Dhiaurrahman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOMUNIKASI PERSUASIF ORANG TUA DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA Dhiaurrahman
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 10 No 2 (2019): Juli - Desember 2019
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.251 KB) | DOI: 10.32505/hikmah.v10i2.1708

Abstract

Komunikasi persuasif adalah komunikasi yang dilakukan sebagai ajakan atau bujukan agar mau bertindak sesuai dengan keinginan komunikator selanjutnya komunikasi persuasif dinilai efektif dilakukan orang tua dalam mengatasi kenakalan pada remaja karena pesanpesan yang bersifat himbauan dan bujukan akan mudah diterima dan dipahami oleh remaja, secara bahasa komunikasi merupakan proses interaksi atau hubungan saling pengertian satu sama lain antara sesama manusia. Proses interaksi atau hubungan satu sama lain yang dikehendaki oleh seseorang dengan maksud agar dapat diterima dan dimengerti antara sesamanya. (Soewarno Handaya Ningrat, 1980:94) Carl I. Hovland mendefenisikan ilmu komunikasi sebagai upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap. Hovland mengatakan bahwa komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain. (Onong Uchjana Efendy, 1992:10) Menurut Kamus Psikologi, Dictionary of Behavioral Science, yang dikutip oleh Rakhmat, menyebutkan enam pengertian komunikasi : Komunikasi 1) Penyampaian perubahan energi dari satu tempat ketempat yang lain seperti dalam sistem saraf atau penyampaian gelombang-gelombang suara. 2) Penyampaian atau penerimaan sinyal atau pesan oleh organisme. 3) Pesan yang disampaikan. 4) Teori Komunikasi. ( Jalaluddin Rakhmat, 1991:4) Benard Berelson dan Gary A. Steiner menjelaskan bahwa komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, fitur, grafik dan sebagainya. ( Deddy Mulyana, 2001:62)
Komunikasi Persuasif Orang Tua Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Dhiaurrahman
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 10 No 2 (2019): Volume 10 Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v10i2.1708

Abstract

Komunikasi persuasif adalah komunikasi yang dilakukan sebagai ajakan atau bujukan agar mau bertindak sesuai dengan keinginan komunikator selanjutnya komunikasi persuasif dinilai efektif dilakukan orang tua dalam mengatasi kenakalan pada remaja karena pesanpesan yang bersifat himbauan dan bujukan akan mudah diterima dan dipahami oleh remaja, secara bahasa komunikasi merupakan proses interaksi atau hubungan saling pengertian satu sama lain antara sesama manusia. Proses interaksi atau hubungan satu sama lain yang dikehendaki oleh seseorang dengan maksud agar dapat diterima dan dimengerti antara sesamanya. (Soewarno Handaya Ningrat, 1980:94) Carl I. Hovland mendefenisikan ilmu komunikasi sebagai upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap. Hovland mengatakan bahwa komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain. (Onong Uchjana Efendy, 1992:10) Menurut Kamus Psikologi, Dictionary of Behavioral Science, yang dikutip oleh Rakhmat, menyebutkan enam pengertian komunikasi : Komunikasi 1) Penyampaian perubahan energi dari satu tempat ketempat yang lain seperti dalam sistem saraf atau penyampaian gelombang-gelombang suara. 2) Penyampaian atau penerimaan sinyal atau pesan oleh organisme. 3) Pesan yang disampaikan. 4) Teori Komunikasi. ( Jalaluddin Rakhmat, 1991:4) Benard Berelson dan Gary A. Steiner menjelaskan bahwa komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, fitur, grafik dan sebagainya. ( Deddy Mulyana, 2001:62)