Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi orang tua mengenai program PAUD inklusi. Persepsi orang tua dilihat dari aspek kebijakan pemerintah dan penerapan pendidikan inklusi. Penelitian dilaksanakan pada PAUD Inklusi di Kota Denpasar. Populasi pada penelitian ini terdiri dari 154 orang tua siswa. Sampel dalam penelitian ditentukan menggunakan multistage random sampling, sehingga diperoleh 108 orang tua selaku responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, dengan pilihan respon menggunakan skala Likert. Data dianalisis secara kuantitatif dengan statistik deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum persepsi orang tua terhadap kebijakan pemerintah mengenai program PAUD inklusi tergolong kurang baik. Hasil analisis menunjukkan persepsi dari sebagian besar orang tua (39,81%) terhadap kebijakan pemerintah mengenai program PAUD inklusi tergolong pada kategori kurang baik. Sebaran hasil lainnya adalah persepsi pada kategori sangat baik (7,14%), kategori baik (18,52%), dan kategori cukup baik (29,63%). Namun demikian, 4,63% responden memiliki persepsi akan PAUD inklusi pada kategori tidak baik. Persepsi orang tua atas aspek penerapan pendidikan inklusi secara umum dikategorikan cukup baik. Sebaran datanya adalah 6,48% orang tua menilainya pada kategori sangat baik, 20,37% pada kategori baik, 35,19% pada kategori cukup baik, 30,56% kategori kurang baik, dan 7,41% kategori tidak baik. Persepsi orang tua yang kurang baik mengenai program PAUD inklusi dapat menjadi salah satu penghambat keberhasilan pelaksanaan program ini di wilayah Kota Denpasar.Kata-Kata Kunci: Persepsi, PAUD, pendidikan inklusi, orang tua, pendidikan khusus