Anggoro, Joko
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN HASIL DARAH RUTIN PENDERITA LEUKEMIA MIELOID KRONIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Sugiharta, Adhika Tri Putra; Anggoro, Joko
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i1.404

Abstract

Latar belakang: Leukemia Mieloid Kronik (LMK) adalah salah satu keganasan hematologi yang ditandai dengan peningkatan dan pertumbuhan yang tak terkendali dari sel myeloid pada sumsum tulang. Keganasan ini disebabkan oleh translokasi resiprokal antara kromosom 9 dan 22 yang menghasilkan kromosom Philadelphia yang menghasilkan gen gabungan yaitu BCR-ABL yang. Gen gabungan ini menghasilkan 210-kd protein yang berhubungan dengan aktivitas tirosin kinase, gen ini mengakibatkan proliferasi dari granulosit matang (neutrofil, eosinophil, dan basophil) dan prekursornya. Oleh karena pentingnya diagnosis dan sebaran penyakit ini khususnya di NTB, peneliti ingin mengetahui gambaran darah rutin sebagai salah satu metode diagnosis penyakit LMK terutama di RSUDP NTB. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan metode pendekatan potong lintang. Penelitian dilakukan mulai bulan Januari 2020 sampai dengan Februari 2020. Penelitian ini menggunakan data catatan rekam medis pada pasien LMK yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dari bulan Desember 2016 sampai Januari 2020. Total ada 26 pasien LMK yang menjadi responden dalam peneltian ini. Hasil: Pada penelitian ini, terdapat 26 pasien dengan rasio perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan sebanyak 61,5% dan 38,5%. Kelompok usia terbanyak yang mengalami LMK adalah 41-50 tahun (23,1%) dengan rerata usia 44 tahun. Penderita LMK rata-rata mengalami anemia sedang (30,8%), trombositosis (42,3%) dan leukositosis (92,3%). Kesimpulan: Penderita LMK di Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat paling banyak adalah laki-laki, dengan rerata terjadi pada usia pertengahan, mengalami anemia sedang, peningkatan trombosit dan peningkatan leukosit.
KORELASI ANTARA LESI LITIK DENGAN KADAR KALSIUM DARAH PADA PASIEN MIELOMA MULTIPEL Widiani, Helen; Anggoro, Joko
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 4 (2020): Jurnal Kedokteran volume 9 no 4 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i4.487

Abstract

Latar Belakang: Mieloma multipel (MM) merupakan kelainan neoplastik sel plasma yang ditandai oleh proliferasi klonal sel plasma maligna pada sumsum tulang dengan manifestasi berupa protein monoklonal dalam darah dan urin serta disfungsi organ. Adapun gejala manifestasi yang paling sering berupa hiperkalsemia (28%), insufisiensi renal (48%), anemia (73%), kerusakan tulang/bone lesion (67%) (CRAB). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah ada korelasi antara lesi litik dengan kadar kalsium darah pada pasien MM. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang retrospektif mulai bulan September 2019 hingga September 2020 pada penderita MM yang datang berobat di Poli Hemato-Onkologi, Departemen Penyakit Dalam RSUP Sanglah. Korelasi antara lesi litik dengan kadar kalsium darah dianalisis dengan Uji Korelasi Pearson dengan menggunakan program SPSS. Hasil Penelitian: Didapatkan total sampel sebanyak 42 penderita, dengan umur rata-rata 56 tahun. Berdasarkan manifestasinya (CRAB), didapatkan paling banyak penderita dengan lesi litik. Pada analisis uji korelasi Pearson tidak ditemukan korelasi bermakna antara lesi litik dengan kadar kalsium darah (p= 0,115; r =0,247). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lesi litik (variabel bebas) dengan kadar kalsium darah (variabel terikat).