Anam, Khoirul -
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE NUTRITIONAL STATUS SENSITIVITY OF THE ASSESSMENT OF NUTRITIONAL STATUS BASED ON MINI NUTRITIONAL ASSESSMENT (MNA) WAS COMPARED WITH PATIENT-GENERATED SUBJECTIVE GLOBAL ASSESSMENT (PG-SGA) IN CANCER PATIENTS UNDERGOING CHEMOTHERAPY IN RSUP. DR. WAHIDIN SUDIROHUSODA MAKASSAR Anam, Khoirul -
NurseLine Journal Vol 4 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Faculty of Nursing, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v4i2.11232

Abstract

ABSTRACT Background: Chemotherapy is highly recommended for cancer treatment, however can cause some side effects such as nausea and vomiting. This will affect food intake and nutritional status in cancer patients who undergo chemotherapy. Aim: To describe nutritional status based on anthropometry Body Mass Index (BMI), hemoglobin (Hb), Patient-Generated Subjective Global Assessment (PG-SGA) and Mini Nutritional Assessment (MNA) in cancer patients undergoing chemotherapy in RSUP. Dr. Wahidin sudirohusodo Makassar. Methode: This experiment uses a quantitative non-experimental research method with cross sectional approach on 1010 patients, nonprobability sampling with purposive sampling technique on 70 respondents, data collection with interview and observation techniques. Results: Nutritional status based on Body Mass Index (BMI) shows that 39 people (55.7%) had normal BMI values. About 37 people (52.9%) had good / normal nutritional status based on Patient-Generated Subjective Global Assessment (PG-SGA)  while Mini Nutritional Assessment (MNA) reveals 100% of respondents experienced nutritional status problems. Conclusion: Mini Nutritional Assessment (MNA) is the best tool to identify nutritional status of cancer patients that undergo chemotherapy since this instrument is very sensitive and practical. Patient-Generated Subjective Global Assessment (PG-SGA) is good to assess nutritional status in subject who have lost weight drastically and shows signs of subcutaneous fat loss and muscle mass loss. Keyword: Cancer, chemotherapy, body mass index (BMI), Patient-Generated Subjective Global Assessment (PG-SGA), Mini Nutritional Assessment (MNA).
FALSE HADITH NARRATIVES ON SOCIAL MEDIA FROM THE PERSPECTIVE OF MUHAMMAD NĀSHIRUDDĪN AL-ALBĀNĪ Anam, Khoirul -
RIWAYAH Vol 9, No 1 (2023): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v9i1.25725

Abstract

Perkembangan hadis Nabi sering kali terkait dengan upaya pemalsuan. Oleh karena itu, para ulama melakukan penelitian mendalam untuk memastikan keaslian hadis-hadis tersebut. Hadis Maudhu’ dianggap sebagai yang paling merugikan di antara hadis-hadis yang tidak otentik, karena merupakan hasil manipulasi dan penciptaan yang salah, yang kemudian salah dikaitkan dengan Nabi Muhammad Saw. Seiring berjalannya waktu, hadis disebarkan melalui berbagai platform media sosial, termasuk hadis-hadis palsu yang ikut tersebar melalui platform tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa narasi hadis palsu di media sosial dengan menggunakan pendekatan yang diberikan oleh Nāṣiruddīn al-Albānī. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menerapkan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi kriteria yang digunakan al-Albānī dalam kitabnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi hadis palsu di media sosial memiliki berbagai variasi, seringkali berkaitan dengan keutamaan hari atau bulan tertentu, pemerian pahala dan dosa yang besar terkait amalan yang tidak wajib, atau hal-hal terkait Mu’amalah. Al-Albānī, sebagai pengkaji hadis yang terkenal dengan penelitian dan penilaian kualitas hadis, memiliki kriteria khusus dalam menentukan hadis palsu. Beberapa tanda yang diungkapkan oleh al-Albānī terhadap hadis palsu termasuk karakteristik sanadnya, seperti perawi yang mengaku berdusta, dianggap pendusta oleh ulama, menyembunyikan cacat hadis, dianggap Munkar dan meriwayatkan dari satu jalur, serta perawi yang tidak dikenali. Sedangkan tanda-tanda dalam matan hadis termasuk makna yang aneh, bertentangan dengan dalil yang lebih ṣaḥīḥ(hadis, akal sehat, atau fakta sejarah), serta memberikan pahala atau dosa yang berlebihan.