Latar belakang: Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) pada remaja, termasuk infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), masih menjadi masalah kesehatan yang penting. Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses layanan konseling dan tes, seperti stigma, keterbatasan informasi yang terpercaya, serta kekhawatiran terkait kerahasiaan. Intervensi berbasis teknologi, termasuk prototipe aplikasi mobile, berpotensi mendukung upaya peningkatan akses layanan PIMS pada kelompok usia ini.Metode: Metode penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama yaitu perancangan kebutuhan awal dan antarmuka aplikasi dengan membuat System Requirement Document (SRD). Tahap kedua yaitu dengan mengevaluasi hasil perancangan aplikasi dengan User Experience Questioner (UEQ).Hasil: Prototipe PIMS AKSES menyediakan fitur informasi PIMS, daftar fasilitas layanan terkait, dan kanal komunikasi dengan konselor. Hasil evaluasi aplikasi pada aspek Attractiveness mendapatkan skor 1,7. Aspek Perspicutiy mendapatkan skor 1,64, Efficiency sebesar 1,52, Dependability sebesar 1,59, Stimulation sebesar 1,57, dan Novelty mendapatkan skor sebesar 1,28.Kesimpulan: Prototipe aplikasi PIMS AKSES secara umum dapat diterima oleh pengguna sebagai alat bantu tambahan untuk mendukung upaya peningkatan akses informasi dan layanan PIMS pada remaja. Namun, aplikasi ini masih berada pada tahap prototipe sehingga diperlukan pengembangan konten, penyempurnaan fitur, serta evaluasi lebih lanjut dalam konteks pelayanan nyata untuk menilai dampaknya terhadap akses dan pemanfaatan layanan PIMS.Kata kunci: PIMS, HIV AIDS, UEQ