Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PUSKESMAS OLEH PASIEN YANG BERKUNJUNG KE PUSKESMAS SIMALINGKAR MEDAN TAHUN 2017 Singarimbun, Ristika Julianty
SCIENTIA JOURNAL Vol 8 No 1 (2019): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan Puskesmas menjadi pusat pelayanan kesehatan belum banyak mengalami perubahan. Di era otonomi daerah, Pemerintah Daerah mempunyai tanggung jawab mengembangkan pelayanan kesehatan dasar melalui puskesmas karena lebih murah dan mudah diakses oleh masyarakat, terutama penduduk miskin. Untuk itu, kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui puskesmas, perlu terus diupayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan puskesmas oleh pasien yang berkunjung ke puskesmas Simalingkar  Medan Tahun 2017. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang melakukan pembayaran secara langsung. Dengan menggunakan estimasi populasi maka didapatkan rata-rata kunjungan sebanyak 23 orang dan dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Metode pengambilan data primer dengan menggunakan angket/kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari Puskesmas Simalingkar. Data dianalisa dengan menggunakan uji t-test dan didapatkan hasil faktor pembiayaan kesehatan dengan nilai p = 0.001, faktor petugas kesehatan dengan nilai p = 0.017, faktor obat dan perbekalan/perlengkapan kesehatan dengan nilai p = 0.011 dan faktor manajemen kesehatan dengan nilai p = 0.000. Maka, didapatkan kesimpulan bahwa faktor pembiayaan kesehatan, petugas kesehatan, obat dan perbekalan/perlengkapan kesehatan dan manajemen kesehatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pemanfaatan puskesmas. Oleh karena itu, disarankan puskesmas untuk lebih giat lagi dalam promosi kesehatan dengan mengadakan penyuluhan dan tenaga kesehatan agar bersikap lebih ramah dan simpati.
Determinan Perilaku Remaja Putri Tentang Menarche (Haid Pertama) \ Di SMP Parulian 1 Medan Singarimbun, Ristika Julianty
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i2.988

Abstract

Latar Belakang:Menarche adalah tanda awal pubertas yang ditandai dengan perubahan fisik dan pertumbuhan yang cepat, membawa tubuh mendekati pertumbuhan optimum. Namun, pemahaman remaja putri tentang menarche sering kali masih kurang, yang dapat memengaruhi perilaku mereka.Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perilaku remaja putri tentang menarche di SMP Parulian 1 MedanMetode:Penelitian deskriptif analitik dengan data kuantitatif dilakukan pada Desember 2023–Februari 2024. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner. Sampel terdiri dari 60 responden yang dipilih secara random sampling.Hasil:Tingkat perilaku remaja putri tentang menarche ditemukan cukup pada 35 responden (58,33%), kurang pada 18 responden (30%), dan baik hanya pada 7 responden (11,67%). Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri belum memiliki pemahaman yang baik tentang menarche, terutama karena kurangnya informasi yang dicari atau diterima.Kesimpulan:Mayoritas remaja putri memiliki tingkat perilaku yang cukup tentang menarche, tetapi masih banyak yang perlu ditingkatkan. Diperlukan upaya dari institusi pendidikan dan petugas kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan rutin di sekolah, guna meningkatkan pemahaman dan perilaku remaja tentang menarche. Background: Menarche is the first sign of puberty characterized by physical changes and rapid growth, bringing the body closer to optimum growth. However, adolescent girls' understanding of menarche is often lacking, which can affect their behavior.Purpose: This study aims to determine the level of behavior of adolescent girls about menarche at SMP Parulian 1 Medan.Methods: Analytical descriptive research with quantitative data was conducted in December 2023-February 2024. Primary data was obtained through interviews using a questionnaire. The sample consisted of 60 respondents selected by random sampling.Results: The level of behavior of adolescent girls about menarche was found to be sufficient in 35 respondents (58.33%), less in 18 respondents (30%), and good in only 7 respondents (11.67%). These results indicate that most adolescent girls do not have a good understanding of menarche, mainly due to the lack of information sought or received.Conclusion: The majority of adolescent girls have a sufficient level of behavior about menarche, but there is still much that needs to be improved. Efforts are needed from educational institutions and health workers to provide routine health education in schools, in order to improve the understanding and behavior of adolescents about menarche.
Differences in nutritional status in pre-school children At the Muara Fajar-Riau Community Health Center Singarimbun, Ristika Julianty
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 01 (2022): Jurnal EduHealth, April - September 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutritional status is a measure of success in fulfilling nutrition for pre-school children (aged 3-5 years) who come from the working area of ​​the Muara Fajar-Riau health center and is indicated by body weight and age or an indicator in measuring the nutritional status of the community because malnutrition can result in Various diseases such as calorie and protein deficiency, vitamin A, anemia, iron and iodine nutrition and the nutritional status of pre-school age can be divided into four, namely: over, good, under and poor nutritional status. Researchers aim to determine differences in nutritional status in pre-school children in the Muara Fajar-Riau health center working area. The sampling technique used in this research was Proportional Sample, the sample size obtained from each health center was: At the Muara Fajar-Riau Community Health Center there are 50 children aged 3-5 years. The total sample is 50 children aged 3-5 years in the Muara Fajar-Riau area using Total Sampling, the type of research is the analytical method using the independent t-test which obtained a p value = 0.000 (< 0.05), a significant hypothesis means there is Differences in nutritional status of pre-aged children between Muara Fajar-Riau Community Health Center working areas. It is hoped that the community health center can increase efforts to improve nutrition programs, increase families' awareness of the nutrition of pre-school age children, monitor mothers who do not want to visit the nearest health service with their children, and conduct outreach by providing information on nutritional developments to mothers who have Pre-school age children to avoid nutritional disorders.
EDUKASI BERBASIS SELF-MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN SEFT-CARE PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI KELURAHAN TEGAL SARI MANDALA III Singarimbun, Ristika Julianty; br.Silalahi, Lenny Sepriani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6798

