Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Biosorben Dari Kelor Teraktivasi Asam Sulfat Untuk Menyerap Logam Berat Kromium (Cr) Diana Novita Sari; Alen alamsah rahman; Kartika Udyani
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.832 KB) | DOI: 10.31284/j.joiche.2022.v2i1.3319

Abstract

Industri penyamakan kulit menghasilkan limbah cair, limbah padat, dan gas. Ketiga limbah tersebut limbah cair merupakan limbah yang paling banyak dihasilkan salah satunya limbah logam berat Kromium (Cr). Oleh sebab itu perlu dilakukan pengolahan limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air. Tujuan penelitian ini ntuk mengurangi logam berat dalam limbah cair dapat menggunakan metode adsorpsi, karena lebih ekonimis dan efisien. Daun kelor mempunyai senyawa gugus fungsi yang mendukung dalam adsorpsi sehingga dimanfaatkan sebagai biosorben. Dalam penelitian ini digunakan metode adsorpsi menggunakan biosorben daun kelor teraktivasi H2SO4 untuk menyerap logam berat kromium (Cr). Proses adsorpsi menggunakan variabel konsentrasi aktivasi asam sulfat, variabel massa terhadap sampel sebesar 0,8; 1,6 ; 2,4 ; 3,2 dan 4 %, serta variabel waktu kontak selama 60, 90, 120, 150, dan 180 menit. Hasil terbaik persen removal konsentrasi aktivasi asam sulfat 0,5 N sebesar 83,90% . Hasil terbaik memiliki presen removal pada waktu 120 menit  dengan massa 1,6 % dengan persen removal sebesar 85,81%.Kata Kunci : Adsorpsi, Biosorben, Daun Kelor, Limbah Penyamakan Kulit, Removal
Biosorben Dari Kelor Teraktivasi Asam Sulfat Untuk Menyerap Logam Berat Kromium (Cr) Diana Novita Sari; Alen alamsah rahman; Kartika Udyani
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.joiche.2022.v2i1.3319

Abstract

Industri penyamakan kulit menghasilkan limbah cair, limbah padat, dan gas. Ketiga limbah tersebut limbah cair merupakan limbah yang paling banyak dihasilkan salah satunya limbah logam berat Kromium (Cr). Oleh sebab itu perlu dilakukan pengolahan limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air. Tujuan penelitian ini ntuk mengurangi logam berat dalam limbah cair dapat menggunakan metode adsorpsi, karena lebih ekonimis dan efisien. Daun kelor mempunyai senyawa gugus fungsi yang mendukung dalam adsorpsi sehingga dimanfaatkan sebagai biosorben. Dalam penelitian ini digunakan metode adsorpsi menggunakan biosorben daun kelor teraktivasi H2SO4 untuk menyerap logam berat kromium (Cr). Proses adsorpsi menggunakan variabel konsentrasi aktivasi asam sulfat, variabel massa terhadap sampel sebesar 0,8; 1,6 ; 2,4 ; 3,2 dan 4 %, serta variabel waktu kontak selama 60, 90, 120, 150, dan 180 menit. Hasil terbaik persen removal konsentrasi aktivasi asam sulfat 0,5 N sebesar 83,90% . Hasil terbaik memiliki presen removal pada waktu 120 menit  dengan massa 1,6 % dengan persen removal sebesar 85,81%.Kata Kunci : Adsorpsi, Biosorben, Daun Kelor, Limbah Penyamakan Kulit, Removal
Synthesis and Application of Breadfruit Peel-Based Magnetic Activated Carbon for Pb(II) Removal from Electroplating Wastewater Kartika Udyani; Dian Yanuarita Purwaningsih; Nurul Kurnia Putri
Journal of Applied Sciences, Management and Engineering Technology Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jasmet.2025.v6i1.9316

Abstract

The electroplating industry is one of the producers of liquid waste containing lead heavy metal (Pb(II)) which is a high risk to the environment and human health. Pb(II) metal is a toxic heavy metal, does not decompose easily, is bioaccumulative, and its solubility is strongly influenced by pH. In acidic conditions, Pb is more easily soluble as Pb²⁺ ions, in alkaline conditions it can form deposits such as Pb(OH)₂. Based on its toxic and persistent nature, Pb needs to be treated before wastewater is discharged into the environment. This study aims to process electroplating liquid waste through the development of magnetic activated carbon based on breadfruit bark synthesized using the precipitation method, as well as to examine the effectiveness of its application in the removal of Pb(II) ions from electroplating liquid waste. The characterization of magnetic activated carbon as an adsorbent is carried out using various analysis techniques to determine the surface morphology, pore structure, and specific surface area. Adsorption tests were performed to evaluate the effect of contact time, and adsorbent dose on Pb(II) removal. The results showed that magnetic activated carbon has a high ability to absorb Pb(II), with a removal of 96.79%. the optimal conditions were obtained at an adsorbent mass of 3.424 g and a contact time of 79.137 minutes, with a prediction of Pb(II) removal of 98.083%