employs a qualitative approach using library research, examining the major work of Baqir al-Sadr, particularly Iqtisaduna, along with relevant supporting literature. The findings indicate that the concept of distribution in the thought of Muhammad Baqir al-Sadr is not positioned as the final stage of economic activity, but rather as an integral part of the economic system’s structure. Distributive justice is understood as a proportional principle that considers individual needs, contributions, and social responsibilities. Furthermore, distribution is realized through the integration of ownership structures, Islamic instruments such as zakat and waqf, and the role of the state in maintaining economic balance. This approach is not only corrective in addressing inequality but also preventive in avoiding the concentration of wealth. Thus, Baqir al-Sadr’s thought offers a comprehensive conceptual framework for achieving distributive justice and remains relevant in addressing contemporary economic challenges. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep keadilan distribusi dalam ekonomi syariah dengan fokus pada pemikiran Muhammad Baqir al-Sadr. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya ketimpangan distribusi kekayaan dalam sistem ekonomi modern yang belum mampu menghadirkan keadilan sosial secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research), dengan mengkaji karya utama Baqir Shadr, khususnya Iqtisaduna, serta berbagai literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep distribusi dalam pemikiran Muhammad Baqir al-Sadr tidak diposisikan sebagai tahap akhir dari proses ekonomi, melainkan sebagai bagian integral dari struktur sistem ekonomi Islam. Keadilan distribusi dipahami sebagai prinsip proporsional yang mempertimbangkan kebutuhan, kontribusi, dan tanggung jawab sosial individu. Selain itu, distribusi diwujudkan melalui integrasi antara struktur kepemilikan, instrumen syariah seperti zakat dan wakaf, serta peran negara dalam menjaga keseimbangan ekonomi. Pendekatan ini tidak hanya bersifat korektif terhadap ketimpangan, tetapi juga preventif dalam mencegah konsentrasi kekayaan. Dengan demikian, pemikiran Baqir Shadr menawarkan kerangka konseptual yang komprehensif dalam mewujudkan keadilan distribusi dan memiliki relevansi dalam menjawab tantangan ekonomi kontemporer.