Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang biografi tokoh Omar Muhammad Al- Toumy Al- Syaibany, pandangan beliau terhadap pendidikan nonformal, kemudian pandangannya terhadap prinsip-prinsip yang menjadi pandangan Islam terhadap masyarakat, dan bagaimana karakteristik masyarakat dalam Islam menurut pandangan Omar Muhammad Al-Toumy Al-Syaibany. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan Studi Naskah. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dalam beberapa langkah yaitu: 1) inventarisasi naskah, 2) mengorganisasikan data ataupun naskah, 3) memilah-milah data atau naskah sehingga menjadi satu kesatuan yang dapat dikelola, 4) mensistensikannya, dan 5) menemukan apa yang akan diinformasikan kepada pembaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep Pendidikan Nonformal Menurut. Umar Muhammad Al Toumy Al Syaibany memiliki beberapa prinsip. Pertama, pendidikan nonformal diikat oleh kesatuan negara, kebudayaan dan agama. Kedua, masyarakat yang mengetrapkan Islam dalam aspek akidah, ibadah, akhlak, undang- undang dan sistem Islam. ketiga, meyakini rukun Islam yang merupakan salah satu tiang asas masyarakat Islam. keempat, yakin bahwa agama teras dalam kehidupan pribadi dan masyarakat. Kelima, meyakini bahwa ilmu yang sebenarnya adalah sebaik-baik asas sesudah iman, agama, dan akhlak untuk mencapai kemajuan. kekuatan dan kemakmuran masyarakat, baik dalam bidang material maupun spiritual. Keenam, mengakui harga diri atau nilai insan dan peri perlunya. perorangan dalam hidup bermasyarakat. Ketujuh, menginsafi bahwa keluarga merupakan unit pertama bagi pendidikan non formal pada tahap institusi. Kedelapan, Menginsafi bahwa keluarga merupakan unit pertama bagi masyarakat pada tahap institusi. Hal ini merupakan jembatan meniti bagi generasi yang akan datang. Kesembilan, Percaya bahwa segala perkara yang dapat menciptakan tolong-menolong setia kawan, kait- mengait, persaudaraan, kasih-mengasihi, cinta mencintai, dan kerja sama antara manusia, juga yang menciptakan keadilan, dan keseimbangan antara mereka dan juga yang akan melaksanakan kemaslahatan umum, kekuatan dan kemajuan, kesatuan dan persatuan mereka adalah merupakan teras tujuan-tujuan syariat Islam dan termasuk maksud yang ingin dicapai oleh agama Islam yang suci.