Jayanti, Atika Ria
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANFAAT PADANG LAMUN SEBAGAI PENYEIMBANG EKOSISTEM LAUT DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU Jayanti, Atika Ria
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 18, No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : GEOGRAPHY EDUCATION DEPARTMENT Social Science and Law Faculty, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v18n1.p1-14

Abstract

Keberadaan Padang Lamun di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Manfaat Padang Lamun diantaranya adalah sebagai media untuk filtrasi atau menjernihkan perairan laut dangkal, dimana lamun berperan dalam menyaring debu-debu yang terdapat di permukaan air laut. Padang lamun berfungsi sebagai tempat tinggal berbagai biota laut, termasuk biota laut yang bernilai ekonomis, seperti ikan baronang/lingkis, ikan cendro, rajungan atau kepiting, teripang dan lain-lain. Keberadaan biota tersebut bermanfaat bagi manusia sebagai sumber bahan makanan. Manfaat lainnya yaitu sebagai tempat mencari makanan bagi berbagai macam biota laut, terutama ikan cendro dan penyu yang hampir punah, mengurangi besarnya energi gelombang di pantai dan berperan sebagai penstabil sedimen sehingga mampu mencegah erosi di pesisir pantai dan berperan dalam Berperan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Ekosistem lamun juga mempunyai peranan penting dalam menunjang kehidupan dan perkembangan jasad hidup di laut dangkal, Tetapi keberadaan padang  juga dapat rusak. Kerusakan padang lamun dapat disebabkan oleh faktor alam dan manusia. Sayangnya, keberadaan ekosistem padang lamun masih belum banyak dikenal oleh masyarakat umum maupun akademisi, jika dibandingkan dengan ekosistem lain seperti terumbu karang dan mangrove. Padang Lamun seringkali dianggap sebagai tanaman pengganggu, sehingga akhirnya diabaikan atau dimusnahkan. Namun dengan adanya Taman Nasional Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka sebagai salah satu tempat konservasi padang lamun dapat mengedukasi masyarakat setempat dan masyarakat umum yang dating ke Pulau Pramuka sehingga pengetahuan masyarakat dapat bertambah dan keberadaan ekosistem Padang Lamun pun terjaga kelestariannya.
MANFAAT PADANG LAMUN SEBAGAI PENYEIMBANG EKOSISTEM LAUT DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU Jayanti, Atika Ria
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 18 No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v18n1.p1-14

Abstract

Keberadaan Padang Lamun di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Manfaat Padang Lamun diantaranya adalah sebagai media untuk filtrasi atau menjernihkan perairan laut dangkal, dimana lamun berperan dalam menyaring debu-debu yang terdapat di permukaan air laut. Padang lamun berfungsi sebagai tempat tinggal berbagai biota laut, termasuk biota laut yang bernilai ekonomis, seperti ikan baronang/lingkis, ikan cendro, rajungan atau kepiting, teripang dan lain-lain. Keberadaan biota tersebut bermanfaat bagi manusia sebagai sumber bahan makanan. Manfaat lainnya yaitu sebagai tempat mencari makanan bagi berbagai macam biota laut, terutama ikan cendro dan penyu yang hampir punah, mengurangi besarnya energi gelombang di pantai dan berperan sebagai penstabil sedimen sehingga mampu mencegah erosi di pesisir pantai dan berperan dalam Berperan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Ekosistem lamun juga mempunyai peranan penting dalam menunjang kehidupan dan perkembangan jasad hidup di laut dangkal, Tetapi keberadaan padang  juga dapat rusak. Kerusakan padang lamun dapat disebabkan oleh faktor alam dan manusia. Sayangnya, keberadaan ekosistem padang lamun masih belum banyak dikenal oleh masyarakat umum maupun akademisi, jika dibandingkan dengan ekosistem lain seperti terumbu karang dan mangrove. Padang Lamun seringkali dianggap sebagai tanaman pengganggu, sehingga akhirnya diabaikan atau dimusnahkan. Namun dengan adanya Taman Nasional Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka sebagai salah satu tempat konservasi padang lamun dapat mengedukasi masyarakat setempat dan masyarakat umum yang dating ke Pulau Pramuka sehingga pengetahuan masyarakat dapat bertambah dan keberadaan ekosistem Padang Lamun pun terjaga kelestariannya.