Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tindak Tutur Ekspresif dalam Perspektif Cyberpragmatics Fatmawati, Fatmawati; Rika Ningsih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3165

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beragamnya fungsi tindak tutur ekspresif berdasarkan cyberpragmatics. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah fungsi-fungsi tindak tutur ekspresif berdasarkan perspektif cyberpragmatics. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengelaborasi fungsi-fungsi tindak tutur ekspresif berdasarkan perspektif cyberpragmatics. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode analisis isi. Sumber data dalam penelitian ini adalah aktivitas berbahasa yang terdapat dalam kolom komentar akun Instagram @detikcom yang diposting pada tanggal 9 Juni 2023 berjumlah 2509 komentar. Data dalam penelitian ini adalah seluruh tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam kolom komentar yang berjumlah 511 tuturan. Pengumpulan data dilakukan melalui dua teknik yakni teknik dokumentasi dan teknik baca. Analisis data dilakukan dengan identifikasi data, klasifikasi data, dan interpretasi hasil penelitian. Setelah dilakukan rangkaian prosedur penelitian, diperoleh 13 fungsi tindak tutur ekspresif yakni fungsi memuji, mengucapkan terima kasih, memohon maaf/memaafkan, menyalahkan, mengucapkan belasungkawa, menuduh, menaruh simpati, mengeluh, mencaci, mendukung, menolak, dan mengejek. Fungsi tindak tutur ekspresif yang dominan muncul adalah fungsi menolak. Sikap psikologis yang menyebabkan muncul tindak tutur ekspresif menolak dalam perspektif cyberpragmatics adalah tidak suka, kesal, marah, dan kecewa. Sementara itu, fungsi tindak tutur yang tidak ditemukan adalah fungsi tindak tutur ekspresif menyelak, mengucapkan selamat, menyambut, dan mengampuni. Ketidakmunculan fungsi-fungsi tindak tutur ekspresif tersebut berkaitan dengan konten postingan yang tidak mendukung. Berdasarkan perspektif cyberpragmatics, kemunculan fungsi-fungsi tindak tutur ekspresif berbeda-beda tergantung konten postingan yang ditampilkan.
Realitas Kesantunan Berbahasa Gen-Z di Era Digital Rika Ningsih; Fatmawati, Fatmawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3167

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukan banyaknya ketidaksantunan berbahasa Gen Z (mahasiswa) ketika berkomunikasi dengan dosen. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah realitas kesantunan berbahasa Gen Z (mahasiswa). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan kenyataan kesantunan berbahasa Gen Z (mahasiswa) dalam berkomunikasi melalui media sosial Whatsapp dengan dosennya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data dalam penelitian ini adalah aktivitas berbahasa yang terdapat dalam chat mahasiswa kepada dosennya pada aplikasi Whatsapp. Data dalam penelitian ini adalah chat mahasiswa yang mengandung skala kesantunan berbahasa Leech. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, FGD, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan sesuai dengan prosedur penelitian analisis isi yaitu coding, klasifikasi, analisis dan deskripsi. Berdasarkan pengumpulan dan analisis data penelitian ditemukan 162 data chat mahasiswa yang mengandung beberapa skala kesantunan Leech. Skala kerugian dan keuntungan (Cost- benefit scale) ditemukan sebanyak 14 data. Skala pilihan (Optionality scale) ditemukan sebanyak 21 data. Skala ketidaklangsungan (Indirecness scale) ditemukan sebanyak 31 data. Skala keotoritasan (Authority scale) ditemukan sebanyak 25 data. Skala jarak sosial (Social distance scale ) ditemukan sebanyak 25 data. Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitian ini simpulan. Pertama, mahasiswa (Gen Z) kurang memperhatikan kesantunan dalam berbahasa. Hal tersebut tergambar dari banyaknya pelanggaran skala kesantunan Leech yang ditemukan dalam penelitian ini. Kedua, mahasiswa (Gen Z) tidak bisa lagi menempat posisinya sebagai mahasiswa yang seharusnya santun berbahasa kepada orang yang lebih tua dalam hal ini adalah dosennya. Ketiga, kesantunan berbahasa mahasiswa (Gen Z) dipengaruhi oleh teknologi yang sedang berkembang saat ini.
EXPRESSIVE SPEECH ACTS IN RESPONSES TO “TOT TOT WUK WUK” SIRENS Satria, Yoga; Rika Ningsih
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 1 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/3pqgat48

