andriyanti, liya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

APLIKASI TEORI DOROTHY OREM DALAM PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY Y DENGAN KASUS INFEKSI POST SECTIO CESARIA DI RUMAH SAKIT KOTA BENGKULU andriyanti, liya
Journal of Nursing and Public Health Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.982 KB) | DOI: 10.37676/jnph.v5i2.577

Abstract

Tanda dan gejala yang timbul pada infeksi post operasi jahitan dikulit perut terlihat merah dan meradang, terasa sangat gatal, keluar cairan putih kekuningan atau darah disela-sela jahitan, merasa panas di daerah jahitan, nyeri kalau ditekan. Peran perawat sangat penting dalam merawat pasien dengan infeksi Post SC antara lain sebagai pemberi pelayanan kesehatan, pendidik, pemberi asuhan keperawatan. Oleh karena itu, untuk dapat tercapainya tujuan praktek keperawatan secara optimal dan berkualitas, maka perlu mengembangkan ilmu dan praktek keperawatan salah satunya melalui penerapan model konseptual self care. Teori self care ini dikemukakan oleh Dorothy Orem, Fokus utama dari model konseptual self care ini adalah meningkatkan kemampuan seseorang atau keluarga untuk dapat merawat dirinya atau anggota keluarganya secara mandiri sehingga tercapai kemampuan untuk mempertahankan kesehatan dan kesejahteraannya. Jenis studi kasus ini adalah studi kasus infeksi post SC dengan aplikasi teori Orem dengan menggunakan metode deskriptif yaitu suatu metode yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara obyektif dan memusatkan perhatian pada objek tertentu. Dorothy Orem memberikan pelayanan keperawatan dengan memunculkan potensi pada tiap individu yang terganggu karena kondisinya sakit. Serta perawat memberikan motivasi kepada seorang klien untuk memenuhi kebutuhannya sendiri (self care) tanpa adanya ketergantungan pada orang lain. Sehingga pasien secara mandiri mengerti tentang pentingnya melakukan perawatan diri, untuk mencapai kesehatan yang optimal.