Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Pelestarian Budaya Dalam Upacara Pujawali (Sudi Kasus Pada Kesenjangan Budaya Serati Dalam Upacara Pujawali Di Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi) Jaya Negara, I Made; Dewi Kartika, Anak Agung Made; Biasa, I Made
Widya Sandhi Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serati merupakan kelompok atau organisasi yang tugasnya membuat fasilitas upakara dalam upacara keagamaan. Hal ini merupakan bentuk upaya pelestarian budaya dalam mempertahankan peradaban Hindu. Seiring dengan hal itu tidak jarang menimbulkan permasalahan atau kesenjangan antara Serati, yang dapat mempengaruhi tata cara pembuatan dan pelaksanaan suatu upacara keagamaan. Pada tulisan ini akan disampaikan mengenai Bagaimana terjadinya kesenjangan budaya Serati dalam Upacara Pujawali sebagai upaya pelestarian budaya di Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi. Penulis memilih Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi sebagai objek penelitian karena lokasi ini merupakan titik pusat pemujaan umat Hindu di semua wilayah Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus merupakan metode riset yang menggunakan berbagai sumber data yang dapat digunakan untuk meneliti. Berdasarkan penelitian dan analisis yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa Upaya Pelestarian Budaya Para Serati dalam pemahaman nilai-nilai ajaran Agama Hindu, Serati memiliki Kemampuan Membuat Upakara, perbedaan budaya Serati mampu menyelesaikan upacara Pujawali di Pura Agung Bekasi dan peran Serati dalam memasyarakatkan budaya Hindu dalam membuat fasilitas upakara. Sehingga hal itu menumbuhkan rasa pengabdian dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui rangkaian upacara Pujawali.
Analisis Pendukung dan Penghambat Transformasi Digital dalam Perilaku Organisasi Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Tingkat Pusat dan Cabang Bogor Widiantari, Ni Putu Aprilita; Suhardi, Untung; Prameswara, Indra; Putra, I Made Jaya Negara Suarsa; Biasa, I Made
Pratyaksa: Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Samsara Institute Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital transformation in Hindu student organizations presents new challenges and opportunities, particularly in the context of organizational behavior. This study examines how the Indonesian Hindu Dharma Student Union (KMHDI), both at the Central Leadership (PP) and Bogor Branch Leadership (PC) levels, navigate these dynamics. The research focuses on the supporting and inhibiting factors of digital transformation that influence organizational communication and behavior. This study employed a qualitative method with a case study approach. Data were obtained through in-depth interviews with nine informants, including central and branch administrators, community leaders, and academics. Findings indicate that digital infrastructure support, the commitment of young, tech-savvy administrators, and the flexibility of digital platforms such as Zoom and WhatsApp are contributing factors to the transformation. However, limited digital literacy, resistance to change, lack of access to official central media, and minimal external support are key challenges. The information gap between the central and branch levels also impacts the spirit of cadre development and a sense of belonging to the organization. While digital transformation can increase efficiency, it also changes communication patterns and closeness among members. For organizational sustainability, KMHDI needs to align technology with a culture of camaraderie, strengthen digital literacy, and develop an inclusive, hybrid communication strategy. This research contributes to the development of a communication strategy for Hindu student organizations in navigating the digital era in an adaptive and sustainable manner.