man, Rus
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Muhammadiyah Dalam Pandangan Mitsuo Nakamura Analisis Buku The Crescent Arises Over The Banyan Tree a Study of The Muhammadiyah Movement in Central of Javanese Town Karya Mitsuo Nakamura Mauzen, M. Arif Rohman; man, Rus
TADARUS Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/td.v9i1.5452

Abstract

Mitsuo Nakamura dalam bukunya yang berjudul “The Crescent Arises over The Banyan Tree: A study of Muhammadiyah Movement in a Central Javanese Town”, yang ditulis dalam versi bahasa Indonesia dengan judul “Bulan Sabit Muncul Dari Balik Pohon Beringin” studi pergerakan Muhammadiyah di Kotagede, Yogyakarta, mencoba menyajikan sejarah etnografi gerakan Muhammadiyah di Kotagede, Yogyakarta. Penulis mencoba mengkaji, bagaimana Muhammadiyah dalam pandangan Mitsuo Nakamura yang ditulis dalam buku tersebut. Hal ini sangat berguna, dari sisi sebagai kader Muhammadiyah dapat meningkatkan semangat dalam berorganisasi, sedangkan bagi masyarakat umum dapat menjadi media dalam mengenalkan organisasi Muhammadiyah.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian deskriptif tidak bermaksud untuk menguji hipotesis, tetapi hanya menggambarkan tentang suatu organisasi Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan, yaitu menganalisis rangkaian buku Mitsuo Nakamura tentang “Bulan Sabit Muncul Dari Balik Pohon Beringin” dengan metode pengumpulan data pustaka.Dari hasil analisa penulis pandangan Mitsuo Nakamura terhadap Muhammadiyah yang antara lain adalah, (1) Muhammadiyah sebagai gerakan agama, yaitu gerakan pemurnian ajaran Islam dari budaya yang berasal dari luar Islam. (2) Muhammadiyah sebagai gerakan sosial, yaitu Muhammadiyah aktif dalam aktivitas sosial dalam bentuk amal usaha bidang kesehatan, dan bidang pendidikan. (3) Muhammadiyah sebagai gerakan ideologi, yaitu sikap Muhammadiyah tidak menolak budaya Jawa, tetapi menyaring intisari dari ajaran Islam dari budaya Jawa, sehingga muncullah yang disebut Islam Jawa.