Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Patterns of Human Trafficking of Indonesian Migrant Workers: Case Study of the Riau Islands and Johor Border Crossing Sulaksono, Endro
Masyarakat: Jurnal Sosiologi Vol. 23, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this article, patterns of sending Indonesian migrant workers through the cross-border between the Riau Islands, Indonesia and Johor, Malaysia are examined. These patterns have implications for transnational crimes of human smuggling and trafficking. A new pattern involving Indonesian migrant workers was revealed. The migrant workers enter and reside in the destination country legally and subsequently become illegal migrants because the employer or the company does not extend their contracts. This pattern differs from two other patterns that are commonly practiced and are well-known: legal entry and illegal stay, if migrant workers work in a destination country without working permits; and illegal entry and illegal stay, if migrant workers enter a destination country through illegal mediums and work there without valid documents. This finding enriches previous studies on patterns involved in people smuggling and human trafficking with emphasizes that Indonesian migrant workers’ vulnerability cannot be reduced to mere proceduralbureaucratic matters. This research employed the case study method. The primary data was collected by conducting in-depth interviews with Indonesian migrant workers who became victims of human trafficking as key informants.
Disharmoni Hak Migran di Wilayah Perbatasan Berimplikasi Kejahatan Perdagangan Manusia di Luar Negeri Sulaksono, Endro
Jurnal Keamanan Nasional Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL KEAMANAN NASIONAL VOL 2 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi migran merupakan hak migran untuk mencari peluang kehidupan yang lebih baik di daerah tujuan.Tidak selamanya tujuan migrasi sesuai harapan, terdapat fenomena kasus keimigrasian dan korban perdagangan manusia bagi buruh migran Indonesia di luar negeri yang berimplikasi terhadap kewibawaan pemerintah Republik Indonesia. Permasalahan terjadi karena adanya disharmoni hak migran yang dihadapkan pada dua pilihan yang belum terselesaikan antara pemahaman prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia dengan prinsip-prinsip penegakan hukum keimigrasian. Melalui pemolisian diharapkan dapat mengatasi permasalahan dengan mengedepankan kemitraan antara masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menciptakan keteraturan sosial.
Keamanan Lintas Perbatasan Studi Migran Ilegal antara Batam dan Johor Sulaksono, Endro
Jurnal Keamanan Nasional Vol. 2 No. 2 (2016): JURNAL KEAMANAN NASIONAL VOL 2 NO 2 TAHUN 2016
Publisher : Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini fokus terhadap fenomena kegiatan penyelundupan korban perdagangan perempuan ilegal Indonesia ke Malaysia. Modus yang digunakan memiliki pola legal entry and illegal stay, serta illegal entry and illegal stay melalui jalur lintas perbatasan antara Batam dan Johor. Isu ini menarik perhatian dan menjadi isu serupa di berbagai negara terkait dengan ancaman kejahatan lintas perbatasan yang berimplikasi terhadap keamanan perbatasan. Berawal dari kegiatan migrasi yang diakui sebagai hak setiap warga negara dengan harapan mendapatkan perubahan ekonomi yang lebih baik, namun kenyataannya menimbulkan masalah baru. Implikasinya, menurunkan kewibawaan negara asal karena warganya telah menciptakan masalah baru bagi negara tujuan. Melalui konsep policing, Polri dapat mengembangkannya melalui pemolisian masalah lintas perbatasan untuk melakukan pencegahan. Hal ini dapat dijadikan acuan dalam merumuskan, mengimplementasikan, dan mengawasi terhadap kebijakan Polri terkait keamanan perbatasan.