Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REKONTRUKSI TAZKIYAH AL-NAFS MENURUT ABU HASAN AL-NADWI Ibrahim, Mulyadi
At-Tafkir Vol 13 No 1 (2020): Vol. 13 No. 1 Juni 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v13i1.1570

Abstract

Abstract: Tazkiyah al-Nafs merupakan salah satu metode untuk membersihkan jiwa manusia dari segala penyakit dan kotoran hati. Pembahasan tazkiyah al-Nafs banyak dikupas oleh para ulama-ulama besar terdahulu seperti Imam Ghazali, Ibnu Taimiah dan Ibnu Qayyim dengan berbagai pendekatan dan tipologi meskipun pada hakikatnya semua ulama mengarah pada satu tujuan yaitu membentuk atau melahirkan seseorang berakhlak dengan akhlakul karimah. Konsep tazkiyah menurut mereka sudah banyak dikupas dan diteliti oleh ilmuan dan para sarjana keislaman dalam berbagai pendekatan baik tasawuf, psikologi maupun pendidikan namun demikian akhir-akhir ini ini metode ini jarang dilirik oleh banyak orang khususnya dunia pendidikan tidak mampu mengintegrasikan dalam proses pembelajaran peseta didik oleh karena itu penulis mencoba mengahadirkan kan kembali metode tazkiyah al-Nafs dengan sudut pandang yang berbeda dari seorang tokoh ulama kontemporer abad ke 20 yang berdomisili di Lucknow India, yaitu Abu Hasan al-Nadwi, ulama rabbani yang banyak melahirkan karya-karyanya dibidang agama Islam. Tujuan penelitian ini untuk  megetahui konsep tazkiyah al-Nafs menurut Abu Hasan al-Nadwi. Untuk menganalisa pembentukan pemikiran  Abu Hasan al-Nadwi peneliti menggunakan teori paradigma Thomas Kuhn melalui pendekatan kualitatif, suatu pendekatan yang banyak digunakan dalam melakukan penelitian tokoh. Keyword: Abu Hasan al-Nadwi, Taziyah al-Nafs.
Manajemen Pendidikan Dalam Bingkai Otonomi Daerah (Analisis Terhadap Sistem Pendidikan di Daerah) Ibrahim, Mulyadi
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 2 (2021): Juli-Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/ikhtibar.v8i2.3489

Abstract

Mengingat luasnya wewenang yang diberikan pemerintah pusat terhadap daerah dalam mengelola pendidikan sehingga banyak menimbulkan masalah khususnya dalam mengimplementasikan undang-undang No. 22 Tahun 1999. Ini menunjukan bahwa urusan pendidikan diserahkan kepada daerah dan daerah memiliki wewenang penuh dalam mengatur dan mengelola pendidikan yang ada di daerahnya, apakah ia pendidikan dasar maupun ke perguruan tinggi. Kendatipun demikian apakah benar pelaksanaannya sesuai dengan amanah undang-undang? Justru yang terjadi adalah sebaliknya. Masalah ini muncul terutama pada pendidikan tinggi terus beranggapan bahwa pemerintah daerah tidak ada wewenang dan mempunyai hak terhadap menajemen pendidikan tinggi, sehingga daerah tidak memperdulikan sama sekali terhadap keberlangsungan pendidikan tinggi. seharusnya daerah harus paham betul dengan adanya otonomi daerah maka otonomi pendidikan menjadi sebuah keniscayaan bagi daerah.