Suarmika, I Gusti Made
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimizing banana corm-based local microorganisms for reduced NPK fertilization in pak choi (Brassica rapa) PURBA, JHON HARDY; SUARMIKA, I GUSTI MADE; PRABAWA, PUTU SHANTIAWAN
Asian Journal of Agriculture Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Smujo International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/asianjagric/g100145

Abstract

Abstract. Purba JH, Suarmika IGM, Prabawa PS. 2026. Optimizing banana corm-based local microorganisms for reduced NPK fertilization in pak choi (Brassica rapa). Asian J Agric 10 (1): g100145. https://doi.org/10.13057/asianjagric/g100145. This study evaluated the effectiveness of banana corm-based local microorganisms (MOL) in reducing inorganic NPK fertilizer, particularly nitrogen, phosphorus, and potassium, inputs while maintaining pak choi (Brassica rapa) productivity, as measured by fresh and oven-dry biomass. This study quantitatively evaluates MOL × NPK interactions and identifies the agronomic optimum MOL dose using regression analysis, a topic that has rarely been addressed in previous MOL studies. The experiment was conducted from December 2023 to February 2024 in a lowland tropical agroecosystem in Bali, Indonesia, using a factorial Randomized Complete Block Design with two factors: three MOL doses (0, 30, and 60 mL polybag-¹) and four NPK levels (100%, 75%, 50%, and 25% of the recommended dose). Growth and yield parameters included plant height, leaf number, leaf area, and fresh and oven-dry biomass of shoots, roots, and total plants. Analysis of variance showed that MOL application significantly affected leaf area, root biomass, and total biomass (p < 0.05), whereas NPK level alone was not significant. However, a significant MOL × NPK interaction was observed for root and total biomass (p < 0.05). The 30 mL MOL treatment combined with 50-75% NPK produced the highest biomass, indicating a synergistic effect and allowing up to a 50% reduction in inorganic NPK fertilizer without loss of productivity. Quadratic regression analysis identified an agronomic optimum MOL dose of approximately 33 mL polybag-¹ under reduced NPK conditions (R² = 0.82). This study provides quantitative evidence that integrating MOL with reduced NPK fertilization improves nutrient-use efficiency in pak choi cultivation. However, the results are based on a short-term pot experiment, and field-scale validation is required. The integration of locally available organic microbial inputs offers a promising approach to support more sustainable and cost-effective vegetable production systems.
PENGARUH SERANGAN HAMA PENGGEREK BATANG DAN PENYAKIT TUNGRO TERHADAP PRODUKTIVITAS SEMBILAN VARIETAS PADI DI LOKAPAKSA, BALI Suarsana, Made; Parmila, I Putu; Sri Wahyun, Putu i; Suarmika, I Gusti Made
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.615 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menguji sembilan varietas tanaman padi (Oryza sativa L.) terhadap serangan hama penggerek batang dan penyakit tungro. Penelitian dilaksanakan tanggal 4 September sampai dengan 12 Desember 2019, di Laboratorium Peramalan Hama Penyakit (LPHP) Tangguwisia, di Subak Umadesa, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng.  Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Varietas padi yang berbeda (9 jenis) ditetapkan sebagai perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga pada pengujian ini terdapat 27 unit perlakuan dengan jenis varietas padi yang digunakan yaitu: PB 64, Mikongga, Sentani, Ciherang, Inpari 30, Tropiko, Cigeulis, Inpari 4 dan Cibogo. Parameter yang diamati adalah produktivitas hasil ubinan. Hasil pengamaan dan analisis menunnjukkan bahwa:  1. Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang menyerang: Penyakit tungro dan hama penggerek batang; 2. Serangan penyakit tungro sangat rendah dan berbeda tidak nyata, sehingga tingkat ketahanan varietas yang diuji tidak dapat ditentukan. 3. Serangan hama penggerek batang berbeda tidak nyata. Tingkat ketahanan varietas terhadap hama penggerek batang belum bisa ditentukan karena serangan masih dibawah ambang batas ekonomis (<10%); dan 4. Produksi antar perlakuan menunjukkan hasilnya yang tidak berbeda nyata. Produktivitas tertinggi terdapat pada varietas Ciherang, yaitu 11,41 ton ha-1 dan terendah pada varietas Cigeulis yaitu 9,52 ton ha-1.DOI: 10.37637/ab.v3i1.461