Latar Belakang: Kemoterapi merupakan terapi kanker yang sangat identik dan umum untuk mengobati kanker. Kemoterapi memiliki efek positif bagi sel kanker dan negatif bagi sel sehat lainnya didalam tubuh. Nausea dan vomiting merupakan efek samping yang paling ditakuti bagi pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Multifaktor yang dapat memperparah tingkat nausea dan vomiting akibat kemotarepi, termasuk anxiety dan Nausea Vomiting Management Barrier (NVMB). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anxiety dan NVMB dengan tingkat kegawatan nausea dan vomiting pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Metode: desain yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, dengan jumlah sampel sebesar 92 responden dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner HAM-A, NVMBQ, dan INVR. Hasil: adanya hubungan yang signifikan antara Anxiety (p value 0.049) dan NVMB (p value 0.03) dengan Tingkat Nausea Vomiting. Saran : Bagi institusi rumah sakit diharapkan agar penelitian ini dapat dijadikan acuan dasar untuk menganalisa mutu pelayanan penata anestesi khususnya pada pelaksanaan tindakan anestesi.Kata Kunci : Anxiety, Kemoterapi, Nausea Vomiting, Management Barrier