This Author published in this journals
All Journal HUMANIKA
Rahayuwati, Rahayuwati
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENOLAKAN VAKSINASI: IMAJINASI MORAL DAN PERAN MEDIA SOSIAL Rahayuwati, Rahayuwati
HUMANIKA Vol 28, No 2 (2021): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i2.39912

Abstract

Program vaksinasi merupakan sebuah langkah pencegahan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk mencegah dan mengurangi penyebaran penyakit menular tertentu seperti campak, cacar, polio, hepatitis B, tuberkulosis, difteri, tetanus, batuk rejan/pertusis, dan juga covid 19. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka pemerintah mewajibkan kepada seluruh masyarakat melakukan vaksinasi. Namun, program tersebut mendapat berbagai macam respon dari masyarakat, salah satunya adalah muncul penolakan terhadap vaksinasi oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Di Indonesia, terdapat kelompok anti vaksin di facebook, bernama GAVI (Gerakan Anti Vaksin dan Imunisasi). GAVI secara aktif menyatakan penolakan terhadap vaksinasi berdasar pada argumen ajaran agama Islam. Melihat kompleksitas permasalahan yang dihadapi, permasalahan tentang vaksinasi merupakan sebuah permasalahan sosial yang patut untuk dikaji lebih lanjut. Data dalam studi ini diperoleh dengan observasi pada diskusi online di media sosial, khususnya pada kelompok GAVI di facebook, dan studi pustaka pada penelitian sebelumnya. Dalam penelitian ini, penolakan vaksinasi dilihat sebagai sebuah upaya mewujudkan cita-cita imajinasi moral menjadi seorang Muslim yang baik dan taat kepada ajaran agama Islam dan melihat bagaimana media sosial berperan dalam memengaruhi keputusan seseorang terhadap vaksinasi. Dari analisis yang dilakukan, ditemukan argumen bahwa bagi sebagian umat Muslim di Indonesia, vaksinasi hukumnya haram dilakukan. Mereka meyakini bahwa dalam proses pembuatannya, vaksin menggunakan bahan dari babi, yang hukumnnya haram untuk dikonsumsi. Sehingga, untuk mewujudkan imajinasi moral menjadi seorang Muslim yang baik dan taat terhadap ajaran agama, menolak vaksinasi menjadi sebuah kebenaran dan pilihan rasional bagi mereka. Kelompok GAVI hadir untuk melihat bagaimana media sosial berperan sebagai wadah untuk menyuarakan penolakan vaksinasi, dan memengaruhi keputusan seseorang terhadap vaksinasi.