Latar Belakang: Prevalensi anemia pada ibu hamil di DKI Jakarta masih tinggi (43,5%). Anemia kehamilan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan, jarak kehamilan, asupan zat besi, KEK, status gizi, infeksi, usia, kepatuhan konsumsi tablet Fe, serta tingkat pengetahuan dan sosial ekonomi. Kurangnya pengetahuan dan sumber informasi turut berperan dalam tingginya kejadian anemia. Pencegahan anemia dapat dilakukan melalui perbaikan pola makan, konsumsi makanan bergizi seimbang, dan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan Tujuan: untuk melihat faktor – faktor yang berpengaruh terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kalideres. Metode: menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk menilai pengetahuan dan sumber informasi ibu hamil tentang anemia gravidarum. Jenis data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan alat pengukuran atau alat pengambil data, langsung pada subyek sebagai sumber informasi yang dicari. Hasil: 95 ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kalideres menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami anemia (74,7%), sedangkan 25,3% mengalami anemia. Mayoritas ibu hamil berada pada usia reproduktif (83,2%), berstatus nullipara (46,3%), tidak bekerja (69,5%), dan memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia gravidarum (91,6%). Kesimpulan: adanya hubungan antara umur, paritas, pengetahuan, kepatuhan konsumsi tabet Fe dan sikap pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kalideres terhadap anemia gravidarum dan Faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian anemia gravidarum di Puskesmas Kecamatan Kalideres adalah dengan Odds Ratio terbesar, yaitu variabel sikap dengan nilai p value 0.006 (< 0. 05) dan OR 5.071