Habiby, Fahmi Imamul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK PEMBANGUNAN JEMBATAN SURAMADU TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH KABUPATEN BANGKALAN DITINJAU DARI TEORI HARROD-DOMAR DENGAN TEORI LOKASI WEBER Habiby, Fahmi Imamul
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 18, No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : GEOGRAPHY EDUCATION DEPARTMENT Social Science and Law Faculty, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v18n1.p77-90

Abstract

Pulau Madura memiliki kondisi masyarakat khususnya di Kabupaten Bangkalan kaitannya dengan masih tingginya tingkat kemiskinan dan ketertinggalan. Usaha yang dilakukan sehingga menggerakkan pertumbuhan dan pengembangan ekonomi dan meningkatkan lebih besar pendapatan yang diperoleh masyarakat di Kabupaten Bangkalan sehingga pengembangan wilayah yang ada di Kabupaten Bangkalan semakin berkembang dengan pesat. Pembangunan infrastuktur Jembatan Suramadu dilakukan oleh pemerintah pusat yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Madura terutama di Bangkalan. Jembatan Suramadu diharapkan meningkatkan peran yang strategis untuk peningkatan potensi untuk peningkatan pertumbuhan dan pengembangan ekonomi seiring dengan meningkatnya pendapatan yang diterima masyarakat Bangkalan. Infrastruktur yang dibangun di Pulau Madura terutama di Bangkalan agar semakin berkembang dengan pesat. Dari segi perekonomian, sosial, dan lingkungan di Kabupaten Bangkalan memiliki dampak pembangunan Jembatan Suramadu terhadap pengembagan wilayah yang ada di Kabupaten Bangkalan dari segi perekonomian pendapatan dari masyarakat yang ada di Kabupaten Bangkalan meningkat, dari segi Sosial juga sekarang lapangan pekerjaan semakin bervariatif dan semakin banyak lapangan pekerjaan baru, dari segi lingkungan masih belum terlihat signifikan terjadi perubahan yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sekitar dengan ditinjau dari teori lokasi menunjukkan pengembangan wilayah di Kabupaten Bangkalan mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya, dapat dilihat dari beberapa aspek wisata bukit Jaddih yang semakin ramai pengunjung, wisata religi seperti makam Syaichona Cholil semakin ramai pengunjung, dan banyaknya sentra Batik tulis sebagai oleh-oleh khas Bangkalan dan juga wisata kuliner seperti bebek Sinjay dan bebek Songkem yang semakin banyak peminatnya.
DAMPAK PEMBANGUNAN JEMBATAN SURAMADU TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH KABUPATEN BANGKALAN DITINJAU DARI TEORI HARROD-DOMAR DENGAN TEORI LOKASI WEBER Habiby, Fahmi Imamul
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 18 No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v18n1.p77-90

Abstract

Pulau Madura memiliki kondisi masyarakat khususnya di Kabupaten Bangkalan kaitannya dengan masih tingginya tingkat kemiskinan dan ketertinggalan. Usaha yang dilakukan sehingga menggerakkan pertumbuhan dan pengembangan ekonomi dan meningkatkan lebih besar pendapatan yang diperoleh masyarakat di Kabupaten Bangkalan sehingga pengembangan wilayah yang ada di Kabupaten Bangkalan semakin berkembang dengan pesat. Pembangunan infrastuktur Jembatan Suramadu dilakukan oleh pemerintah pusat yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Madura terutama di Bangkalan. Jembatan Suramadu diharapkan meningkatkan peran yang strategis untuk peningkatan potensi untuk peningkatan pertumbuhan dan pengembangan ekonomi seiring dengan meningkatnya pendapatan yang diterima masyarakat Bangkalan. Infrastruktur yang dibangun di Pulau Madura terutama di Bangkalan agar semakin berkembang dengan pesat. Dari segi perekonomian, sosial, dan lingkungan di Kabupaten Bangkalan memiliki dampak pembangunan Jembatan Suramadu terhadap pengembagan wilayah yang ada di Kabupaten Bangkalan dari segi perekonomian pendapatan dari masyarakat yang ada di Kabupaten Bangkalan meningkat, dari segi Sosial juga sekarang lapangan pekerjaan semakin bervariatif dan semakin banyak lapangan pekerjaan baru, dari segi lingkungan masih belum terlihat signifikan terjadi perubahan yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sekitar dengan ditinjau dari teori lokasi menunjukkan pengembangan wilayah di Kabupaten Bangkalan mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya, dapat dilihat dari beberapa aspek wisata bukit Jaddih yang semakin ramai pengunjung, wisata religi seperti makam Syaichona Cholil semakin ramai pengunjung, dan banyaknya sentra Batik tulis sebagai oleh-oleh khas Bangkalan dan juga wisata kuliner seperti bebek Sinjay dan bebek Songkem yang semakin banyak peminatnya.