Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MEDIA DAN BUDAYA Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8 No 1 (2019): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi informasi khususnya perkembangan media massa sungguh sangat luar biasa. Setiap hari, jam menit bahkan detik perkembangan dan perubahan dunia terpotret jelas lewat kecanggihan media. Semua aspek kehidupan tidak ada yang tidak tersentuh oleh kemajuan dan efek perkembangan media ini. Dengan relita tersebut menjadikan media seakan akan menjadi kiblat kebutuhan dan life stayl masyarakat modern. Sehingga tidak heran jika efek yang ditimbulkan dari informasi, pesan atau berita yang dimuat di media massa sangat terasa sekali dikehidupan masyarakat dunia. Banyak nilai nilai positif yang merupakan dampak dari pengaruh media massa. Tetapi tidak sedikit pula dampak negatif yang ditimbulkan oleh pengaruh media massa dalam tatanan kehidupan masyarakat. Satu hal yang sangat terkena efek dari kemajuan dan kecanggihan media tersebuat adalah budaya. Dimana dengan perkembangan media yang begitu pesatnya, akulturasi budaya lewat media tidak terelakkan lagi adanya. Realitanya akulturasi yang dimaksud justru memporak porandakan tatanan budaya budaya lokal yang ada di dunia. Hegemoni barat telah masuk di system kehidupan masyarakat kita tanpa kita sadari. Budaya ketimuran sedikit demi sedikit tersingkirkan digantikan dengan system budaya Barat yang materialistic dan cenderung sekuler. Pada tulisan ini dipaparkan tentang kajian tentang media dan budaya dengan menggunakan pendekatan Cultural Imperalism theory. Dimana dijelaskan bahwa Cultural Imperalism theory adalah salah satu teori dalam media masa yang menyatakan bahwa adanya suatu ?penjajahan? budaya oleh negara negara maju kepada negera negara dunia ketiga yang dilaksanakan melaului media massa. Secara spesifiknya adalah media media Barat dengan bebasnya masuk dan diterima oleh media media negara Timur baik itu disadari ataupun tidak. Dari pemaparan tulisan ini penulis menyimpulkan bahwa realita yang ada menyajikan sebuah gambaran tentang bagaimana kemudian media massa mampu memberikan pengaruh terhadap budaya lokal yang ada. Secara lebih khusus kehadiran media media negara maju dengan mudah dan cenderung menjadi sebuah kebanggan bagi negara negara berkembang. Padalah secara tidak langsung kondisi tersebut adalah bentuk nyata dari ?penjajahan? budaya melalui media.  
Media Massa Di Era Cyber Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8 No 2 (2020): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pembahasan kajian ini, penulis mencoba melihat perkembangan media yang sangat cepat di era cyber. Bahkan kadang kita tidak bisa memprediksikan dan seakan gagap akan dahsyatnya teknologi yang ada. Khususnya kemajuan kemajuan diaspek teknologi internet dan serba serbi didalamnya. Pada cyber era ini hubungan antar manusia sudah mengandalkan cyberspace atau dunia maya dengan mengandalkan kecanggihan jaringan yang tidak kasat mata. Dampak atau efek dari era cyber ini sangat dirasakan oleh semua lapisan khusunya diaspek tatanan dunia media massa. Dimana dunia nyata hampir hampir sudah tergantikan dengan dunia maya. Kehadiran era cyber menjadikan hubungan antar manusia sudah tidak lagi terhalang oleh jarak dan waktu. Semua info dan berita bisa diakses oleh semua orang tanpa ada sekat dan pengahalang. Disinilah babak baru kehidupan dimulai dan media massa mau tidak mau ikut berbondong bondong masuk ke dunia baru yang bernama cyberspacy. Pada tulisan ini dipaparkan tentang kecanggihan dan kemajuan teknologi di era cyber. Yaitu sebuah era baru yang dengan kecanggihannya mampu merobohkan tembok penghalang dan menghubungkan seluruh masyarakat dunia dengan segala keanekaragaman. Di era ini munculah fenomena journalis journalis online yang bebas. Ditambah lagi hadirnya arus media baru berupa media sosial. Dimana kecepatan pemberitaannya mampu melebihi media massa pada umumnya. Bahkan tidak sedikit info dan berita di media sosial yang dijadikan sebagai sumber berita bagi media massa. Kondisi demikian menjadikan dunia mengalami keberlimpahan informasi. Dari kajian yang disajikan penulis menyimpulkan bahwa di cyber era seperti sekarang ini media massa menghadapi sebuah tantangan yang nyata. Dimana tantangan tersebut menuntut media massa untuk lebih kreatif dan inovatif serta memaksa media massa untuk ikut mewarnai kehidupan di cyberspacy. Kondisi demikian menjadikan konvergensi media menjadi sebuah keniscayaan. Disinlah media masa mengalami babak baru dalam menjalankan fungsinya sebagai sumber informasi bagi masyarakat.
