Zaki, Ahmad Arifuz
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP PRA-NIKAH DALAM AL-QUR’AN Zaki, Ahmad Arifuz
Jurnal Bimas Islam Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.984 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v10i1.18

Abstract

The high rate of divorce in Indonesia one of them is caused by the lack of knowledge possessed by the community related to how to choose a good and ideal partner. This study aims to explore more deeply related to the criteria of the ideal partner in accordance with the Qur'an. This research is a qualitative research that is literature (library research). Source of data used is primary and secondary source. The primary sources are from al-Qur'an and secondary sources derived from the Shofwah at-Tafsir by Ali al-Shabuni, Tafsir al-Mizan by Al-Thaba'thaba'i, Tafsir al-Sya'rawi by al- Sya'rawi, Tafsir al-Azhar by Hamka and Tafsir al-Misbah by Quraish Shihab. The results of this study found that the criterias of choosing a good partner is a  same faithful, opposite type, not mahram, good personality, has the nature of responsibility and have a vision in getting a marriage Tingginya angka perceraian di Indonesia salah satunya disebabkan oleh minimnya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat terkait bagaimana cara memilih pasangan yang baik dan ideal. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam terkait kriteria-kriteria pasangan yang ideal sesuai dengan al-Qur?an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat kepustakaan (library research). Sumber data yang digunakan adalah sumber primer dan sekunder. Sumber primer berasal dari al-qura?an dan sumber sekunder berasal dari kitab tafsir yang berupa Shofwat at-Tafsir karya Ali al-Shobuni, Tafsir al-Mizan karya Al-Thaba?thaba?i, Tafsir al-Sya?rowi karya al-Sya?rowi, Tafsir al-Azhar karya Hamka dan Tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kriteria memilih pasangan yang baik yaitu seiman, berlawanan jenis, bukan mahram, berkepribadian baik, memiliki sifat tanggung jawab dan memiliki visi dalam menjalani sebuah pernikahan
REVITALILASI PERAN KUA KECAMATAN MENJALANKAN TUGAS KEPENGHULUAN DALAM MENGHADAPI HUKUM ADAT NIKAH SUB SUKU DAYAK SENGANAN DI KECAMATAN TANAH PINOH Khair, M. Qamarul; Zaki, Ahmad Arifuz
Jurnal Bimas Islam Vol 11 No 3 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.283 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v11i3.60

Abstract

The purpose of this study is to find out how the role of KUA in Tanah Pinoh Sub-district in carrying out the Moslem headman task to face the customary law influence of the Dayak Senganan sub-tribe, and also to identify the factors causing the role weakening so the ideality of the legal basic mandate used by KUA Sub-district becomes not optimal. The results of this study show that the role of KUA Sub-district tends to weaken at certain timeswhen dealing or intersecting with the application of marriage customary law in the Dayak Senganan sub-tribe. This is indicated by the still ongoing marriages of the Dayak Senganan sub-tribe who perform traditional rituals that are contrary to the Shari'a and the laws and regulations that underlie the KUA Subdistrict's implementation precept duties. The factors that cause the weakening of KUA Sub-district role that KUA Sub-district has not yet understood the marriage regulation, the lack of regulation socialization, the maximum KUA District is running main tasks and functions, the lack of social communication KUA District in the community, the lack of understanding of local wisdom around it, the strengthening of influence materialism in the customary marriage law determination, the lack of religious law elements in the stipulation of customary law. KUA Subdistrict must strengthen other functions in the form of active roles in da'wah and togetherness with community leaders and traditional leadersin terms of the religious law application, state and customary law in every marriage activity. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana peran KUA Kecamatan Tanah Pinoh dalam menjalankan tugas kepenghuluan menghadapi pengaruh dari hukum adat nikah sub suku Dayak Senganan, dan juga untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab melemahnya peran tersebut sehingga idealita dari amanah dasar hukum yang dipakai KUA Kecamatan menjadi tidak maksimal. Hasil penelitian menunjukkan peran KUA Kecamatan cenderung melemah pada saat-saat tertentu yaitu pada waktu berhadapan atau bersinggungan dengan penerapan hukum adat nikah pada sub suku Dayak Senganan. Hal ini ditandai dengan masih adanya pelaksanaan nikah pada masyarakat sub suku Dayak Senganan yang melakukan ritual adat yang bertentangan dengan syariat dan peraturan perundang-undangan yang mendasari pelaksanaan tugas kepenghuluan KUA Kecamatan. Faktor-faktor penyebab melemahnya peran KUA Kecamatan adalah masih belum maksimalnya KUA Kecamatan memahami regulasi tentang nikah, minimnya sosialisasi regulasi tersebut, tidak maksimalnya KUA Kecamatan menjalankan tupoksi, rendahnya komunikasi sosial KUA Kecamatan di masyarakat, rendahnya pemahaman akan kearifan lokal yang ada disekitarnya, menguatnya pengaruh materialisme dalam penetapan hukum adat nikah, minimnya unsur syariat agama dalam penetapan hukum adat. KUA Kecamatan harus menguatkan fungsi lainnya berupa peran aktif dalam dakwah dan kebersamaan dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat dalam hal penerapan hukum agama, negara dan hukum adat di setiap kegiatan pernikahan