Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mengubah Insecure Menjadi Bersyukur Melinsi, Ami Kurnia; Lestari, Lidia; Dzikra, Olyvia Chairunnisa; Hadikusuma, Revandi
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 2, No 3: Desember 2023
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v2i3.2446

Abstract

Insecure dapat diartikan sebagai rasa tidak aman atau rasa takut akan terjadinya sesuatu yang di mana hal ini dipicu dengan rasa ketidakpuasan bahkan tidak yakin akan sebuah kapasitas yang terdapat pada diri sendiri. Maka dari itu hal ini akan menjadi sebuah problematika pada diri seseorang, yang di mana akan mengganggu kehidupan seseorang. Beberapa tahun belakangan ini, banyak fenomena Insecure yang muncul pada beberapa individu, tidak terkecuali anak remaja maupun orang dewasa, sehingga seseorang lebih suka berpikir negatif terhadap dirinya sendiri dan menyebabkan dirinya kehilangan rasa percaya diri karena ada sesuatu yang membuat dirinya terancam dan Insecure. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan terhadap individu yang memiliki tingkat insecurity yang tinggi, agar seseorang dapat lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat seseorang yang Insecure menjadi lebih bersyukur. Fokus utama dari penelitian ini terdiri dari faktor Insecure, dampak Insecure, dan cara mengatasi Insecure agar lebih bersyukur.
Gambaran Penggunaan Media Sosial Pada Mahasiswa Keperawatan Di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Di Masa Pandemi lestari, lidia; mita, mita; sukarni, sukarni
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.53028

Abstract

Latar Belakang: Selama masa pandemi perkuliahan mahasiswa dilakukan dari jarak jauh dengan menggunakan sistem pembelajaran online melalui gadget Hp maupun laptop. Sehingga mahasiswa cenderung dalam menggunakan media sosial untuk membantu menyelesaikan tugas perkuliahan. Penggunaan media sosial secara intens mengakibatkan adanya kecanduan sehingga seseorang cenderung untuk menunda waktu tidur. Tujuan: Mengetahui gambaran penggunaan media sosial pada mahasiswa keperawatan di fakultas kedokteran universitas tanjungpura di masa pandemi. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain analisis deskriptif melalui rancangan cross sectional.Teknik sampling yang digunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 69 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner media sosial. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa keperawatan untan aktif dalam menggunakan media sosial sebanyak 54 orang sedangkan yang tidak aktif dalam menggunakan media sosial sebanyak 15 orang.Kesimpulan: Terdapat gambaran penggunaan media sosial pada mahasiswa keperawatan untan dengan persentase aktif media sosial (78,3%) dan tidak aktif penggunaan media sosial (21,7%).  Kata Kunci: Media sosial, mahasiswa keperawatan  
Analisis Pendekatan Humanistik Rogers Dalam Penanganan Kasus Perundungan Di Sekolah: Kajian Pustaka 2019–2024 Cahaya Murti, Putri; lestari, Lidia; Qudratullah, Qudratullah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10582

Abstract

This study aims to analyze the application of Carl Rogers' humanistic approach in handling bullying cases in schools through a literature review of relevant studies from 2019 to 2024. Rogers' humanistic approach emphasizes respecting individuals as active subjects who have the potential for self-actualization and psychological needs that must be met to create a conducive and safe learning environment. The literature review method is used to examine various empirical studies and theories on the implementation of the humanistic approach in the context of school guidance and counseling to reduce bullying behavior. The study results indicate that the application of humanistic principles such as empathy, unconditional acceptance, and effective communication can enhance the self-awareness of both bullying perpetrators and victims, as well as facilitate positive behavioral changes within the school environment. The practical implication is the importance of involving teachers and counselors as humanistic facilitators in order to create an inclusive school atmosphere that supports students' character development. This study recommends the development of humanistic-based intervention programs as a preventive measure in addressing bullying in education.