Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Inclusivity and Diversity in Global Creative Industries: A Narrative Review Cendekia, Damas
Harmonia : Journal of Music and Arts Vol. 3 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/harmonia.v3i1.907

Abstract

The global creative industries are undergoing a critical transformation as inclusivity and diversity emerge as central imperatives shaping cultural sustainability and innovation. This narrative review synthesizes literature from 2000 to 2024 to examine inclusivity in the arts across four key domains: representation in artistic content, accessibility of cultural spaces, culturally responsive pedagogy, and structural-economic frameworks. Literature was collected through comprehensive searches in Scopus, Web of Science, and Google Scholar, using targeted keywords such as “inclusivity in arts,” “diversity in creative industries,” and “representation in cultural production.” Studies meeting inclusion criteria provided empirical data, theoretical frameworks, and case studies relevant to inclusivity. Findings indicate that inclusive representation in visual arts, film, and digital media enhances belonging and social inclusion, while accessibility initiatives such as universal design and sensory-friendly adaptations improve participation for marginalized groups. Culturally responsive pedagogies foster empathy and reduce prejudice, situating education as a powerful site for social transformation. Structural and economic analyses reveal that policy reforms and equitable funding are essential to dismantling systemic barriers, with comparative perspectives illustrating varying successes across global regions. Despite promising initiatives, gaps remain regarding the sustainability and systemic impact of inclusivity efforts, particularly in underexplored regions and long-term evaluations. This review underscores the urgency of structural reform and highlights the need for collaborative, context-sensitive strategies to foster inclusivity. Future research should investigate the effectiveness of digital platforms in supporting underrepresented voices while ensuring equitable resource distribution. By addressing these challenges, creative industries can be redefined as equitable spaces that reflect and nurture the diversity of the societies they serve.
Mempertanyakan Surprise Film Arrival (2016) Cendekia, Damas
IMAJI Vol. 10 No. 1 (2018): Teknologi dan Storytelling dalam Medium Audio-Visual
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surprise yang dialami penonton ketika menyaksikan Arrival (2016) bukanlah surprise biasa. Bagian akhir dari film yang disutradarai oleh Dennis Villeneuve itu membuat penonton merasa ditipu dengan cara yang begitu menyesakkan. Mereka dibuat terpukau karena yang disaksikan sama sekali di luar dugaan. Konvensi yang telah mapan mendadak gugur berantakan saat adegan-adegan yang sejak awal diyakini sebagai flashback rupanya merupakan adegan-adegan yang baru akan terjadi kemudian. Lewat petikan beberapa scene yang dilihat hubungannya dengan film sebagai form yang membentuk reaksi dalam pikiran penonton, tulisan ini akan mencari penyebab yang membuat penonton terperdaya sehingga dapat merasakan surprise yang lain dari biasanya ketika menonton film ini.
Tiga Karakter dalam ‘Apa Jang Kau Tjari, Palupi?’ Cendekia, Damas
IMAJI Vol. 8 No. 1 (2016): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksi dan reaksi tiga karakter utama dalam film “Apa Jang Kau Tjari, Palupi?” (1969) begitu kompleks dan memiliki jalinan yang sangat erat dengan plot yang bergulir dari awal sampai akhir film. Dengan demikian butuh menggali lebih dalam dengan cara membaca hubungan antarkarakter dalam kaitannya dengan keseluruhan plot lewat catatan berupa postscript, sehingga pengkategorian jenis karakter dapat dilakukan, agar dibaca sebagai pembelajaran bagi ilmu pengetahuan
TERMINOLOGI SCENE DAN SEQUENCE DALAM FILM Dony Hermansyah, Kusen; Cendekia, Damas
Profilm Jurnal Ilmiah Ilmu Perfilman dan Pertelevisian Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 05 Nomor 1 - Maret 2026
Publisher : Akademi Komunikasi SAE Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56849/jpf.v5i1.124

Abstract

Scene dan sequence merupakan terminologi yang lazim digunakan dalam produksi maupun kajian film. Namun yang menarik adalah banyak pembuat film yang dapat menjelaskan scene dengan relatif mudah, tetapi sering kurang komprehensif. Sementara ketika menjelaskan tentang sequence, justru lebih beragam dan membingungkan. Penelitian ini bertujuan untuk memperjelas makna serta fungsi kedua istilah tersebut dalam kerangka teori film. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan sumber data berupa literatur film dan contoh-contoh film yang dianalisis melalui studi pustaka dan telaah dokumen. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif untuk menguraikan hubungan antara shot, scene, dan sequence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa scene tidak dapat dipahami hanya sebagai kumpulan shot, begitu pula sequence bukan sekadar kumpulan scene; sebab keduanya memiliki fungsi dramatik dan naratif yang lebih kompleks. Temuan ini diharapkan dapat memberi acuan yang lebih sistematis, khususnya dalam pendidikan film di Indonesia.