Strategi Dakwah Masyarakat Kota Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 1 (2020): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak bisa dipungkiri bahwa keanekaragaman dan karateristik masyarakat yang berbeda membuat stretaegi dakwah yang dipakai oleh seorang da’i menjadi berbeda pula. hal ini dilakukan agar nilai nilai Islam bisa tersampaikan secara efektif kepada mad’u. Terkhusus dakwah di masyarakat perkotaan akan sangat berbeda dengan dakwah di pedesaan. Mulai dari strategi, metode, materi, media dan karakteristik seorang da’i pun akan berbeda. Dalam tulisan ini penulis membahas tentang strategi dakwah masyarakat kota. Dimana pada umumnya masyarakat kota memiliki karakteristik khusus dan hidupnya berkecukupan. Hal itu menjadikan mereka cenderung individualis. Dengan latar belakang pendidikan yang tinggi menjadikan wawasan mereka luas dan rasional. Kehidupan kota juga sangat dipengaruhi oleh media. Bahkan kebutuhan akan media dan serba serbi di dalamnya seakan sudah menjadi kebutuhan primer dan life style. Adapun simpulan dari tulisan ini diantaranya adalah dakwah diperkotaan perlu menggunakan strategi dakwah antar budaya. Strategi ini sangat cocok mengingat masyarakat kota punya latar belakang budaya yang berbeda. Dakwah diperkotaan juga bisa dilakukan dengan pendekatan kajian keislaman dan menggunakan pendekatan sosial. Pendekatan sosial ini juga merupakan aktualisasi dakwah. Terakhir dakwah di perkotaan perlu merambah ke dunia media. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa aktifitas masyarakat kota pasti bersentuhan dengan media dan serba serbi yang ada di dalamnya.
Media Dakwah Masyarakat Urban Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 (2021): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi telah menghantarkan perubahan dalam segala aspek kehidupan manusia. Lebih khusus masyarakat urban atau kota yang sangat terbuka dengan perubahan dan kemajuan yang ada. Mereka punya karakteristik dan life style yang berbeda dengan orang desa. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya lebih mengandalkan media media modern yang serba canggih dan instan sebagai solusinya. Termasuk di dalamnya adalah pemenuhan informasi tentang pengtahuan keagaamaan mereka. Tidak bisa dipungkiri bahwa keanekaragaman dan karateristik masyarakat yang berbeda membuat media dakwah yang dipakai oleh seorang da’i menjadi berbeda pula. hal ini dilakukan agar nilai nilai Islam bisa tersampaikan secara efektif kepada mad’u. Terkhusus dakwah di masyarakat urban atau perkotaan akan sangat berbeda dengan dakwah di pedesaan. Dalam tulisan ini penulis membahas tentang media dakwah masyarakat urban. Dimana pada umumnya masyarakat urban adalah masyarakat mapan dan memiliki gaya hidup yang serba modern. Hal itu menjadikan mereka cenderung individualis. Dengan latar belakang pendidikan yang tinggi menjadikan wawasan mereka luas dan rasional. Sehingga seorang da’i yang berdakwah di masyarakat urban harus memiliki kemampuan yang cukup, baik itu kemampuan terkait keilmuan secara umum maupun kemampuan dan penguasaan media sebagai sarana dakwahnya. Adapun simpulan dari tulisan ini diantaranya adalah dakwah untuk masyarakat urban perlu menggunakan media khusus. Diantaranya yaitu dengan menggunakan media modern yang berupa dakwah lewat media massa baik yang cetak maupun audio visual seperti televisi, dakwah lewat media radio, dan lain sebagainya. Hal itu dilakukan karena hampir seluruh aktifitas masyarakat urban sangat erat kaitannya dengan media tersebut. Ditambah lagi dakwah lewat media internet dengan media sosial dan serba serbi di dalamnya. Selain itu juga kegiatan dakwah untuk masyarakat urban harus dibuat semenarik mungkin. Baik itu terkait masalah performance, pemilihan tempat dan tidak kalah penting adalah peralatan atau media yang digunakan dalam berdakwwah. Seperti LCD, laptop, pointer, jaringan internet, dan alat alat semisalnya. Dengan begitu diharapkan kegiatan dakwah akan tetap efektif dan bisa diterima oleh masyarakat urban.
Media Massa dan Pembentukan Opini Publik Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 10 No 1 (2021): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang memudahkan masyarakat menerima sebuah informasi dengan cepat menjadikan masyarakat semakin terbuka dengan berbagai macam informasi. Kehadiran teknologi tak pelak memberikan pengaruh sangat besar dalam tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan. Sementara itu media massa dengan segala kekuatannya masih diyakini memiliki sumbangsih besar dalam pembentukan opini public. Dengan media massa, seseorang atau kelompok tertentu menanamkan pesan tertentu melalui informasi-informasi yang penyajiannya seringkali disetting terlebih dulu. Hal tersebut mencerminkan bahwa pasti ada sebuah perencanaan terkait dengan setting pemberitaan yang terjadi dalam dapur media massa. Karena realitanya seringkali kita saksikan bahwa pemeritaan di media massa seakan sudah diarahkan sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan yang dikehendaki para awak media. Dalam tulisan ini penulis membahas tentang keterkaitan media massa dalam membentuk opini publik yang berkembang di tengah masyarakat. Adapun salah satu pisau analisis yang dijadikan sebagai bahan kajian dalam penulisan ini yaitu teori agenda setting. Karena tidak mungkin sebuah opini publik berkembang secara alami dan berjalan begitu saja. Pasti ada agenda yang sudah tersetting sehingga dengan pemberitaan pemberitaan yang ditampilkan media massa tersebut akan membentuk sebuah opini publik. Adapun simpulan dari tulisan ini diantaranya bahwa media massa dengan pola pemberitaannya mampu mempengaruhi masyarakat yaitu dengan berkembangnya opini publik. Tentunya opini publik yang dimaksud tidak mungkin bisa terbentuk tanpa adanya agenda yang sudah disetting oleh para pelaku media. Hal itu menjadi wajar karena setiap media punya kecenderungan kecenderungan tentunya sesuai dengan ideologi dan kepentingannya masing masing. Sehingga bisa disimpulkan bahwa keberadaan media massa dengan agenda agendanya sangat berpengaruh terhadap pembentukan opini publik yang berkembang di masyarakat.