Lestari, Hana Putri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SEMIOTIKA RIFFATERRE DALAM PUISI “BALADA KUNING-KUNING” KARYA BANYU BENING Lestari, Hana Putri
ALAYASASTRA Vol 16, No 1 (2020): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v16i1.535

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mendeskripsikan semiotika Riffaterre dalam puisi ?Balada Kuning-Kuning? karya Banyu Bening yang dipublikasikan di situs Kompasiana. Puisi tersebut mengisahkan tentang korban pemerkosaan bernama Sum Kuning. Ciri khas puisi ini adalah penggunaan rima ?ing dari awal sampai akhir bait puisi. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui pendekatan semiotika. Hasil penelitian menunjukkan (1) Ketidaklangsungan ekspresi puisi ?Balada Kuning-Kuning? terdiri atas penggantian, penyimpangan, dan penciptaan arti; (2) Hasil pembacaan heuristik adalah puisi ini menceritakan kejadian pemerkosaan yang dialami Sum Kuning. Hasil pembacaan hermeneutik, puisi ini merupakan kritik Banyu Bening atas kasus Sum Kuning yang belum ditemukan titik terangnya sampai sekarang; (3) Matriks puisi ini adalah kisah pemerkosaan Sum Kuning; (4) Hipogram puisi ini adalah hubungan intertekstual puisi dengan kisah Sum Kuning.Kata kunci: Sum Kuning, kuning, semiotika RiffaterreABSTRACTThis research describes Riffaterre's semiotics in "Balada Kuning-Kuning" poem by Banyu Bening, published by Kompasiana. ?Balada Kuning-Kuning? tells of a rape victim named Sum Kuning. Characteristic of this poem is the used ?ing rhymes from the beginning to the end of the poem. This research is a library research with a descriptive qualitative method with semiotics theory. The results showed (1) The unsustainability of expression "Balada Kuning-Kuning" is displacing, distorting, and creating of meaning; (2) Heuristic shows that this poem tells Sum Kuning?s raped insident. Hermeneutic shows that this poem is Banyu Bening's critique of Sum Kuning?s unsolved case; (3) Matrix this poem is Sum Kuning?s raped story; (4) Hypogram this poem is intertextual relation this poem with Sum Kuning?s story.Keywords: Sum Kuning, kuning, Riffaterre?s semiotics