Sebagai sektor yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sektor konstruksi juga dikenal sebagai salah satu industri yang memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan. Pada kenyataannya, kegiatan sektor konstruksi di Indonesia, selain mendukung masyarakat dengan bangunan dan infrastruktur yang sangat dibutuhkan, juga memiliki dampak negatif akibat kegiatan konstruksi, yang dapat merusak lingkungan dengan meningkatkan jumlah limbah proyek konstruksi. Green Construction dengan manfaatnya yang signifikan terhadap lingkungan semakin diminati oleh Masyarakat. Namun berbagai sistem penilaian bangunan hijau cenderung lebih menitikberatkan pada aspek desain dan konstruksi dibandingkan dengan kinerja bangunan pada tahap operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor Pendorong dan Penghambat Implementasi Green Construction di Indonesia serta mengevaluasi Penerapan Green Construction pada Tahapan Manajemen Proyek mulai dari Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui literature review yang berasal dari jurnal nasional dan jurnal internasional yang dipublikasi pada tahun 2021-2025. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi green construction dalam manajemen proyek di Indonesia dipengaruhi oleh kombinasi faktor pendorong dan penghambat yang muncul pada setiap tahapan proyek. Digitalisasi, terbukti menjadi pendorong kuat melalui pemanfaatan teknologi seperti BIM, sensor efisiensi energi, dan sistem manajemen material yang mampu meningkatkan akurasi perencanaan, menekan konsumsi sumber daya, serta meminimalkan limbah. Dapat disimpulkan bahwa penguatan kapasitas SDM, standardisasi praktik berkelanjutan, dan integrasi teknologi digital menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi konstruksi hijau di Indonesia