Abdul Jabbar A., Lukman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN ITIK DI KABUPATEN SIDRAP admin, admin; Abdul Jabbar A., Lukman
Al Qisthi: Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 9 NOMOR 2, DESEMBER 2019
Publisher : STISIP Muhammadiyah Sinjai Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.849 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan Metode deskriptif kualitatif. data yang dikumpulkan melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi diuji keabsahan melalui triangulasi data sehingga menghasilkan kesimpulan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan berbagai phenomena dalam proses kolaborasi terhadap pengembangan usaha ternak itik di Desa Kanie.  Kondisi, peternakan di desa kanie yang masih bersipat tradisional, belum ada kebijakan yang mengatur tentang wilayah kekuasaan para peternak. Sedangkan berdasarkan Desain Kelembagaan, pemerintah desa Bersama dengan masyarakat serta pelibatan pihak luar (swasta) belum terjadi, pemerintah desa belum melakukan langkah kolaboratif guna memotivasi pengembangan usaha ternak itik di desa Kanie.
MODEL COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN ITIK DI KABUPATEN SIDRAP admin, admin; Abdul Jabbar A., Lukman
Al Qisthi: Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 9 NOMOR 2, DESEMBER 2019
Publisher : STISIP Muhammadiyah Sinjai Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/jaq.v9i2.125

Abstract

Penelitian ini menggunakan Metode deskriptif kualitatif. data yang dikumpulkan melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi diuji keabsahan melalui triangulasi data sehingga menghasilkan kesimpulan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan berbagai phenomena dalam proses kolaborasi terhadap pengembangan usaha ternak itik di Desa Kanie. Kondisi, peternakan di desa kanie yang masih bersipat tradisional, belum ada kebijakan yang mengatur tentang wilayah kekuasaan para peternak. Sedangkan berdasarkan Desain Kelembagaan, pemerintah desa Bersama dengan masyarakat serta pelibatan pihak luar (swasta) belum terjadi, pemerintah desa belum melakukan langkah kolaboratif guna memotivasi pengembangan usaha ternak itik di desa Kanie.