Abstract

Latar belakang: Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan    membutuhkan pengelolaan seumur hidup dalam mengontrol kadar gula darah agar dapat    meningkatkan kualitas hidup penderita. Penyakit tidak menular yang dapat menyerang segala kelompok umur. Peningkatan jumlah penderita diabetes mellitus menjadi salah satu ancaman kesehatan secara global. Pengetahuan tentang diabetes mellitus masih kurang sekali, baik tentang penyebab, gejala, dan cara pencegahan. Kurangnya pengetahuan terhadap bahaya penyakit diabetes mellitus, pencegahannya, dan    pengendaliannya menyebabkan penyakit semakin banyak terjadi di masyarakat. Tujuan : kegiatan  pengabdian kepada masyarakat untuk mengubah perilaku dan kesadaran dalam mengontrol kadar glukosa darah melalui pemberian edukasi  berbasis self-management untuk meningkatkan selft-care pada pasien diabetes mellitus dan pencegahannya  serta  melakukan pemeriksaan kesehatan  berupa  pemeriksan kadar gula darah. Metode : Kegiatan edukasi kesehatan pada komunitas lansia ini dilakukan bersama dengan mahasiswa/i STIKes Darmo dan lansia di Kelurahan Tegal Sari Mandala III. Masyarakat sebanyak 37 orang. Cara yang dilakukan yaitu dengan edukasi  berbasis self-management untuk meningkatkan selft-care pada pasien diabetes mellitus dan pemeriksaan kadar gula darah Kelurahan Tegal Sari Mandala III. Kegiatan  pengabdian adalah kelompok umur> 48 Tahun. Program pengabdian kepada masyarakat meliputi edukasi kesehatan tentang penyakit diabetes mellitus, dan pemeriksaan gula darah sewaktu, serta diskusi dan tanya jawab. Hasil: Berdasarkan hasil kegiatan penyuluhan, sejumlah  37 orang komunitas lansia telah menerima informasi mengenai diabetes mellitus dengan    baik. Tim civitas STIKes Darmo melakukan pemeriksaan kadar glukosa darah dengan  kadar  gula  darah  normal <200   mg/dL dan komunitas lansia yang mengalami diabetes dengan kadar gula darah >200 mg/dl. Kesimpulan : Setelah diberikan edukasi kesehatan pada masyarakat di Kelurahan Tegal Sari Mandala III akan pentingnya memberikan edukasi  berbasis self-management untuk meningkatkan selft-care pada pasien diabetes mellitus dan pemeriksaan kadar gula darah serta pemeriksaan kesehatan lansia secara berkala.