Kusmiyanti, Margaretha
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALIZATION OF BREASTFEEDING TECHNIQUES USING “BREAST MODELS” Suhaid, Dewi Novitasari; Margaretha Manungkalit, Eviyani; Kartiko Kusumo Wardani, Dyah Woro; Ida Pratiwi, Agustina; Leoni Irawan, Yetty; Kusmiyanti, Margaretha
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v7i3.2026

Abstract

Exclusive breastfeeding is an attempt at enhancing the health and survival of infants during the initial 6 months of life. The World Health Organization (WHO) states that 2 out of 3 infants worldwide do not receive exclusive breastfeeding for the full 6 months. According to UNICEF, it is projected that by 2022, less than half (48%) of infants globally will be exclusively breastfed. The advantages of exclusive breastfeeding for infants encompass the acquisition of antibodies to prevent exposure to diseases, facilitation of brain and physical development, and mitigation of the risk of stunting. The successful practice of exclusive breastfeeding is profoundly affected by both intrinsic and extrinsic factors. Among the intrinsic factors that impact breastfeeding behavior, knowledge stands out. Insufficient or inaccurate information regarding the benefits of breastfeeding, the mechanism of milk production, as well as attachment and breastfeeding positions, are subjects that contribute to challenges in the breastfeeding process. Elevating awareness and comprehension of breast anatomy, milk production mechanisms, and proper attachment during breastfeeding among postpartum mothers will heighten self-efficacy concerning belief in behavioral change. Community service initiatives employ the health education approach utilizing a replica model of breast anatomy. The counseling sessions target parents (both husband and wife) undergoing postnatal health monitoring, and who are recipients of care in the postnatal care unit. The outcomes of this undertaking reveal a noteworthy 35% enhancement in participants' knowledge subsequent to receiving information on breast anatomy, milk production, and proper attachment."
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIANAANEMIA GRAVIDARUM DI PUSKESMAS KECAMATAN KALIDERES Dewi, Ni Nyoman Sri Artina; W, Lorensia Panselina; Kusmiyanti, Margaretha
Jurnal Reproductive Health Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v10i2.6736

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi anemia pada ibu hamil di DKI Jakarta masih tinggi (43,5%). Anemia kehamilan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan, jarak kehamilan, asupan zat besi, KEK, status gizi, infeksi, usia, kepatuhan konsumsi tablet Fe, serta tingkat pengetahuan dan sosial ekonomi. Kurangnya pengetahuan dan sumber informasi turut berperan dalam tingginya kejadian anemia. Pencegahan anemia dapat dilakukan melalui perbaikan pola makan, konsumsi makanan bergizi seimbang, dan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan Tujuan: untuk melihat faktor – faktor yang berpengaruh terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kalideres. Metode: menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk menilai pengetahuan dan sumber informasi ibu hamil tentang anemia gravidarum. Jenis data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan alat pengukuran atau alat pengambil data, langsung pada subyek sebagai sumber informasi yang dicari.   Hasil: 95 ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kalideres menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami anemia (74,7%), sedangkan 25,3% mengalami anemia. Mayoritas ibu hamil berada pada usia reproduktif (83,2%), berstatus nullipara (46,3%), tidak bekerja (69,5%), dan memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia gravidarum (91,6%). Kesimpulan: adanya hubungan antara umur, paritas, pengetahuan, kepatuhan konsumsi tabet Fe dan sikap pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kalideres terhadap anemia gravidarum dan Faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian anemia gravidarum di Puskesmas Kecamatan Kalideres adalah dengan Odds Ratio terbesar, yaitu variabel sikap dengan nilai p value 0.006 (< 0. 05) dan OR 5.071