Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH ABU TERBANG (FLY ASH) PLTU SEKAYAN SEBAGAI SUBTITUSI PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN PADA JUAT TEKAN MORTAR Nofrisal, Nofrisal; Rantesalu, Sepry
Jurnal Borneo Saintek Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Borneo Saintek
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v3i1.1406

Abstract

Pemanfaatan Abu Terbang (fly ash) terhadap mortar memiliki tujuan jangka panjang yaitu mengurangi permasalahan limbah hasil pembakaran batu bara dan mengurangi pencemaran emisi gas rumah kaca dengan menurunkan pemakaian semen secara signifikan dalam pembuatan produk mortar. Selain mengatasi permasalahan limbah, penelitian ini juga diharapkan memberikan kemanfaatan pada beton, karena fly ash yang memiliki kadar silika (SiO2) yang cukup tinggi telah terbukti memperbaiki sifat mekanis mortar sebagaimana studi pustaka yang telah ada. Penggunaan volume fly ash pada mortar adalah minimal 10% bahan pengikat/ semen digantikan oleh abu terbang sehingga secara signifikan meningkatkan pemakaian abu terbang. Dalam pembuatan mortar menggunakan cara yang identik dengan pembuatan mortar normal. Penelitian yang pernah dilakukan telah membuktikan bahwa penggunaan 50% fly ash sebagai pengganti semen pada mortar memenuhi standart mortar tipe N dengan perbandingan  semen : pasir adalah 1 : 6  menghasilkan kuat tekan yang setara dengan mortar normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh abu terbang (fly ash) PLTU Sekayan terhadap kuat tekan mortar optimum dengan jumlah variasi fly ash 10%, 15%, 25%,dan 40%. Ada 2 (dua)  garis besar yang akan dilakukan dalam penelitian ini yang pertama yaitu melakukan pengujian sifat fisis terhadap agregat halus yang digunakan dalam campuran mortar sesuai dengan standar ASTM, yang kedua melakukan pengujian sifat mekanis yaitu uji kuat tekan benda uji mortar. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini yaitu kubus,ukuran 5cmx5cmx5cm yang jumlahnya 6 benda uji untuk masing-masing variasi untuk pengujian kuat tekan. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7 hari dan 28 hari. Metode yang digunakan pada campuran mortar sesuai dengan SNI 15-3758-2004,SNI 03-6882-2002 dan SNI 15-2049-2004. Dari hasil penelitian dapat  disimpulkan  bahwa kuat tekan mortar dengan fly ash 15 %, 25 % dan 40 %  lebih  rendah  bila  dibandingkan   dengan kuat  tekan  mortar  tanpa  fly  ash  pada  umur  7 hari. Hal ini disebabkan  karena perilaku fly ash dalam   reaksi   hidrasi   berjalan   lambat. Sedangkan   pada   umur   28   hari,   kuat   tekan mortar dengan fly ash 10% dan 15% lebih tinggi  dibandingkan   dengan   mortar  tanpa  fly ash.   Fenomena   ini   disebabkan   oleh   kapur bebas hasil reaksi semen dan air akan bereaksi dengan  fly  ash  membentuk  senyawa tobermorite.