Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SELF-COMPASSION, PERSEPSI PENYAKIT, DAN KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) Miru, Christiani Natasya; Siswanto, Siswanto
Jurnal Psikologi Vol 16, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2023.v16i2.7859

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan persepsi penyakit terhadap kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Partisipan dalam penelitian ini adalah 72 orang dengan HIV/AIDS dari Yayasan Tanpa Batas Kupang yang menjalani terapi antiretroviral selama ≥ 1 tahun dan berusia 18-60 tahun. Instrumen penelitian menggunakan tiga alat ukur yaitu World Health Organization Quality of Life-HIV BREF (WHOQOL-HIV BREF), Self-Compassion Scale Short-Form (SCS-SF), dan Brief Illness Perception Questionnaire (BIPQ). Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji korelasi berganda. Hasil memperlihatkan hubungan simultan antara self-compassion dan persepsi penyakit terhadap kualitas hidup ODHA (R_x1x2y= 0.832; p < 0.01). Selain itu, terdapat hubungan positif antara self-compassion dengan kualitas hidup (r_x1y= 0.616; p < 0.05). Hasil lebih lanjut juga menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara persepsi penyakit dan kualitas hidup (r_x2y= 0.790; p < 0.05). Ketika ODHA memiliki self-compassion dan persepsi penyakit tinggi, maka kualitas hidup akan tinggi, begitu pula sebaliknya. Sumbangan efektif kedua variabel tersebut terhadap kualitas hidup sebesar 69.3%
Efektivitas Cognitive Behavior Therapy dengan Teknik Self-Instruction Terhadap Penurunan Stres pada Pekerja Seks Komersial (Studi Eksperimen Pra-Pasca) Miru, Christiani Natasya
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/juilmu.v3i1.95-104

Abstract

Stigma dan tantangan bekerja sebagai seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) memunculkan distres psikologis atau stres pada PSK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian cognitive behavior therapy dengan teknik self-instruction terhadap penurunan stres pada pekerja seks komersial. Partisipan dalam penelitian ini adalah lima orang perempuan berumur 23 tahun hingga 37 tahun yang aktif bekerja sebagai PSK dan mengalami stres dalam tingkat sedang dan berat. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta secara kuantitatif dengan menggunakan perceived stress scale (PSS-10). Teknik analisis dilakukan secara kualitatif berdasarkan hasil proses terapi, sedangkan data kuantitatif dengan uji analisis wilcoxon signed rank test. Hasil analisis data menunjukkan nilai z sama dengan - 2.060 dengan signifikansi 0.039 (p kurang dari 0.05) yang artinya terdapat perbedaan antara tingkat stres sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Hasil kualitatif di mana partisipan mampu mengenali emosi positif, mengubah pikiran negatif menjadi positif serta menemukan coping stres yang adaptif. Dengan demikian, menunjukkan bahwa intervensi CBT dengan teknik self-instruction efektif terhadap penurunan stres pada pekerja seks komersial.
Psikoedukasi Pengelolaan Kecemasan Melalui Teknik Relaksasi Napas dalam Pada Lansia dengan Penyakit Kronis Miru, Christiani Natasya
Devotion: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/devotion.v3i1.75-84

Abstract

Salah satu permasalahan psikologis yang dialami oleh para lansia dengan penyakit kronis adalah kecemasan. Kecemasan yang dialami oleh lansia juga dapat menyebabkan kesulitan tidur serta dapat mempengaruhi konsentrasi dan kesiagaan, dan juga meningkatkan resiko-resiko kesehatan, serta dapat merusak fungsi sistem imun. Salah satu teknik intervensi yang mudah dilakukan lansia untuk menurunkan gejala-gejala kecemasan adalah teknik relaksasi napas dalam. Kegiatan psikoedukasi merupakan bagian dari pengabdian masyarakat dengan tujuan memberikan pemahaman terkait dengan pengelolaan kecemasan. Kegiatan ini melibatkan 21 orang lansia didampingi oleh penanggungjawab kegiatan Prolanis, kader kegiatan Prolanis serta dokter dari kegiatan Prolanis bertempat di Puskesmas Oesapa Kota Kupang. Metode yang digunakan berupa pemberian ice breaking, materi psikoedukasi tentang kecemasan dan kualitas tidur dalam bentuk leaflet, latihan teknik relaksasi napas dalam, dan sesi sharing. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan ini dimana menambah pemahaman akan kecemasan, pengelolaan kecemasan, serta mampu menerapkan teknik relaksasi napas untuk membantu mengelola kecemasan pada lansia dengan penyakit kronis. Pemberian psikoedukasi pengelolaan kecemasan melalui teknik relaksasi napas pada lansia dengan penyakit kronis mampu meningkatkan pemahaman terkait kecemasan serta menurunkan gejala kecemasan yang dialami lansia secara subjektif.