Abstract

This study examines the use of language on social media as a means of expressing attitudes, emotions, and public evaluations of social phenomena. The focus of the research is on expressive speech acts found in the comment section of a Metro TV YouTube video titled “Fitra Eri Tanggapi Kendaraan Berstrobo Tot Tot Wuk Wuk.” The aim of this study is to describe the forms of expressive speech acts used by users in responding to the content. This  research employs a qualitative approach with a content analysis method. The data consist of written utterances in the YouTube comment section that contain expressive speech acts. Data were collected through documentation techniques, including reading, recording, and identifying relevant comments. The data analysis was conducted by classifying the utterances based on types of expressive speech acts and interpreting their meanings within the context of digital communication. The results show that there are 50 instances of expressive speech acts, consisting of criticism (21 data), praise (17 data), expressions of gratitude (5 data), expressions of anger (4 data), condemnation (2 data), and congratulations (1 data). Meanwhile, forms such as apologizing and expressing condolences were not found. The dominance of critical expressions indicates that social media comment sections are often used as spaces to convey public evaluations of social issues.In conclusion, social media functions as a public communication space that enables individuals to express psychological attitudes, experiences, and perspectives on emerging social issues through various forms of expressive speech acts.
NETIZENS' POLITENESS IN PRABOWO SUBIANTO'S INSTAGRAM COMMENT COLUMN "DURING A STATE VISIT TO QATAR" APRIL 13, 2025 Indah Sardila; Rika Ningsih
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.7894

Abstract

This research is motivated by a survey published by Kompas.com which states that the level of politeness of Indonesian netizens is the worst in Southeast Asia. The writer wants to find out more about whether it is true that such a level of politeness is true.  The problem in this study is how the politeness of netizens is contained in Prabowo Subianto's Instagram comment column. The purpose of this study is to explore and elaborate the politeness of netizens contained in Prabowo Subianto's Instagram comment column. Referring to the principle of Leech's politeness, this study uses a qualitative approach and content analysis method. The data in this study is in the form of all polite and impolite speech in Prabowo Subianto's Instagram comment column. In this study, the source of data is Prabowo Subianto's Instagram comment column on the post "During a State Visit to Qatar" The data collection technique is documentation, reading and recording techniques. The data analysis technique of this study uses the following Bungin content analysis techniques: Coding, data classification, analyzing and looking for relationships, and draft reports. Based on the results of the study, 80 data were obtained with the following details. The maxim of wisdom obtained 13 manners and 5 immodesties, the maxim of generosity obtained 7 manners and 0 immodesties, the maxim of praise obtained 17 manners and 0 immodesties, the maxim of humility obtained 5 manners and 7 immodesties, the maxim of agreement obtained 6 manners and 0 immodesty and the maxim of sympathy obtained 20 manners and 0 immodesties. Based on the details of the data above, it can be concluded that the politeness of netizens on Prabowo Subianto's Instagram is predominantly polite, it can be said to be polite because they appreciate and uphold respect for others, especially state leaders  
Tindak Tutur Ekspresif dalam Ulasan Produk Lozy Hijab Official Shop di Platform Shopee -, Riri sabrina; Rika ningsih
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei (on process)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.16524

Abstract

Perkembangan teknologi digital membuat pola transaksi masyarakat berubah dari transaksi langsung menjadi transaksi daring melalui platform e-commerce. Salah satu fitur yang sering digunakan oleh konsumen dalam platform tersebut adalah ulasan produk. Ulasan yang ditulis konsumen tidak hanya berisi informasi mengenai kualitas produk, tetapi juga memuat ungkapan perasaan, sikap, dan penilaian terhadap barang yang mereka terima. Ungkapan tersebut dapat dikaji sebagai bentuk tindak tutur ekspresif dalam kajian pragmatik. Namun, banyaknya ulasan konsumen pada platform e-commerce belum banyak dianalisis dari sudut pandang tindak tutur ekspresif, khususnya untuk mengetahui bentuk-bentuk tuturan yang digunakan konsumen ketika menyampaikan pengalaman mereka terhadap suatu produk. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam ulasan konsumen pada produk Lozy Hijab Official Shop di platform Shopee. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung tindak tutur ekspresif dalam ulasan konsumen. Sumber data penelitian adalah ulasan konsumen pada produk Lozy Hijab Official Shop di platform Shopee yang dipublikasikan pada tahun 2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, baca, dan catat dengan mengambil tangkapan layar ulasan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 77 data ulasan yang dianalisis ditemukan lima bentuk tindak tutur ekspresif, yaitu berterima kasih sebanyak 1 data, mengecam sebanyak 2 data, memuji sebanyak 53 data, menyalahkan sebanyak 3 data, dan mengkritik sebanyak 18 data. Bentuk tuturan yang paling dominan adalah tuturan memuji. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen memberikan tanggapan positif terhadap produk yang mereka beli. Ulasan konsumen tidak hanya berfungsi sebagai pengalaman pribadi setelah menggunakan produk, tetapi juga dapat menjadi informasi bagi calon pembeli lain serta bahan evaluasi bagi penjual untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan.